Strategi Adaptif Guru Non-Pendidikan Khusus dalam Pembelajaran Siswa Tunarungu di Kabupaten Bireuen

Authors

  • Robiansyah Setiawan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh
  • Hilma Rahmatillah Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh
  • Sauva Yarda Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh

DOI:

https://doi.org/10.31849/b8fcwq09

Keywords:

Guru Non-Pendidikan Khusus, Strategi Adaptif, Pendidikan Siswa Tunarungu, Kompetensi Pedagogik

Abstract

Keterbatasan jumlah guru yang berlatar belakang Pendidikan Khusus (PKh), memaksa banyak Sekolah Luar Biasa (SLB) di daerah merekrut guru dari lulusan non-kependidikan khusus (Non-PKh) atau mata pelajaran umum. Fenomena ini menciptakan tantangan pedagogis tersendiri, khususnya dalam pembelajaran siswa tunarungu yang membutuhkan kompetensi komunikasi spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi adaptif yang dilakukan oleh guru Non-PKh dalam mengatasi hambatan instruksional dan komunikasi di kelas siswa tunarungu. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui pertanyaan terbuka terhadap 15 guru SLB yang tersebar di Kabupaten Bireuen, dengan fokus analisis pada responden berlatar belakang pendidikan umum. Temuan penelitian mengungkapkan tiga pola strategi adaptasi utama: (1) Modifikasi Visual Intuitif, di mana guru menggantikan isyarat formal yang belum dikuasai dengan gerakan natural dan media gambar sederhana; (2) Kolaborasi Teman Sejawat (Peer-Support), yaitu ketergantungan pada guru senior lulusan PKh untuk merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adaptif; dan (3) Penyederhanaan Materi, di mana target kurikulum diturunkan untuk menyesuaikan pemahaman siswa tunarungu di SLB yang beragam. Meskipun guru SLB Non-PKh menunjukkan resiliensi yang tinggi, strategi ini cenderung bersifat pragmatis dan belum sepenuhnya memenuhi kaidah ortopedagogik yang ideal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program pelatihan kompetensi dasar PKh yang berkelanjutan bagi guru umum yang mengajar di SLB.

Downloads

Published

2026-01-12