ANALISIS PERSEDIAAN OBAT METODE ABC, VEN, EOQ, DAN ROP DI RS LANCANG KUNING
Keywords:
Analisis ABC, Klasifikasi VEN, EOQ, ROP, Manajemen ObatAbstract
Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) memiliki peran penting dalam menjamin ketersediaan obat yang tepat waktu, jumlah, dan mutu untuk mendukung layanan kesehatan. Namun, pengelolaan persediaan obat di Rumah Sakit Lancang Kuning Pekanbaru masih menggunakan metode manual yang berpotensi menyebabkan kekosongan atau penumpukan obat, serta meningkatkan risiko kerugian finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan metode ABC, VEN, Economic Order Quantity (EOQ), dan Reorder Point (ROP) dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan obat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif-analitik melalui pengumpulan data primer (wawancara) dan sekunder (dokumen rumah sakit) selama periode Januari 2024 hingga April 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok A mendominasi nilai investasi dengan kontribusi lebih dari 69%, sehingga membutuhkan pengawasan ketat. Klasifikasi VEN menempatkan 19% obat dalam kategori Vital, yang harus selalu tersedia. Kombinasi ABC-VEN mengidentifikasi kelompok prioritas tertinggi (AV) sebanyak 38 item. Penerapan EOQ menghasilkan jumlah pemesanan optimal, misalnya Paracetamol 500 mg memiliki EOQ sebesar 2.505 unit. Perhitungan Safety Stock dan ROP membantu mencegah kekosongan obat, misalnya ROP Paracetamol sebesar 682 unit. Kesimpulannya, penerapan metode ABC-VEN, EOQ, dan ROP terbukti meningkatkan efisiensi biaya dan menjaga ketersediaan obat, sehingga mendukung kelancaran pelayanan serta meningkatkan kepuasan pasien.
