Self-Resilience untuk Mencegah Self-Harm dalam Budaya Sad Culture Remaja
Self-Resilience to Prevent Self-Harm in Youth Sad Culture
DOI:
https://doi.org/10.31849/bidik.v6i2.8358Keywords:
Self-Resilience, Self-Harm , sad cultureAbstract
Kesejahteraan mental menjadi isu yang semakin krusial, terutama bagi remaja dan dewasa awal yang menghadapi berbagai tekanan akademik, sosial, dan ekonomi. Fenomena self-harm meningkat akibat kurangnya pemahaman tentang kesehatan mental, stigma sosial, dan minimnya akses terhadap layanan psikologis. Budaya Sad Culture, yang diperkuat oleh media sosial, turut memperparah kondisi ini dengan menjadikan ekspresi kesedihan sebagai bagian dari identitas sosial tertentu. Tujuan dari pengabdian ini berfokus pada peningkatan self-resilience sebagai strategi pencegahan, pemulihan, dan pemeliharaan kesejahteraan mental sehingga akan meminimalisir dan menetralisir perilaku self-harm yang terjadi di kota Semarang. Pelatihan akan diberikan kepada kelompok sasaran melalui pendekatan edukatif dan terapi berbasis komunitas. Metode utama yang digunakan adalah model 6P (persiapan, penyusunan bahan, pengenalan, pelatihan, penutupan, dan pelaporan). Program ini akan mencakup pelatihan regulasi emosi, strategi koping, peningkatan kesadaran diri, serta penguatan dukungan sosial. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada resiliensi diri dan kesadaran diri mengenai self-harm pada peserta. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan self-resilience sebagai strategi preventif dalam upaya kesehatan mental komunitas remaja
References
Al Fajri, B., Windarti, A., Ahdiani, U., & Atmantika, Z. H. (2023). Sad Culture: an Analysis of the Us’ Mental Health Issues As Expressed in Social Media. Rubikon : Journal of Transnational American Studies, 10(2), 120. https://doi.org/10.22146/rubikon.v10i2.83832
Casino-García, A. M., Llinares-Insa, L. I., Guillén-Martín, V. M., & Ibáñez-García, A. (2024). Giftedness and Family Well-being: The Role of Emotional Intelligence, Perceived Social Support and Stress. Psicothema, 36(3), 277–286. https://doi.org/10.7334/psicothema2023.401
Dewi, R. K., Iswanti, D. I., Cahyaningrum, D. D., & Fiftina, R. (2024). Gambaran perilaku self-harm pada anak usia remaja di kota Semarang. Journal of Health Science, 1(1), 6–11.
Falon, S. L., Kangas, M., & Crane, M. F. (2021). The coping insights involved in strengthening resilience: The Self-Reflection and Coping Insight Framework. Anxiety, Stress and Coping, 34(6), 734–750. https://doi.org/10.1080/10615806.2021.1910676
Guadagno, R. E., Muscanell, N. L., Rice, L. M., & Roberts, N. (2013). Social influence online: The impact of social validation and likability on compliance. Psychology of Popular Media Culture, 2(1), 51–60. https://doi.org/10.1037/a0030592
Hariyadi, S., Kurniawan, K., & Azhar, N. R. (2024). Writing for Healing : Program Peningkatan Kesehatan Mental Mahasiswa Wilayah Semarang. 1(3), 148–157.
Khalaf, A. M., Alubied, A. A., Khalaf, A. M., & Rifaey, A. A. (2023). The Impact of Social Media on the Mental Health of Adolescents and Young Adults: A Systematic Review. Cureus, 15(8). https://doi.org/10.7759/cureus.42990
Liu, Q., Jiang, M., Li, S., & Yang, Y. (2021). Social support, resilience, and self-esteem protect against common mental health problems in early adolescence A nonrecursive analysis from a two-year longitudinal study. Medicine (United States), 100(4). https://doi.org/10.1097/MD.0000000000024334
Mestre, J. M., Núñez-Lozano, J. M., Gómez-Molinero, R., Zayas, A., & Guil, R. (2017). Emotion regulation ability and resilience in a sample of adolescents from a suburban area. Frontiers in Psychology, 8(NOV). https://doi.org/10.3389/fpsyg.2017.01980
N, Z., & J, E. (2012). The passage to adulthood: Challenges of late adolescence. New Directions for Youth Development, 111, 13–28. https://doi.org/10.1002/yd
Narayanan, S. S., & Onn, A. C. W. (2016). The influence of perceived social support and self-efficacy on resilience among first year Malaysian students. Kajian Malaysia, 34(2), 1–23. https://doi.org/10.21315/km2016.34.2.1
Nurendah, G., Maslihah, S., & Zakariyya, F. (2022). An Analysis of Self-Harm Behaviors among Undergraduate Students of Indonesia University of Education. International Conference on Psychology, Mental Health, Religion, and Spirituality, November, 68–72. www.Kompas.com,
Onie, S., Usman, Y., Widyastuti, R., Lusiana, M., Angkasawati, T. J., Musadad, D. A., Nilam, J., Vina, A., Kamsurya, R., Batterham, P., Arya, V., Pirkis, J., & Larsen, M. (2024). Indonesia’s first suicide statistics profile: an analysis of suicide and attempt rates, underreporting, geographic distribution, gender, method, and rurality. The Lancet Regional Health - Southeast Asia, 22, 100368. https://doi.org/10.1016/j.lansea.2024.100368
Ougrin, D., Tranah, T., Leigh, E., Taylor, L., & Asarnow, J. R. (2012). Practitioner Review: Self-harm in adolescents. Journal of Child Psychology and Psychiatry and Allied Disciplines, 53(4), 337–350. https://doi.org/10.1111/j.1469-7610.2012.02525.x
Sherman, D. K., & Cohen, G. L. (2006). The Psychology of Self-defense: Self-Affirmation Theory. Advances in Experimental Social Psychology, 38(06), 183–242. https://doi.org/10.1016/S0065-2601(06)38004-5
Steare, T., Muñoz, C. G., Sullivan, A., & Lewis, G. (2023). The association between academic pressure and adolescent mental health problems: A systematic review. Journal of Affective Disorders, 339, 302–317. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jad.2023.07.028.
Tasropi. (2024, September 7). 5 Kasus Bunuh Diri di Semarang. https://radarsemarang.jawapos.com/berita/725063612/5-kasus-bunuh-diri-paling-heboh-di-semarang-dan-sekitarnya
VaenBrda, A. D. (2001). Resilience Theory : A Literature Review. In October (Issue October).
Van Breda, A. D. (2018). A critical review of resilience theory and its relevance for social work. Social Work (South Africa), 54(1), 1–18. https://doi.org/10.15270/54-1-611
van der Wal, W., & George, A. A. (2018). Social support-oriented coping and resilience for self-harm protection among adolescents. Journal of Psychology in Africa, 28(3), 237–241. https://doi.org/10.1080/14330237.2018.1475508
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Boby Ardhian Nusantara, Eem Munawaroh, Awalya, Najma Sana Nadhirah Hilman, Adinuringtyas Herfi Rahmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Bidik: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat memegang hak cipta artikel yang diterbitkan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0. International License. Siapa pun dapat menyalin, mengubah, atau mendistribusikan ulang artikel untuk tujuan apa pun yang sah dan bertanggung jawab di media apa pun, dengan catatan memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli dan Jurnal Bidik, menautkan ke lisensi, menunjukkan jika ada perubahan, dan mendistribusikan ulang karya turunan apa pun di bawah lisensi yang sama.
Setelah artikel dinyatakan diterima dan dipublikasikan di situs web ini, ini berarti penulis sepenuhnya setuju untuk menyerahkan hak cipta kepada Bidik: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat.
