Digitalisasi Pasar Tradisional sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan di Kota Pekanbaru

Authors

  • Wasiah Sufi Universitas Lancang Kuning
  • Sujianto Sujianto Universitas Riau
  • Pebri Yuliani Universitas Riau
  • Hasim As’ari Universitas Riau

Keywords:

Digitalisasi Pasar Tradisional, QRIS, Ketahanan Pangan, Pekanbaru, Kebijakan Perkotaan

Abstract

Pasar tradisional memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas distribusi pangan dan keterjangkauan harga di perkotaan, termasuk di Kota Pekanbaru. Namun, tantangan klasik seperti manajemen kios yang tidak optimal, keterbatasan akses informasi harga, serta rendahnya literasi digital pedagang, menyebabkan pasar tradisional kurang efisien dibandingkan dengan pasar modern. Perkembangan teknologi digital, khususnya melalui penerapan sistem pembayaran non-tunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), aplikasi pasar online, dan pemantauan harga berbasis big data, membuka peluang baru untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat kota. Penelitian konseptual ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara digitalisasi pasar tradisional dan dimensi ketahanan pangan (ketersediaan, keterjangkauan, stabilitas, dan pemanfaatan pangan) di Pekanbaru. Kajian dilakukan melalui studi literatur dari laporan resmi pemerintah, berita terpercaya, serta jurnal ilmiah tentang adopsi digitalisasi pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi mampu meningkatkan transparansi harga, memperluas akses konsumen, mengurangi asimetri informasi, serta memperkuat kapasitas pedagang lokal. Dengan demikian, digitalisasi pasar tradisional dapat menjadi instrumen kebijakan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan perkotaan.

References

[1] Badan Pangan Nasional. (2023). Indeks Ketahanan Pangan 2023. Jakarta: Bapanas. https://pangan.satudata.go.id/ikp

[2] Disperindag Pekanbaru. (2022, November 1). Disperindag Pekanbaru data tersedia banyak lapak di pasar tradisional. InfoPublik.id. https://infopublik.id/kategori/nusantara/681072/disperindag-pekanbaru-data-tersedia-banyak-lapak-di-pasar-tradisional

[3] Aman, I., Yuvita, Y., & Abdul, H. (2023). Efektivitas penggunaan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di Pasar Tradisional Pa'baeng-baeng Kota Makassar. ECo-Buss, 6(2), 870–881. https://doi.org/10.32877/eb.v6i2.1052

[4] Pramesty, J. E., Gautama, S. M., & Rohib, M. (2025). Determinants of QRIS adoption by traditional market traders: A Technology Acceptance Model approach in Banjarbaru. Scientific: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Ekonomi, 9(1), 25–32. https://www.ojs.uvayabjm.ac.id/index.php/scientific/article/view/986

[5] Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). New York: Free Press.

[6] Provan, K. G., & Kenis, P. (2008). Modes of network governance: Structure, management, and effectiveness. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(2), 229–252.

[7] Bisnis.com. (2020, Maret 9). 30 pedagang di Pasar Bawah Pekanbaru adopsi pembayaran QRIS. https://sumatra.bisnis.com/read/20200309/534/1210977/30-pedagang-di-pasar-bawah-pekanbaru-adopsi-pembayaran-qris

[8] Sorot Kabar. (2025, Maret 22). Bayar pakai QRIS, belanja ayam di pasar tradisional Pekanbaru makin nyaman. https://sorotkabar.com/detail/4576/bayar-pakai-qris-belanja-ayam-di-pasar-tradisional-pekanbaru-makin-nyaman

[9] Riau Pos. (2023, September 21). Pembayaran nontunai diterapkan di seluruh pasar tradisional. https://riaupos.jawapos.com/pekanbaru/2253593431/pembayaran-nontunai-diterapkan-di-seluruh-pasar-tradisional

[10] Bisnis.com. (2024, Agustus 30). Adopsi QRIS di pasar tradisional terganjal budaya tawar-menawar khas emak-emak. https://ekonomi.bisnis.com/read/20240830/12/1795606/adopsi-qris-di-pasar-tradisional-terganjal-budaya-tawar-menawar-khas-emak-emak

Downloads

Published

2025-12-01

How to Cite

Digitalisasi Pasar Tradisional sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan di Kota Pekanbaru. (2025). SEMASTER: Seminar Nasional Teknologi Informasi & Ilmu Komputer, 4(1), 350-356. http://journal.unilak.ac.id/index.php/Semaster/article/view/31408