MEMAKNAI PENGAPLIKASIAN ORNAMEN PADA LANGIT-LANGIT BANGUNAN KERATON KASEPUHAN CIREBON

Authors

  • Dita Salsabila Telkom University

DOI:

https://doi.org/10.31849/inside.v1i2.15801

Keywords:

Akulturasi, Bunga Lotus, Keraton Kasepuhan Cirebon, Ornamen

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna dan pengaplikasian ornamen pada langit-langit bangunan Keraton Kasepuhan Cirebon, sebuah warisan budaya bersejarah yang bernilai tinggi bagi masyarakat Indonesia. Ornamen tersebut memiliki signifikansi khusus dalam konteks sejarah dan budaya, membuka wawasan tentang pandangan hidup dan kepercayaan masyarakat masa lampau. Penelitian ini mengambil pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi literatur dan observasi sebagai metode pengumpulan data primer. Fokus subjek penelitian adalah ornamen floral di sekitar Keraton Kasepuhan, yang terletak di Cirebon, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keraton Kasepuhan, didirikan pada tahun 1529 oleh Pangeran Cakrabuana, memiliki pengaruh kebudayaan Mesir yang tercermin dalam motif ornamen bunga teratai yang ditemukan pada langit-langit, jendela, dan pintu bangunan keraton. Ornamen ini mengandung makna kemurnian dan kebesaran dalam kerangka ketatanegaraan. Motif bunga teratai menjadi lambang simbolis kemurnian yang tidak tercela, serta mencerminkan proses akulturasi budaya dengan Mesir dan pemahaman filsafat hayyun ila ruhin (hidup tanpa roh). Simbol ornamen ini juga mengungkap toleransi dan interaksi budaya yang terjadi di masa lalu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ornamen pada langit-langit Keraton Kasepuhan memiliki nilai estetika dan makna budaya yang dalam. Ornamen ini adalah ekspresi seni dan kreativitas masyarakat masa lalu, mencerminkan pandangan hidup dan nilai-nilai yang relevan dalam konteks sejarah. Melalui pemahaman makna ornamen ini, penelitian ini memberikan kontribusi pada pemeliharaan dan pemahaman lebih lanjut terhadap warisan budaya Keraton Kasepuhan Cirebon.

Kata Kunci : Akulturasi, Bunga Lotus, Keraton Kasepuhan Cirebon, Ornamen

References

ElNashar, E., Zlatev, Z., & Ilieva, J. (2016). Textile Patterns Based on Ancient Egyptian Ornaments. Applied Researches in Technics, Technologies, and Education, 4(2), 92–104. https://doi.org/10.15547/artte.2016.02.0 02

Farid, H. (2020). Pendekatan Observatif (Suatu Ranah Penelitian Kualitatif). Pendekatan Fenomenologi, 3(1), 1–9.

Lia Rosmala, Atiek Suprapti, R. Siti Rukayah, Yudi Nugraha (2019). PENGARUH AKULTURASI PADA MAKNA ORNAMEN BUNGA TERATAI DI MIHRAB MASJID SANG CIPTA RASA CIREBON.

McDonald, Andrew. (2018). Influences of Egyptian Lotus Symbolism and Ritualistic Practices on Sacral Tree Worship in the Fertile Crescent from 1500 BCE to 200 CE.

Moleong. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Muffid, M., Supriyadi, B., & Rukayah, R. S. (2019). Konsep Arsitektur Jawa Dan Sunda Pada Masjid Agung. 65–70.

Nas, Peter J. M. (1995). "Ornamentation in Traditional Javanese Architecture: The Encounter of Indian and Islamic Cultures (With Special Reference to the Negara Period)." Indonesia, Vol. 60, hal. 61-90.

Nguyen Ngoc Tho. (2019). The Lotus: A symbol of Buddhist Philosophy in the Saddharma-puṇḍarīka Sūtra

R. Ersnathan Budi Prasetyo, S.Sn., M.Sn.) (2020, Maret 05). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Perkuliahan Ornamen Institut Seni Indonesia Surakarta (2019-2020). Retrieved from https://sipadu.isi-ska.ac.id/sidos/rpp/20212/rpp_113570.pdf

Rosmalia, D. (2018). Pola Ruang Lanskap Keraton Kasepuhan Cirebon. Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia, 2(1), B074–B082.

Sarihati, T., Prastiwi, F., Febriani, G. F., & Huwaida, K. (2023). KOMPARASI UNSUR VISUAL PAVILIUN RSGM UNPAD SEBELUM DAN SETELAH RENOVASI SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KENYAMANAN PASIEN. INSIDE: Jurnal Desain Interior, 1(1), 1-21.

Setyaningsih, Rina. (2017). Akulturasi Islam Dalam Budaya Lokal. KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Dan Keagamaan, 10(2), 87–100. https://doi.org/10.35905/kur.v10i2.594

Sugiyono. (2019). Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R&D. Jakarta: Alfabeta.

Universitas Stekom Pusat (2017). Sunan Gunung Jati. Retrieved from https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sunan_Gunung_Jati

Ward, W. E. (1952). “The Lotus Symbol: Its Meaning in Buddhist Art and Philosophy.” The Journal of Aesthetics and Art Criticism JSTOR, 11, n, 135–146. wikipedia. (2015). Kota Cirebon.

Wikipedia. (2022, November 28). Keraton Kasepuhan. Retrieved from https://en.wikipedia.org/wiki.Keraton_Kasepuhan

Downloads

Published

2023-09-01