Peningkatan Kemampuan Membaca Dan Memahami Randai Kuantan Singingi Pada Siswa SMAN 10 Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.31849/bidik.v7i1.102426Keywords:
improvement, ability, randai, kuantanAbstract
Randai Kuantan Singingi is a distinctive traditional folk theatre of Kuantan Singingi Regency, Riau Province, that combines elements of acting, dialogue or pantun, dance, and music. The performance involves approximately 15–30 performers who perform in a circular formation and present stories or koba containing moral messages. Randai Kuantan performances are accompanied by traditional musical instruments, including biola, gendang, and serunai. The stories performed are generally derived from folk narratives and depict the everyday life of the community. During the performance, the performers move in a circular formation using silat steps known as galombang. This community service activity was conducted with students of SMAN 10, Tenayan Raya District, Pekanbaru City, as part of efforts to introduce and preserve Riau Malay culture. During the Reform Era, the Government of Riau Province initiated various efforts to preserve and develop Malay culture through Budaya Melayu Riau (BMR). In line with these efforts, the activity entitled “Improving the Ability to Read and Understand Randai Kuantan” was conducted to assist students of SMAN 10 Tenayan Raya in recognizing, interpreting, understanding, and practicing Randai Kuantan appropriately. The results of the activity demonstrated an increase in students’ knowledge following their participation in the program. Based on the post-test results, knowledge increased by 100% across all items. These findings indicate that introducing Randai Kuantan through educational and community service activities can enhance students’ knowledge and understanding of traditional performing arts while fostering awareness of the importance of preserving Riau Malay culture.
References
Dwikorantoro. (2011). Aplikasi Metode Diskusi dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif, Afektif, dan Sosial Dalam Pembelajaran Sains. Jurnal Penelitian Fisika Dan Aplikasinya (JPFA) , 1(2), 40–49.
Mahdalena, S., Uliyanti, E., & Sabri, T. (n.d.). Penggunaan Metode Tanya Jawab Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Pkn Di Kelas V.
Muslim. (2022). Eksistensi Seni Pertunjukan Randai Kuantan Dalam Kehidupan Masyarakat di Kabupaten Kuantan SIngingi Provinsi Riau. Koba: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, Dan Musik, 9(1), 1–7.
Muslim, Ritawati, T., Sriwani, D., & Nuhamidahwaty. (2006). Laporan Akhir Pengkajian Teater Tradisi Randai Kuantan (Kajian Seni Pertunjukan di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau). Balai Pengkajian dan Pelatihan bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Kesenian dan Pariwisata Provinsi Riau.
Putri, T. D., Salam, N. E., & Yasir. (2020). Makna Kesenian Rakyat Pada Masyarakat Kuantan Singingi Provinsi Riau (Studi Etnografi Komunikasi Randai Kuantan Riau). Jurnal Ilmu KOmunikasi, 9(3), 284–301.
Rahmadhani, A., Adelya, D., Ayu, D. R., & Khoirunnisa, H. A. (2025). Analisis Penggunaan Metode Ceramah, Diskusi, dan Tanya Jawab Pada Pembelajaran IPAS di Kelas Tinggi (kelas VI) SDN 80/I Batang Hari. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(4), 228–240.
Riau Magazine. (2017, September 5). Randai Kuantan - Seni Budaya Orang Kuantan Singingi. RiauMagz. https://www.riaumagz.com/2017/09/randai-kuantan-seni-budaya-orang.html
Tambak, S. (2014). Metode Ceramah: Konsep Dan Aplikasi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Tarbiyah, 21(2), 375–401.
Wedayanti, M. D. (2019). Randai Art As Local Wisdom In Creating Local Tourism Innovation In Kuantan Singingi Regency. IAPA Proceedings Conference, 27–34. https://doi.org/10.30589/proceedings.2018.178
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amanan, Hermansyah Hermansyah, Juswandi Juswandi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Bidik: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat memegang hak cipta artikel yang diterbitkan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0. International License. Siapa pun dapat menyalin, mengubah, atau mendistribusikan ulang artikel untuk tujuan apa pun yang sah dan bertanggung jawab di media apa pun, dengan catatan memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli dan Jurnal Bidik, menautkan ke lisensi, menunjukkan jika ada perubahan, dan mendistribusikan ulang karya turunan apa pun di bawah lisensi yang sama.
Setelah artikel dinyatakan diterima dan dipublikasikan di situs web ini, ini berarti penulis sepenuhnya setuju untuk menyerahkan hak cipta kepada Bidik: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat.
