Pelatihan Olah Tubuh Meningkatkan Keterampilan Psikomotorik Siswa: Studi Kasus MTs Masmur Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.31849/fleksibel.v5i2.23643Keywords:
Olah Tubuh, Pelatihan Tari, Psikomotorik, Seni Tari, Siswa MTsAbstract
MTS Masmur Pekanbaru, mitra pelatihan, menghadapi tantangan dalam mempersiapkan siswa secara fisik dalam berlatih menari karena kurangnya pengetahuan dan pelatihan olah tubuh sebelumnya. Menghadapi hal ini, tim pengabdian dari Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau menyelenggarakan program pelatihan olah tubuh yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menari dan kecerdasan psikomotorik siswa. Program ini berfokus pada wiraga, wirasa, dan wirama, yang meliputi sesi teori, demonstrasi gerakan pemanasan, latihan inti, dan pendinginan. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan pelaksanaan gerakan tubuh siswa, serta pengembangan keterampilan secara keseluruhan. Untuk meningkatkan program-program di masa depan, disarankan untuk menyertakan sesi tindak lanjut yang berkelanjutan, yang akan membantu para peserta untuk mempertahankan dan terus meningkatkan kemampuan fisik mereka dalam latihan menari.
References
Bisri, M. H. (2001). Manfaat Olah Tubuh Bagi Seorang Penari. HarmoniaJurnal Pengetahuan Dan Pemikiran Seni, 2(September-Desember), 61–71.
Darvita, E. (2022). Efforts to Improve Students’ Creativity and Learning Outcomes through the Demonstration Method in Creative Dance Using Property at Grade IX G SMP Negeri 2 Pulau Punjung. TOFEDU: The Future of Education Journal, 1(2), 175–188. https://doi.org/10.61445/tofedu.v1i2.40
Fitriyanti, D., Antosa, Z., & Kurniaman, O. (2015). Demonstration Application Method for Improved Motion Nusantara Dance Class Sdn 104 Pekanbaru. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, 2(1), 1–13.
Juwita, M., Setiawati, R., & Sudiasa, I. B. K. (2020). Olah Tubuh sebagai Stimulus untuk Meningkatkan Kemampuan Melakukan Gerak Tari Anak pada Ekstrakurikuler di SDN Dukuh 09 Pagi Jakarta Timur. Jurnal Pendidikan Tari, 1(01), 43–53. https://doi.org/10.21009/jpt.114
Khakimah, P., Malarsih, M., & Putra, B. H. (2024). Dance Training Methods at Bangkit Sekar Budaya Cilacap Art Studio. Jurnal Seni Tari, 13(1), 53–61.
Mainwaring, L. M., & Krasnow, D. H. (2010). Teaching the Dance Class: Strategies to Enhance Skill Acquisition, Mastery and Positive Self-Image. Journal of Dance Education, 10(1), 14–21. https://doi.org/10.1080/15290824.2010.10387153
Martini, O. (2023). PHYSICAL EXERCISE TO IMPROVE THE QUALITY OF DANCE LEARNING AT ARYANDINI. Prosiding Penelitian Dan PKM ISBI Bandung 2023, 210–214.
Murgianto, S. (1983). Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Santoso, S. (1986). Prinsip-prinsip Latihan Olah Tubuh. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sarjiwo. (2020). Internalization of Wirasa in the Body Processing for Role-playing in the Yogyakarta-style Dance. Proceedings of the 1st International Conference on Interdisciplinary Arts and Humanities (ICONARTIES 2019), Iconarties 2019, 29–36. https://doi.org/10.5220/0008544600290036
Setianingsih, Y. (2014). Peranan Olah Tubuh Untuk Meningkatkan Keterampilan Gerak Dalam Tari Pada Anak-Anak Smp Negeri 01 Karangkobar. Jurnal Seni Tari, 3(1), 1–9.
Tiyas, W., & Sumaryadi. (2023). Color Guard Body Exercise Form for Dancers ’ Body Endurance. JDDES : Journal of Dance and Dance Education Studies, 3(2), 1–14.
Wahyudi, V. A., & Gunawan, I. (2020). Olah tubuh dan olah rasa dalam pembelajaran seni tari terhadap pengembangan karakter. Jpks, 5(2), 96–110.
Zulfahmi, M. N., Haryono, & Hartono. (2018). Bassic Movement Dancing Skills of 5-6 Years Old Children Through Dance and Sing Theme Based Learning with Demonstration Method. Journal of Primary Education, 8(1), 30–36.

