ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI SAYUR-SAYURAN DI KELURAHAN MAHARATU KECAMATAN MARPOYAN DAMAI KOTA PEKANBARU

  • Jamalludin Jamalludin Universitas IslamKuantan Singingi
Keywords: Kangkung, Bayam, Analisis Produksi

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produksi usahatani sayur-sayuran di Kelurahan Maharatu  Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Maharatu. Penetapan daerah penelitian ini dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa di  daerah tersebut adalah daerah binaan Dinas Pertanian Kota Pekanbaru yang termasuk wilayah program pegembangan hortikultura. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang mengusahakan komoditisayur-sayuran bayam dan kangkung. Berdasarkan hasil survey pendahuluan diketahui  petani yang mengusahakan tanaman sayuran bayam dan  kangkung adalah sebanyak 56 orang. Selanjutnya diambil sampel secara sengaja (Purposive Sampling) sebanyak 30 orang petani, dimana sampel tersebut membudidayakan tanaman sayuran bayam, kangkung yang di tanam secara bersamaan.Secara simultan penggunaan faktor produksi luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk NPK, pupuk kandang, pestisida dan tenaga kerja dari sayur kangkung dan bayam memberikan pengaruh yang sangat nyata. Berdasarkan nilai koefisien determinan untuk kedua sayuran diketahui bahwa variabel tersebut mampu mempengaruhi produksi kangkung sebesar 93,2% dan bayam sebesar 73,7%.Pada  sayur kangkung  variabel bebas berpengaruh sangat nyata adalah Luas lahan (X1), Benih (X2) dan Pupuk Kandang (X33), Tenaga kerja (X5) dan sayur bayam hanya benih (X2) variable bebas berpengaruh sangat nyata. Dapat diketahui bahwa usahatani sayur-sayuran yang dijalankan petani berada di daerah II pada kurva produksi (decreasing rate) karena nilainya lebih besar dari nol dan lebih kecil dari 1. secara matematis dan artinya adalah proporsi penambahan faktor produksi (Luas Lahan, Benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja) secara bersama-sama akan menghasilkan produk marjinal yang lebih kecil dibandingkan penambahan faktor produksi (∆X), namun masih  bernilai positif.

 

Kata Kunci:Kangkung, Bayam, Analisis Produksi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Ketahanan Pangan Provinsi Riau. 2005. Analisis Ketersediaan, Distribusi dan Harga Pangan. Pemerintah Daerah Provinsi Riau. Pekanbaru.

Badan Pusat Statistik,2012. Nilai Produk Domestik Bruto Nasional atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Milyar Rupiah). Statistik Indonesia.

________,2013. Nilai Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Riau atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Juta Rupiah). Statistik Provinsi Riau. Pekanbaru.

________. Produksi Sayur-Sayuran Kota Pekanbaru. Statistik Provinsi Riau. Pekanbaru.

Rahim, dan Retno, 2008. Ekonomi pertanian. Penebar Swadaya. Jakarta.

Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Riau. 2011. Pekanbaru.

Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau. 2011. Laporan Tahunan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau, Pekanbaru.

Kanwil Departemen Pertanian Provinsi Riau, 2012

Soekartawi, 2003. Analisis Usahatani, Universitas Indonesia.

Soekartawi .2002. Teori Ekonomi Produksi , Dengan Pokok Bahasan Analisis FungsiCobb-Douglas, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta .

Soekartawi, 1987. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian Teori dan Aplikasinya. Rajawali Pres. Jakarta.
Published
2018-07-24