PERAN BUDAYA ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERUBAHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI BPJS
Keywords:
Budaya Organisasi, Manajemen Perubahan, Kinerja Pegawai, Institusi Publik, BPJS KesehatanAbstract
BPJS Kesehatan sebagai institusi penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menghadapi tantangan besar di era digital, termasuk perubahan kebijakan, ekspektasi publik yang meningkat, dan percepatan teknologi layanan. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan sinergi antara manajemen perubahan yang adaptif dan budaya organisasi yang kuat dalam menunjang kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen perubahan dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan kausal, menggunakan kuesioner berskala Likert yang disebarkan kepada 79 pegawai sebagai sampel dari 99 populasi. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif, uji korelasi Pearson, regresi linier sederhana, dan uji t, dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen perubahan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan kontribusi sebesar 9,8%. Sementara itu, budaya organisasi menunjukkan pengaruh dominan dengan kontribusi yang sangat kuat terhadap kinerja. Penemuan ini menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya bergantung pada perencanaan perubahan, tetapi juga pada internalisasi nilai budaya yang konsisten di seluruh tingkat organisasi. Kesimpulannya, peningkatan kinerja pegawai BPJS Kesehatan sangat ditentukan oleh keterpaduan strategi perubahan dan budaya kerja yang produktif. Oleh karena itu, kebijakan organisasi perlu diarahkan untuk memperkuat keduanya secara sinergis dan berkelanjutan guna menciptakan institusi publik yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
