Metagames Nusantara: Strategi Kreatif dalam Pelestarian Sastra Lisan Kampar Bagi Gen-Z Melalui Komunitas Seni Budaya Nolam Bungo

Authors

  • Alvi Puspita Universitas Lancang Kuning
  • Mutiara Sri Wulandari Universitas Lancang Kuning
  • Inneke Febriyanti Universitas Lancang Kuning
  • Reski Sapitri Universitas Lancang Kuning
  • Windi Aulia Universitas Lancang Kuning
  • Fadhil Universitas Lancang Kuning

DOI:

https://doi.org/10.31849/bidik.v7i1.102626

Keywords:

apresiasi sastra, media pop-up, pembentukan karakter, literasi budaya

Abstract

Tradisi lisan Manolam, warisan budaya takbenda Kampar, mengalami penurunan regenerasi karena rendahnya minat Gen-Z dan keterbatasan mitra, Komunitas Seni Budaya Nolam Bungo, dalam memperkenalkan tradisi kepada generasi muda akibat minimnya media pembelajaran yang menarik. Program Metagames Nusantara bertujuan mengatasi persoalan tersebut melalui pengembangan model pembelajaran budaya berbasis permainan tradisional yang interaktif dan partisipatif. Kegiatan berlangsung di Desa Teratak (Juli–Oktober 2025) dengan metode partisipatif, game-based learning, observasi, wawancara, dokumentasi, serta pre–post test. Empat permainan tradisional—Petak Umpet, Gobak Sodor, Setatak, dan Otak-Otakan—dikontekstualisasikan sebagai media internalisasi nilai budaya dan pelatihan melantunkan Manolam. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta (20% → 95%), lahirnya 15 syair baru, serta terbentuknya Komunitas Gen-Z Nolam Bungo sebagai pelaku budaya muda. Temuan ini membuktikan bahwa Metagames Nusantara mampu menjembatani kesenjangan antargenerasi melalui strategi pembelajaran yang sesuai karakter digital Gen-Z. Dengan demikian, program ini efektif sebagai model kolaboratif untuk memperkuat regenerasi dan keberlanjutan pelestarian tradisi lisan di era digital.

References

Alsantuni, A. & Syukri, A. (2021). Pelestarian warisan sastra lisan masyarakat antargenerasi Melayu Riau. Kandai: Jurnal Sastra dan Budaya, 14(2), 287–302.

Becker, A. L. (2018). A linguistics of speech and writing. University of Michigan Press.

Gee, J. P. (2021). Teaching, learning, literacy in our high-risk high-tech world.Teachers College Press.

Lave, J. & Wenger, E. (1991). Situated learning: Legitimate peripheral participation. Cambridge University Press.

Miles, M. B. & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. SAGE Publications.

Safitri, N. (2020). Inovasi model pembelajaran budaya berbasis hiburan dalam konteks pendidikan abad 21. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(3), 211–223.

Smith, L. (2018). Participatory cultural learning: Reimagining community involvement in heritage education. Routledge.

Soini, K. & Dessein, J. (2016). Culture in sustainability: A conceptual framework. Local Environment: The International Journal of Justice and Sustainability, 21(7), 836–850.

Solihin, A., Rahmawati, I., & Damanik, S. (2024). Integrasi edutainment dalam pembelajaran seni budaya di era digital. Jurnal Inovasi Pendidikan dan Kebudayaan, 8(1), 45–59.

Syukri, A. (2012). Strategi pelestarian budaya lokal dalam masyarakat multikultural. Jurnal Antropologi Indonesia, 33(2), 103–115.

Waterton, E. (2020). Heritage, communities and archaeology. Bloomsbury Academic.

Published

2026-10-20

How to Cite

Metagames Nusantara: Strategi Kreatif dalam Pelestarian Sastra Lisan Kampar Bagi Gen-Z Melalui Komunitas Seni Budaya Nolam Bungo. (2026). BIDIK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 52-60. https://doi.org/10.31849/bidik.v7i1.102626