PERANCANGAN PUSAT PENGEMBANGAN KERAJINAN MELAYU RIAU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR

Authors

  • Irfan Luhur Universitas Lancang Kuning
  • Repi Universitas Lancang Kuning
  • Andrie Herdiansyah Universitas Lancang Kuning

Keywords:

Kata Kunci: Pusat Pengembangan Kerajinan, Arsitektur Neo-Vernakular, Kerajinan Melayu Riau, Identitas Budaya, Pekanbaru.

Abstract

Abstrak

 

Kerajinan Melayu Riau adalah warisan budaya dengan nilai historis dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Pekanbaru. Kendala utama dalam pelestarian dan pengembangan potensi ekonomi kreatif ini adalah kurangnya fasilitas pendukung yang memadai. Penelitian ini bertujuan merancang Pusat Pengembangan Kerajinan Melayu Riau dengan pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular untuk mengakomodasi kebutuhan modern sekaligus mempertahankan identitas budaya lokal. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk mengkaji karakteristik arsitektur Melayu dan kebutuhan fungsional pusat pengembangan kerajinan. Analisis mencakup elemen arsitektur tradisional Melayu, kebutuhan ruang, dan penerapan konsep Neo-Vernakular dalam desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan pusat pengembangan ini berhasil memadukan elemen tradisional dan modern. Penerapan arsitektur tradisional terlihat pada ornamen interior dan eksterior dengan motif tumbuh-tumbuhan khas Melayu. Penggunaan material seperti ACP (Aluminium Composite Panel) merupakan interpretasi modern dari material tradisional, menciptakan keharmonisan estetika visual. Bentuk arsitektur Neo-Vernakular pada rancangan ini memperkuat nilai-nilai arsitektur lokal Melayu, menghasilkan bangunan yang efisien, berkelanjutan, dan merepresentasikan identitas khas Pekanbaru sebagai pusat budaya Melayu Riau. 

 

Kata Kunci: Pusat Pengembangan Kerajinan, Arsitektur Neo-Vernakular, Kerajinan Melayu Riau, Identitas Budaya, Pekanbaru.

Downloads

Published

2026-04-08