Meningkatkan Status Gizi Balita Melalui Praktek Pengolahan Makanan Pendamping ASI Buatan Sendiri

  • Mitra Mitra STIkes Hang Tuah Pekanbaru
Keywords: Balita, Gizi Kurang, Makanan Pendamping ASI, Buatan Sendiri

Abstract

Praktek Pemberian makanan pendamping ASI masih menjadi permasalahan, terutama pada balita gizi kurang. Data Puskesmas Umban Sari menunjukkan terdapat 37 balita berstatus gizi kurang. Enam balita sudah berstatus gizi normal dan  tetap berstatus gizi kurang sebanyak 18 balita, satu diantaranya adalah gizi buruk. Tiga belas balita tidak terpantau disebabkan tidak aktif lagi datang ke posyandu. Makanan pendamping ASI yang diberikan kepada balita belum cukup baik dari kuantitas maupun kualitasnya. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan  ibu yang memiliki balita gizi kurang dalam pengolahan makanan pendamping ASI buatan sendiri. Metode pengabdian berupa penyuluhan gizi dan praktek pembuatan makanan pendamping ASI. Peserta  adalah 5 orang kader posyandu dan 15 ibu balita gizi kurang. Pengabdian masyarakat dilaksanakan  di Posyandu Bawah Garis Merah (BGM) Sri Meranti Wilayah Kerja Puskesmas Umban Sari. Hasil menunjukkan bahwa peserta antusias dalam mengikuti penyuluhan dan demonstrasi masak, ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan dari peserta. Makanan Pendamping ASI yang diolah sesuai  dengan selera bayi dan balita, sehingga diharapkan dapat meningkatkan status gizi balita.  Setelah kegiatan pengabdian ini, diharapkan kader dapat membimbing ibu balita dalam hal pengolahan makanan sesuai dengan kebutuhan balita untuk menurunkan prevalensi gizi kurang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bhandari, N. et al., 2004. An Educational Intervention to Promote Appropriate Complementary Feeding Practices and Physical Growth in Infants and Young Children in Rural Haryana , India. Jurnal Nutrition, 134(1), pp.2342–2348.
Dewey, K., 2001. The challenges of promoting optimal infant growth. The Journal of nutrition, 131, pp.1879–1880. Available at: http://jn.nutrition.org/content/131/7/1879.short.
International Food Policy Research Institute, 2014. Global Nutrition Report 2014 : Action and Accountability to Accelerate The World’s Progress on Nutrition, Washington DC.
Kemenkes RI, 2017. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2016, Available at: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20170203/0319612/inilah-hasil-pemantauan-status-gizi-psg-2016/.
Kementerian Kesehatan RI, 2018. Hasil Utama Riskesdas Provinsi Riau 2018,
Mitra, M., Nurlisis, N. & Destriani, R., 2018. Jenis dan Keberagaman Makanan Pendamping Air Susu Ibu dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-24 bulan. Prosiding Widya Karya Pangan dan Gizi, 1(1), pp.111–119.
Mitra, M., Susmaneli, H. & Winda Septiani, 2017. Model Pendidikan Gizi untuk mencapai Pertumbuhan Optimal pada Bayi Berat Badan Lahir Rendah. STIKes Hang Tuah Pekanbaru.
Nutrition, N.I. of, 2013. Diet and Nutritional Status of Rural Population, Prevalence of Hypertention & Diabetes among Adults and Infant Young Child Feeding Practices, India.
Supariasa, I.D.N., 2014. Pendidikan & Konsultasi Gizi, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Yunita, J. & Nurlisis, 2017. Peran Kader dalam Pemantauan Pertumbuhan Balita di Posyandu BGM : Studi Kualitatif, Pekanbaru.
Published
2019-06-30
How to Cite
Mitra, M. (2019). Meningkatkan Status Gizi Balita Melalui Praktek Pengolahan Makanan Pendamping ASI Buatan Sendiri. Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3, 208-213. https://doi.org/10.31849/dinamisia.v3i0.4169
Abstract viewed = 36 times
PDF downloaded = 29 times