Persepsi Masyarakat Terhadap Kegiatan Pembasahan Lahan Untuk Restorasi Gambut (Studi kasus Di Desa Merbau Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan)
DOI:
https://doi.org/10.31849/forestra.v19i2.18845Keywords:
canal blocking, community perception, Merbau Village, peatAbstract
The clearing of peat swamp land which is exacerbated by poor water management causes damage to the peat ecosystem and is prone to land fires during the dry season. To overcome this problem, it is necessary to re-wet the land, including by building canal blockings. This study aims to examine community perceptions of land re-wetting activities in the framework of peat restoration in Merbau Village, Bunut Sub District, Pelalawan District. Data collection uses interviews, field observations, and document studies. Informants were selected purposively, namely community members involved and affected by peatland re-wetting activities. Data were analyzed by descriptive qualitative. The results of this study indicate that the community has different perceptions to the peatlands re-wetting using canal blocks built on the community's oil palm plantation land. Some people have a positive perception because they have felt the benefits from a socio-economic perspective and reduced the recurring peatland fires in Merbau Village. They even have the awareness to take care of the existing canal blocks. However, some people still object to the construction of canal blocks on their own land because it will disturb the oil palm plantations and the process of harvesting the palm fruit.
Keywords: canal blocking, community perception, Merbau Village, peat.
References
Badan Restorasi Gambut. 2016. Mengawali Restorasi Gambut Indonesia. Laporan Tahunan 2016. Jakarta: Badan Restorasi Gambut.
Badan Restorasi Gambut. 2017. Rencana Strategi Restorasi Gambut 2016-2020.
Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP). 2013. Peta lahan gambut terdegradasi skala 1:250.000. Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian RI.
Triadi, L.B. 2020. Restorasi Lahan Rawa Gambut Melalui Metode Pembasahan (Sekat Kanal) dan Paludikultur. Jurnal Sumber Daya Air 16(2): 103-118.
Fahmuddin, A. dan Subiksa I.G.M. 2008. Lahan gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF), Bogor. Indonesia.
Hooijer, A., Page, S., Jauhiainen, J., Lee, W. A., Lu, X. X., Idris, A. and G. Anshari. 2012. Subsidence and carbon loss in drained tropical peatlands. Biogeosciences 9(19): 1053 – 1071.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2015. Peta Kesatuan Hidrologi Gambut (Provinsi, Kabupaten/Kota) Pulau Sumatera.http://webgis.dephut.go.id:8080/kemenhut/index.php. Diakses pada 10 Januari 2022 Pukul 19.21 WIB.
Nurgiyanto, B. 2002. Statistik Terapan Untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Gadjah Mada Universitas Press. Yogyakarta.
Purnomo H., Puspitaloka D. 2020. Pembelajaran Pencegahan Kebakaran dan Restorasi Gambut Berbasis Masyarakat. Bogor, Indonesia: CIFOR.
Qodriyatun, S. N. 2014. Kebijakan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Prosiding Info Singkat Kesejahteraan Sosial. Kebijakan Lingkungan pada Pusat Pengkajian, Pengolahan Data dan Informasi (P3DI) Setjen DPR RI.
Qomar, N., A. Muhammad, Q.P. Ilham, H.P. Rusantoyo, L. Syaufina. 2020. Penyiapan Lahan Tanpa Bakar Untuk Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan. Dalam Purnomo, H., dan Puspitaloka. D.(ed). 2020. Pembelajaran Pencegahan Kebakaran dan Restorasi Gambut Berbasis Masyarakat. Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR). Bogor.
Ramdhan, M. 2017. Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Kebijakan Restorasi Lahan Gambut di Kalimantan Tengah. Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan 4(1): 60-72.
Robbins, P., Judge, Timothy A. 2015. Perilaku Organisasi: Organisasi Behaviori, Penerjemah Ratna Saraswati dan Febrila Siarait, Salemba Empat. Jakarta.
Sarbaini H, Matnuh, dan Zainal. 2015. Persepsi Masyarakat terhadap Partai Politik di Desa Terantang Kecamatan Mandrastana Kabupaten Barito Kuala. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan 5(9): 735-742.
Sugiyanto, S. 2019. Kearifan Lokal Petani dan Kelestarian Gambut (Studi Kasus Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. JOM FISIP 6(1): 1-15.
Tahrun, M., Wawan, W., & Amri, A. I. 2015. Perubahan Sifat Fisik Gambut Akibat Kebakaran Di Desa Teluk Binjai Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan. Jurnal Faperta 2(1): 1-12.
Winarna. Yusuf, M.A., Rahutomo, S., dan Sutarta, E.S., 2014. Dampak Muka Air Tanah dan Amelioran Terhadap Kelembapan Tanah, Emisi CO2 dan Produksi Kelapa Sawit pada Tanah Gambut. Medan. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. J. Pen. Kelapa Sawit 25(3): 147-160.
Yusuf, A., Hapsoh, H., Siregar, S. H., & Nurrochmat, D. R., 2018. Analisis Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Provinsi Riau. Jurnal Dinamika Lingkungan Indonesia, 6(2): 67-84.



