Peran Gabungan Kelompok Tani Dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Terhadap Pendapatan Petani Gapoktan Mbohang Desa Bangka Lelak Kecamatan Lelak Kabupaten Manggarai
DOI:
https://doi.org/10.31849/forestra.v19i2.18373Keywords:
community forest, role of gapoktan, contribution of community forestAbstract
The aim of this research is to determine the role of combined farmer groups in increasing farmers' income and to determine the contribution of HKm to the income of Gapoktan Mbohang farmers, Bangka Lelak Village, Lelak District, Manggarai Regency. The research was conducted in January – February 2023 at Gapoktan Mbohang, Bangka Lelak Village. 36 respondents were obtained using the stratified random sampling method, the Slovin formula, and analyzed using descriptive analysis and quantitative analysis. The research results show that the role of Gapoktan in increasing farmers' income is: (1) providing input for agricultural businesses, (2) learning forum for Gapoktan Mbohang members to increase knowledge, (3) providing agricultural capital, (4) marketing agricultural products. The HKm program contributes greatly to the income of Gapoktan farmers, divided into 4 strata according to the area of HKm land managed, namely strata I, land area of 0.5 Ha, contribution of 81.58%, strata II of land area of 1 Ha, contribution of 78.92%, strata III a land area of 1.5 Ha contributed 94.12%, and the fourth strata with a land area of 2 Ha contributed 91.86%. The average contribution of HKm Mbohang to farmer income is 86.62% per year
References
Arikunto, S. (2006). Prosedure Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi II. Penerbit PT. Rineka Cipta. Yogyakarta.
Kab Manggarai, B. (2021). Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai. In Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai. ©Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai.
Karim, A. (1996). Evaluasi Karakteristik Lahan Kopi Arabika Catimor di Aceh Tengah. J. Pen. Per., Fakultas Pertanian UISU, 15(1), 19–26.
Kehutanan, K. (2016). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P. 83/Menlhk/Setjen/Kum. I/10/2016 tentang Perhutanan Sosial.
Nandini, R. (2013). Evaluasi pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) pada hutan produksi dan hutan Lindung di Pulau Lombok. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 10(1), 43–55.
Nurfaida et al. (2011). Bahan AJar Ilmu Tanaman Lanskap. Bahan Ajar Ilmu Tanaman Lanskap. Universitas Hasanuddin. Makassar, 27.
Permanasari, I., & Kastono, D. (2012). Pertumbuhan tumpangsari jagung dan kedelai pada perbedaan waktu tanam dan pemangkasan jagung. Jurnal Agroteknologi, 3(1), 13–21.
Permenhut. (2014). Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P.57/Menhut- Ii/2014 Tentang Pedoman Pembinan Kelompok Tani Hutan Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Menteri Kehutanan Republik Indonesia.In Arsyad (Vol. 3, Issue 2, pp. 146). http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/equilibrium/article/view/1268/1127
Pradnyawati, I. G. A. B., & Cipta, W. (2021). Pengaruh Luas Lahan, Modal dan Jumlah Produksi Terhadap Pendapatan Petani Sayur di Kecamatan Baturiti. Ekuitas: Jurna Pendidikan Ekonomi, 9(1), 93. https://doi.org/10.23887/ekuitas.v9i1.27562
Purwoko, A. (2002). Kajian Akademis Hutan Kemasyarakatan. https://www.mendel y.com/catalogue/947c97b2 c5eb 3875 9789 e12a6154dbdc/?utm_source=desktop&utm_medium=1.19.5&utm_campaign=open_catalog&userDocumentId=%7Bbe61f422-7a8a-4b41-9799-7f452b9b1877%7D
Rahmayani, A. (2020). Pengaruh Luas Lahan, Status Kepemilikan Lahan, Dan Religiusitas Terhadap (Studi Kasus Petani Padi di Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan). In Skripsi (p. 19). UIN Ar-Raniry.
Soekartawi. (2006). Analisis Usaha Tani. UI – Press.
Stewart, A. E., Stewart, E. A., & Campbell, L. F. (2001). The Relationship of psychological birth order to the family atmosphere and to personality. Journal of Individual Psychology, 57(4), 363–387.
Sudharmono. (1982). Undang - Undang No. 4 Tahun 1982 Tentang Ketentuan - Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jkt. Kant. Menteri Negara Pembang. Dan Lingkung. Hidup, 4.
Supriadi, H., & Pranowo, D. (2016). Prospek Pengembangan Agroforestri Berbasis Kopi di Indonesia. Perspektif, 14(2), 135. https://doi.org/10.21082/p.v14n2.2015.135-150
Suputra, D. P. A., Ambarwati, I. G. a. ., & Tenaya, I. M. N. (2012). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Studi Kasus di Subak Daksina , Desa Tibubeneng ,. Agrobisnis Dan Agrowisata, 1(1), 61–68.
Suratiyah, K. (2015). Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta. 2002. Analisa Usaha Tani. Universitas Indonesia Press Jakarta.
Winarni, S., Budi Yuwono, S., & Herwanti, S. (2016). Struktur Pendapatan, Tingkat Kesejahteraan Dan Faktor Produksi Agroforestri Kopi Pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Batutegi (Studi Di Gabungan Kelompok Tani Karya Tani Mandiri). Jurnal Sylva Lestari, 4(1), 1. https://doi.org/10.23960/jsl141-10 .



