Peran Stimulasi Orang Tua terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Disabilitas Intelektual
DOI:
https://doi.org/10.31849/wthxq018Keywords:
stimulasi motorik halus, kemandirian fungsional, anak disabilitas intelektual, peran orang tua, pola asuh, bimbingan fisikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran stimulasi aktif dan pola asuh ibu dalam perkembangan motorik halus anak disabilitas intelektual melalui studi perbandingan dengan metode kualitatif tentang dua subjek, masing-masing dengan kondisi stimulasi lingkungan keluarga yang berbeda. Subjek pertama (A) menunjukkan kemampuan motorik halus yang lebih fungsional dan mandiri, sementara subjek kedua (B) mengalami kesulitan dalam koordinasi dan ketergantungan tinggi dalam aktivitas harian. Hasil observasi menunjukkan bahwa A tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan kesempatan berlatih, dengan ibu yang secara sadar dan konsisten memberikan stimulasi motorik melalui keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari, penyediaan alat bermain edukatif, bimbingan fisik bertahap (scaffolding), serta penguatan positif. Sebaliknya, B mengalami keterbatasan stimulasi aktif di rumah, pola asuh yang overprotektif, serta minimnya kesempatan untuk mencoba dan berlatih secara mandiri. Penelitian ini menyoroti pentingnya kesadaran dan strategi pengasuhan orang tua dalam memberikan stimulasi motorik yang tepat sejak dini sebagai faktor kunci dalam membangun kemandirian fungsional anak. Temuan ini menunjukkan bahwa stimulasi yang aktif, responsif, dan memberdayakan memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan motorik halus dan kepercayaan diri anak. Intervensi edukatif dan pendampingan kepada orang tua sangat dianjurkan guna mengoptimalkan perkembangan kemandirian dan kualitas hidup anak disabilitas intelektual.
