Jurnal Pustaka Budaya https://journal.unilak.ac.id/index.php/pb <p><em>Jurnal Pustaka Budaya </em>(<strong>pISSN: 2355-1186 | eISSN:2442-7799</strong>)&nbsp;published by Universitas Lancang Kuning since 2014 and published twice a year (14 articles per year).&nbsp;The subject covers, but not limited to, textual and fieldwork research with various perspectives of library and information science, literatur, culture, archive, humanities, and many more. This journal not only only served as a scholarly forum for the lecturers and professors at the Universitas Lancang Kuning, but it also invited scholars and researchers outside the university to contribute.</p> <p><strong>Jurnal Pustaka Budaya has been accredited as a scientific journal by the Ministry of Research-Technology and Higher Education Republic of Indonesia:&nbsp;21/E/KPT/2018</strong></p> Universitas Lancang Kuning en-US Jurnal Pustaka Budaya 2355-1186 <p>1. <em>Jurnal Pustaka Budaya</em> is an electronic journal that freely available. Papers that submitted to this journal are published under the terms of the <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nd-nc/1.0/">Creative Commons License.</a> The terms of the license are:</p> <ul> <li>Attribution. The licensor permits others to copy, distribute, display, and perform the work. In return, licensees must give the original author credit.</li> <li>Noncommercial. Others permits to copy, distribute, display, and perform the work as long as not use the work for commercial purposes — unless they get the licensor's permission.</li> <li>No Derivative Works. The licensor permits others to copy, distribute, display and perform only unaltered copies of the work -- not derivative works based on it.</li> </ul> <p><br> The full terms of the Creative Commons License please see <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/legalcode" target="_blank" rel="noopener">at their Web site</a>.<br><br><strong>No claim on copyright is made by the publisher. </strong>Persons or publishers wishing to download a paper for whatever use (other than personal study) must contact the author for permission.<br><br> 2. However, in submitting to <em>Jurnal Pustaka Budaya</em>, authors agree to their paper being published under the terms set out above.<br><br> 3. It is assumed that, when an author submits a paper to <em>Jurnal Pustaka Budaya</em>, he or she is the legal copyright holder and no other claim to the copyright exists.</p> PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DAN PENERAPAN SOCIAL MEDIA ANALYTICS (SMA) UNTUK PERPUSTAKAAN DI INDONESIA https://journal.unilak.ac.id/index.php/pb/article/view/1583 <p>Penenlitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan pemanfaatan media sosial di perpustakaan, memberikan rancangan untuk penerapan SMA di perpustakaan, serta mengidentifikasi tantangan dalam penerapan SMA di perpustakaan yang ada di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan melakukan kajian literatur terhadap beberapa hasil penelitian tentang pemanfaatan media sosial di perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pemanfaatan media sosial di perpustakaan adalah sebagai media promosi. Selain itu, media sosial juga digunakan sebagai media untuk berbagi informasi, sebagai media komunikasi, dan media sosial juga telah dimanfaatkan sebagai media untuk mempermudah proses layananan sirkulasi. Penelitian ini memberikan rancangan analitik terhadap facebook dan twitter. Pada facebook, terdapat enam bagian yang perlu diperhatikan dalam proses SMA, diantaranya: <em>overview, likes, reach, visits, posts, </em>dan <em>people</em>. Sedangkan untuk twitter hanya meliputi dua bagian saja yaitu <em>tweet activity</em> dan <em>followers</em>. Hasil penelitian juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi dalam penerapan SMA untuk perpustakaan di Indonesia, diantaranya: penggunaan media sosial yang belum optimal, permasalahan bahasa, <em>volume</em> data, <em>velocity</em>, <em>variety</em>, dan <em>veracity</em>.</p> Eko Noprianto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2018-07-31 2018-07-31 5 2 1 10 10.31849/pb.v5i2.1583 REVITALISASI NILAI DALAM DONGENG SEBAGAI WAHANA PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI https://journal.unilak.ac.id/index.php/pb/article/view/1611 <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The role of child reading &nbsp;in the formation of early childhood character is very important. So also the role of character education is needed by the government as the basis of education in Indonesia. Therefore, this study aims to explore the values of character education in the folktale and is role in the formation of personal early childhood. The approach used is the consept of childrens’s literature and character education. The method used is descriptive qualitative research with content analysis techniques. The source of data derived from the media compass that is a strory-theme tales character of the analyzed. The value of character education found in the folktales of “Suri Ikun and &nbsp;Two Bird’s” that is creative value,&nbsp; hardwork, helpers, appreciate achievement, positive attitude, and honesty value.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Keywords: Literature of children, folktale, &nbsp;and Character </em></p> <p>&nbsp;</p> Juanda Juanda ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2018-07-31 2018-07-31 5 2 11 18 10.31849/pb.v5i2.1611 PEMBUATAN ARCHIVAL BOX DALAM PROSES KONSERVASI NASKAH KUNO DI SUNGAI PAKNING https://journal.unilak.ac.id/index.php/pb/article/view/1504 <p>Naskah kuno merupakan salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan.&nbsp; Pelestarian naskah kuno dapat dilakukan menggunakan metode sederhana, salah satunya adalah dengan menyimpannya di dalam archival box. Namun, dalam prakteknya, harga archival box di pasar cukup mahal sehingga tidak memungkinkan jika harus diadakan oleh individu pemilik naskah. Sebagai alternatif, dalam artikel ini akan dijelaskan bagaimana langkah pembuatan archival box menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana proses pembuatan archival box sebagai salah satu bentuk konservasi naskah kuno di Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua naskah kuno dibuatkan wadah penyimpanan. Hanya naskah kuno yang tersimpan di rumah penduduk saja yang dibuatkan tempat penyimpanan. Pembuatan archival box dapat dilakukan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti kertas trobos, kertas linen, dan lem. Ukuran box harus disesuaikan dengan ukuran naskah agar mempermudah ketika pembaca ingin mengeluarkan naskah dari box tersebut.</p> Nining Sudiar Rosman H. Rosman H. ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2018-07-31 2018-07-31 5 2 19 23 10.31849/pb.v5i2.1504 BAHASA MELAYU DAN MINANGKABAU DALAM KHAZANAH NASKAH MINANGKABAU https://journal.unilak.ac.id/index.php/pb/article/view/1483 <p>Minangkabau language is an oral language that began to form a written variety after the incoming of Islam, using the Jawi (Perso-Arabic) scripts. This scripts is widely known in Minangkabau in the eighteenth century. As a result, many Minangkabau oral literary works are written down. Since it was written in Jawi, the distinction between the Minangkabau and the Malay manuscripts is very vague. Often manuscripts classified as Minangkabau manuscripts can be read either in Minangkabau or in Malay. The tendency of Minangkabau people to write in Malay is very active because Minangkabau people thought Minangkabau language is not much different from the Malay language. So, if the Minangkabau people use the Minangkabau words in Malay language, they thought that they have used the Malay words without having tried to find a words which more corresponding in Malay. Uniquely, for Minangkabau readers, even written in Jawi (Malay language), but will be read in Minangkabau language. For examples, ‘bermula’ will be read as ‘baramulo’, 'bandar' as /banda/, /bersama/ as /basamo/, 'hidup' as /hiduik/ and so on. Interestingly, in the same manuscript, if it is read by Minangkabau people in different dialects, it will be read in that dialects (in different sounds). For example, the words 'pakan Sabtu' will be read /pokan Sotu/ by the Minangkabau in Payakumbuh dialect and it will be read /pakan Sabtu/ by the Padang dialects. Departing from the linguistic phenomenon, this paper will discuss the dynamic of social aspec languages ​​using Malay and Minangkabau language in Minangkabau manuscripts.</p> Pramono Pramono M. Yusuf Herry Nur Hidayat ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2018-07-31 2018-07-31 5 2 24 35 10.31849/pb.v5i2.1483 ANALISIS INDEKSASI JURNAL ILMIAH BIDANG PERTANIAN INDONESIA DI DOAJ https://journal.unilak.ac.id/index.php/pb/article/view/1670 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana indeksasi jurnal ilmiah bidang pertanian yang terbit di Indonesia pada DOAJ. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Metode kepustakaan yang dimaksud adalah dengan melakukan penelusuran dokumen-dokumen secara online. Hal ini dikarenakan indeksasi jurnal yang tersedia dilakukan secara online. Penelusuran dilakukan pada portal DOAJ (<a href="http://doaj.org">http://doaj.org</a>). Hasil penelusuran kemudian disajikan dalam bentuk deskriptif yang dilengkapi dengan tabel dan gambar berdasarkan biaya penerbitan, penerbit, tahun terdaftar pada DOAJ, proses review, dan lisensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 19 jurnal mengenakan biaya penerbitan kepada penulis. berdasarkan penerbit, IPB merupakan penerbit jurnal ilmiah bidang pertanian terbanyak dibandingkan institusi lainnya, yaitu sebanyak 6 jurnal. Berdasarkan tahun terdaftar, Jurnal ilmiah bidang pertanian dari Indonesia terdaftar pertama kali di DOAJ pada tahun 2013, yaitu Jurnal Manajemen &amp; Agribisnis yang diterbitkan oleh IPB. Sebanyak 14 jurnal yang menggunakan proses peer review. Sedangkan berdasarkan lisensi terbanyak yang digunakan adalah lisensi CC-BY.&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Rahmawati Rahmawati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2018-07-31 2018-07-31 5 2 36 41 10.31849/pb.v5i2.1670 BENTUK DAN MAKNA SIMBOLIK TEMBANG DALAM KONTEKS UPACARA REBO PUNGKASAN KEMBUL SEWU DULUR https://journal.unilak.ac.id/index.php/pb/article/view/1577 <p><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang mengungkap bentuk dan makna tembang Kembul Sewu Dulur </span></span></em><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">dalam konteks upacara Rebo Pungkasan Kembul Sewu Dulur di Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo. </span><span style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. </span><span style="vertical-align: inherit;">Teknik teknik data berpijak pada metode kualitatif yaitu; </span><span style="vertical-align: inherit;">Memenangkan urusan, wawancara, dan dokumentasi. </span><span style="vertical-align: inherit;">Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif. </span><span style="vertical-align: inherit;">Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tembang Kembul Sewu Dulur adalah bagian dari Macapat Dhandhanggula Laras Slendro Pathet Sanga yang membingkai fenomena upacara mencakup; </span><span style="vertical-align: inherit;">tempat, waktu, harapan, pelestarian, dan leluhur warga Desa Pendoworejo. </span><span style="vertical-align: inherit;">(2) Berdasarkan leksia dan semiotika Barthes, tembang Kembul Sewu Dulur secara keseluruhan terdiri dari empat tataran makna simbolik. </span><span style="vertical-align: inherit;">Pertama, tembang Kembul Sewu Dulur leksia pada 1, gatra 1-5, makna murni terbentuknya bendungan Kayangan. </span><span style="vertical-align: inherit;">Kedua, </span><span style="vertical-align: inherit;">tembang Kembul Sewu Dulur leksia pada 1, gatra 6-10, arti kerukunan ditinjau melalui doa yang dilakukan dengan bahasa Jawa dan etimologi Kembul Sewu Dulur merupakan analogi dari warga Desa Pendoworejo yang menganggap bahwa semua pengunjung upacara sebagai saudara. </span><span style="vertical-align: inherit;">Ketiga, tembang Kembul Sewu Dulur leksia pada 2, gatra 1-7, pelestarian yang efektif yang dilakukan warga Desa Pendoworejo adalah sebuah upaya untuk mempertahankan eksistensi upacara. </span><span style="vertical-align: inherit;">Keempat, tembang Kembul Sewu Dulur leksia pada 2, gatra 8-10, arti dari Mbah Bei dan bendungan Kayangan dianggap telah melahirkan bagi kehidupan penduduk Desa Pendoworejo. </span><span style="vertical-align: inherit;">arti kerukunan ditinjau melalui doa yang dilakukan dengan bahasa Jawa dan etimologi Kembul Sewu Dulur merupakan analogi dari warga Desa Pendoworejo yang menganggap bahwa seluruh pengunjung adalah sebagai saudara. </span><span style="vertical-align: inherit;">Ketiga, tembang Kembul Sewu Dulur leksia pada 2, gatra 1-7, pelestarian yang efektif yang dilakukan warga Desa Pendoworejo adalah sebuah upaya untuk mempertahankan eksistensi upacara. </span><span style="vertical-align: inherit;">Keempat, tembang Kembul Sewu Dulur leksia pada 2, gatra 8-10, arti dari Mbah Bei dan bendungan Kayangan dianggap telah melahirkan bagi kehidupan penduduk Desa Pendoworejo. </span><span style="vertical-align: inherit;">arti kerukunan ditinjau melalui doa yang dilakukan dengan bahasa Jawa dan etimologi Kembul Sewu Dulur merupakan analogi dari warga Desa Pendoworejo yang menganggap bahwa seluruh pengunjung adalah sebagai saudara. </span><span style="vertical-align: inherit;">Ketiga, tembang Kembul Sewu Dulur leksia pada 2, gatra 1-7, pelestarian yang efektif yang dilakukan warga Desa Pendoworejo adalah sebuah upaya untuk mempertahankan eksistensi upacara. </span><span style="vertical-align: inherit;">Keempat, tembang Kembul Sewu Dulur leksia pada 2, gatra 8-10, arti dari Mbah Bei dan bendungan Kayangan dianggap telah melahirkan bagi kehidupan penduduk Desa Pendoworejo.</span></span></em></p> Wahyu Surbono ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2018-07-31 2018-07-31 5 2 42 51 10.31849/pb.v5i2.1577 UPAYA PEMERINTAH DALAM MENGKOMUNIKASIKAN TRADISI MALAMANG MENJADI OBJEK PARIWISATA BUDAYA DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN https://journal.unilak.ac.id/index.php/pb/article/view/1581 <p><em>Malamang tradition is a culture that has grown and developed in the peoples. Night Tradition in Padang Pariaman has potential to be the object of cultural tourism by the government. Goverment of Padang Pariaman Regency’s to be a cultural tourism object, it can be done by organizing messages or information about the nighttime tradition to the peoples. This research uses information integration theory. This research uses descriptive qualitative method with public relations ethnography approach. The object of this research is malamang tradition as cultural tourism. In this research, the informants are the employees from the government who related to the government's efforts in communicating the malamang tradition into the object of cultural tourism in Padang Pariaman Regency. Sources of this research data are found from primary data and secondary data. This research uses data collection techniques by observation, interviews, literature review, and documentation. In this research, decribed government's efforts in communicating the malamang tradition into the object of cultural tourism in Padang Pariaman Regency. Malamang activities are not only related to culture and spiritual teachings, but have social values, cooperation and communication between the community and local government in the ethnographic view of communication. Padang Pariaman Government provides knowledge about the malamang tradition to students as a communication effort to the young generation. Padang Pariaman Government sees the potential of tourism in malamang tradition, but has not yet started to communicate to the public</em>.</p> Yudhistira Ardi Poetra ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2018-07-31 2018-07-31 5 2 52 61 10.31849/pb.v5i2.1581