Studi Etnobotani Makanan Khas Suku Melayu di Desa Bagan Punak Pesisir, Rokan Hilir, Provinsi Riau
DOI:
https://doi.org/10.31849/jurkim.v6i1.31475Keywords:
ethnobotany, malay tribe, traditional foodAbstract
This study aims to describe the ethnobotany of traditional Malay food in Bagan Punak Pesisir Village, Bangko District, Rokan Hilir Regency, Riau Province. This study used a survey method with interview guidelines and purposive sampling techniques. Data was collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. This study found that there are 11 types of plants used in making traditional Malay food in Bagan Punak Pesisir Village. These plants are categorized into 7 families. The use of plants in traditional Malay food in Bagan Punak Pesisir Village shows a close relationship between culture and the environment. The plants used not only have culinary functions, but also have health functions and symbolic meanings. This study provides important information about the ethnobotanical knowledge of the Malay Tribe in Bagan Punak Pesisir Village. This information can be used to preserve the culture and culinary traditions of the Malay Tribe, as well as to develop the potential for culinary tourism in the village.
References
Darma, D. P., Priyadi, A., & Iryadi, R. (2019). Studi etnobotani masyarakat di sekitar kawasan Hutan Bedugul Bali. Biotropic: The Journal of Tropical, 3(2), 96–104. https://jurnalsaintek.uinsa.ac.id/index.php/biotropic/article/view/520
Fadhilah, N., & Khairul, A. (2021). Penggunaan tanaman lokal dalam masakan Melayu: Studi kasus di Riau. Jurnal Etnobotani Indonesia, 10(2), 45–58.
Gunawan, S. (2019). Etnobotani dan penggunaan tumbuhan untuk kebutuhan makanan di wilayah pesisir Riau. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Halim, F. (2017). Pemanfaatan tanaman lokal dalam makanan dan minuman tradisional Melayu: Suatu pendekatan etnobotani. Jurnal Penelitian Pangan dan Gizi, 12(4), 89–102.
Junaidi, M., & Harahap, A. (2020). Peran tanaman buah dalam tradisi kuliner Melayu di Indonesia. Jurnal Budaya dan Kuliner Melayu, 7(2), 57–72.
Komalasari, D. (2018). Kajian etnobotani dan bentuk upaya pembudidayaan tumbuhan yang digunakan dalam upacara adat di Desa Negeri Ratu Tenumbang Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat. Skripsi. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Maleha, A. (2007). Sejarah kebudayaan Melayu. Pekanbaru: Cendekia Insani.
Mariyani, L. (2022). Studi etnobotani jenis rempah pada bumbu masakan Padang khas Minangkabau di Kecamatan Tanjung Karang Pusat Bandar Lampung. Skripsi. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Nasution, Z., & Rosmawati, H. (2020). Pangan dan budaya Melayu di Riau: Studi etnobotani. Jurnal Budaya Melayu, 5(1), 23–34. https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL/article/view/7986/3430
Safwan, M. (2008). Eksplorasi etnobotani terhadap tumbuhan hutan yang berkhasiat sebagai obat di Daerah Aliran Sungai Sekayam Kabupaten Sanggau. Pontianak: Kerjasama Kehutanan dengan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat.
Simanjuntak, B. H. (2002). Prospek pengembangan gandum (Triticum aestivum L.) di Indonesia. Skripsi. Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.
Sukarno, B., & Soedjono, S. (2015). Identifikasi tumbuhan yang digunakan dalam masakan tradisional Melayu. Jurnal Etnobotani dan Sumber Daya Alam, 8(1), 50–65.





