PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI INSPEKTORAT DAERAH KOTA PEKANBARU
Keywords:
gaya kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, kinerja pegawai, sektor publik, Inspektorat DaerahAbstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan tingkat motivasi kerja dapat berdampak pada kinerja pegawai di lingkungan Inspektorat Daerah Kota Pekanbaru. Studi ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa tingkat penyelesaian tindak lanjut atas rekomendasi audit masih tergolong rendah, yang mengindikasikan adanya tantangan pada dimensi kepemimpinan serta rendahnya dorongan internal pegawai dalam melaksanakan tugas secara optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatif, yang bertujuan untuk menguji hubungan antar variabel secara kausal. Responden dalam penelitian ini berjumlah 62 orang, yang merupakan seluruh pegawai Inspektorat Daerah, ditentukan melalui teknik sensus. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa kuesioner yang telah melewati uji validitas dan reliabilitas guna menjamin akurasi pengukuran terhadap konstruk yang diteliti. Untuk menganalisis data, digunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan motivasi kerja, dan keduanya secara langsung maupun melalui jalur mediasi, berdampak positif terhadap kinerja pegawai. Motivasi kerja terbukti memainkan peran penting sebagai perantara dalam memperkuat pengaruh kepemimpinan terhadap pencapaian kinerja. Hasil ini menegaskan perlunya pendekatan kepemimpinan yang menekankan pada aspek pemberdayaan, inspirasi, dan kepedulian individual. Dengan demikian, diperlukan strategi organisasi yang mampu menstimulasi tumbuhnya motivasi kerja yang berasal dari dalam diri pegawai. Implikasi praktis dari studi ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas kepemimpinan transformasional serta pengintegrasian dimensi psikologis dalam sistem manajemen kinerja merupakan langkah penting dalam membangun organisasi sektor publik yang lebih adaptif dan berkinerja tinggi.
