Evaluasi Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan Dampaknya Terhadap Kondisi Hutan di Kelompok Perhutanan Hkm Buli Uher, Desa Ilinmedo Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka
DOI:
https://doi.org/10.31849/forestra.v20i1.22299Keywords:
Evaluation of management, community forests, forest conditionsAbstract
The aims of evaluation of the community forest management of HKm Buli Uher, Ilinmedo Village, Waiblama District, Sikka Regency to observe and assess the implementation of HKm. The method used mixed method between qualitative and quantitative methods. The results of the quantitative method were a scoring evaluation of HKm management, which is based on the weight of several variables, including institutional, community empowerment, HKm area governance, and HKm business governance, as well as data collection on land cover analysis and vegetation analysis. A simple random sample is the first step method in the vegetation analysis process, and a line transect is subsequently used. Meanwhile, the qualitative method is information or data from interviews, observations, and documents related to the management of Buli Uher HKm. The results showed that the management of the Buli Uher HKm in Ilinmedo Village received an assessment with good criteria. In the meantime, the Ilinmedo Protected Forest in HKm Buli Uher experienced a notable reduction in forest conditions in 2023, according to the results of a vegetation study and land cover changes, with vegetation that is changing after being damaged. It happened as a result of the community's logging and forest burning.
References
Asyari, S. M. (2022). Buku Ajar Inventarisasi Sumberdaya Hutan (Perisalah Hutan) (Issue 38).
Dwi Sudarsono. (2016). Panduan Monitoring Dan Evaluasi Phbm. Diakses dari https://Docplayer.Info/68498805 Dwi Sudarsono Panduan Monitoring Dan Evaluasi-Phbm.html
Frederik Reinardus Naiheli. (2022). Struktur Dan Komposisi Serta Status Regenerasi Mamar Desa Beaneno, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka. 8(2), 342–355.
Idris, A. I., Rusmidin, & Mahfudz, M. (2023). Keanekaragaman Dan Pemanfaatan Tumbuhan Bawah Pada Lahan Agroforestry Di Desa Alu Kecamatan Alu Kabupaten Polewali Mandar. Pangale Journal Of Forestry And Environment, 3(1), 38–48.
Indriyani, S., Arisoesilaningsih, E., Wardiyati, T., & Purnobasuki, H. (2010). Hubungan Faktor Lingkungan Habitat Porang (Amorphophallus Muelleri Blume) Pada Lima Agroforestri Di Jawa Timur Dengan Kandungan Oksalat Umbi. Academia Basic Science Seminar Vii, May 2014, 1–10. Diakses dari https://Www.Academia.Edu/Download/42534122/Hubungan_Faktor_Lingkungan_Habitat_Poran20160210-15818-17u2jvx.Pdf
Jalaluddin. (2023). Jurnal Teknologi Kimia Unimal. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 2(Mei), 85–100.
Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan. (2014). Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia. Nomor : P.88/Menhut-Ii/2014. Tentang. Hutan Kemasyarakatan.
Kph Sikka. (2023). Rkps Kphkm Buli Uher.
Lenaini, I. (2021). Teknik Pengambilan Sampel Purposive Dan Snowball Sampling. Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39. P-Issn 2549-7332 %7c E-Issn 2614-1167%0d
M. Iqbal. (2020). Metode Mixed Methods.
Nandini, R. (2013). Evaluasi Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (Hkm) Pada Hutan Produksi Dan Hutan Lindung Di Pulau Lombok. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 10(1), 43 55. Diakses dari https://Doi.Org/10.20886/Jpht.2013.10.1.43-55
Renta, P. P., Pribadi, R., Zainuri, M., Angraini, M., & Utami, F. (2016). Struktur Komunitas Mangrove Di Desa Mojo Kabupaten. 1(2), 1–10.
Reski, N. A., Yusran, Y., & Makkarennu, M. (2017). Rancangan Pemberdayaan Masyarakat Pada Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (Hkm) Desa Pacekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Jurnal Hutan Dan Masyarakat, 9(1), 37. Diakses dari https://Doi.Org/10.24259/Jhm.V9i1.2039
Rizki Sanjaya. (2016). Evaluasi Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (Hkm) Pada Gabungan Kelompok Tani Rukun Lestari Sejahtera Di Desa Sindang Pagar Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat. 13(3), 44–50.
Rp Chandra. (2020). Tutupan Lahan. 14–34.
Rulianto, A. (2018). Analisis Vegetasi Dalam Upaya Pengembangan Wisata Di Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Bmc Microbiology, 17(1), 1 14. Diakses dari https://Doi.Org/10.1016/J.Biotechadv.2018.09.003%0ahttp://Dx.Doi.Org/10.1016/J.Bbamem.2015.10.011%0ahttp://Www.Ncbi.Nlm.Nih.Gov/Pubmed/2710
Sainul Sanjaya. (2022). Evaluasi Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (Hkm) Lajoanging Desa Harapan Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru., 8.5.2017, 2003–2005.
Sari, D. N., Wijaya, F., Mardana, M. A., & Hidayat, M. (2018). Analisis Vegetasi Tumbuhan Bawah Dengan Metode Transek (Line Transect) Di Kawasan Hutan Deudap Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Prosiding Seminar Nasional Biotik, 6(1), 165–173.
Setiawan, F. (2020). Lahan Kabupaten Bangka Selatan. 209–213.
Sulastri, W., Suhartoyo, H., & Yansen, Y. (2019). Evaluasi Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (Hkm) Dan Perubahan Tutupan Lahan Pada Areal Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (Iuphkm) Desa Ujan Mas Atas Kabupaten Kepahiang. Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan, 8(1),77 86. Diakses dari https://Doi.Org/10.31186/Naturalis.8.1.9169
Tuakora, M. A. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Lindung Gunung Sirimau (The Factors That Influenced Land Cover Change In Gunung Sirimau Protected Forest Are ). 16, 60–68.



