Strategi Penanaman Toleransi Beragama Anak Usia Dini

  • Anwar Zain Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Keywords: Strategi Penanaman, Toleransi Beragama, Anak Usia Dini

Abstract

Sekolah PAUD Widya Dharma merupakan satu satunya lembaga pendidikan tingkat TK (Taman Kanak-Kanak) yang mempunyai siswa yang berlatar berlakang agama lebih beragam dari sekolah TK. PAUD lainnya di Kota Banjarmasin. Latar belakang agama siswanya tersebut meliputi: agama Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu. Prosentasi siswa dari beragam agama tersebut tidak ada jumlah siswa dari beragama yang mendominasi lebih dari 50%. Selain itu juga walaupun para pendiri sekolah ini kebanyakannya dari orang yang beragama Budha, tetapi siswa yang berlatar belakang agama Budha tidak mendominasi secara kuantitas, sedangkan siswa yang beragama Kristen Protestan yang lebih banyak. Secara urutan kuantitas jumlah siswa berdasarkan latar belakang agama terbanyak ialah (1) Kristen Protestan, (2) Islam, (3) Katholik, (4) Budha, dan (5) Hindu. Berdasarkan latar belakang singkat tersebut, maka sangat perlu dan manfaat secara kajian ilmiah untuk diteliti tentang kehidupan toleransi beragama anak dengan anak lainnya yang mempunyai agama berbeda-beda ditingkat TK. PAUD. Oleh karena itu, peneliti memfokuskan penelitian ini kepada strategi penanaman toleransi beragama anak di PAUD Widya Dharma Kota Banjarmasin.  Pendekatan Penelitian menggunakan metode  penelitian  kualitatif  yang dilakukan  dengan  penelitian  lapangan, informan dalam menggali penelitian ditujukan kepada guru-guru agama, dan objek penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi penanaman toleransi beragama kepada anak-anak yang berbeda-beda agamanya. Teknik penelitiannya dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian untuk memvalidasi tingkat kebenaran data tersebut maka dalam hal ini menggunakan teknik triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menyatakan bahwa strategi penanaman toleransi beragama pada anak usia dini melalui 5 (lima) kegiatan, yaitu (1) Guru mengenalkan sifat-sifat baik. (2) Guru mengenalkan sifat toleransi beragama. (3) Guru memberikan stimulus agar  anak berpikir tentang sifat-sifat baik, 4) Guru memberikan stimulus agar anak berpikir tentang toleransi beragama. (5) Guru membuat anak merasakan  manfaat sifat toleransi beragama.

Kata kunci: Strategi Penanaman, Toleransi Beragama, Anak Usia Dini.

 

Abstract

PAUD Widya Dharma School is the only kindergarten level educational institution (Kindergarten) which has students with more diverse religious backgrounds than kindergarten schools. Other PAUD in Banjarmasin City. The students' religious backgrounds include: Islam, Christianity, Catholicism Buddhism and Hinduism. The percentage of students from various religions does not have the number of students from that religion which dominates more than 50%. In addition, even though the founders of this school were mostly Buddhist, students with Buddhist backgrounds did not dominate in quantity, while students who were Protestant Christians were more numerous. In order of quantity, the highest number of students based on religious backgrounds is (1) Protestant Christianity, (2) Islam, (3) Catholic, (4) Buddhist, and (5) Hinduism. Based on this brief background, it is very necessary and beneficial in a scientific study to study the religious tolerance of children with other children who have different religions at the kindergarten level. PAUD. Therefore, the researcher focuses this research on the strategy of internalization children's religious tolerance in PAUD Widya Dharma Banjarmasin City. The research approach used qualitative research methods carried out by field research, informants in exploring research aimed at religious teachers, and the object of this study was to find out how to cultivate religious tolerance strategies for children of different religions. The research technique is by conducting interviews, observation and documentation. Then to validate the level of correctness of the data, in this case using the triangulation technique methods and sources. The results of the study state that the strategy of internalization religious tolerance in early childhood through 5 (five) activities, namely: (1) The teacher introduces good traits, (2) The teacher introduces the nature of religious tolerance; (3) The teacher provides a stimulus so that the child thinks about good traits; (4) Tthe teacher provides a stimulus so that the child thinking about religious tolerance, (5) Teachers make children feel the benefits of religious tolerance.

Keywords: Strategy of Internalization, Religious Tolerance, Early Childhood

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Bukhari. (2011). Ensiklopedia Hadits: Shahih al-Bukhori 1. Jakarta: Almahira.

Azwar, S. (2010). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cheppy, H. (1995). Dimensi-Dimensi Pendidikan Moral. Semarang: IKIP Press.

Depdikbud. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonensia. Jakarta: Balai Pustaka.

DIKMAS, D. J. (2015). Pedoman Penanaman Sikap PAUD. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Faiqaoh, N. (2015). Implementasi Pendidikan Berbasis Multikultural Sebagai Upaya Penanaman Nilai Karakter Kejujuran, Toleransi dan Cinta Damai. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Faizin , A. (2016). Strategi Pengamalan Nilai-Nilai Toleransi Beragama pada Siswa Melalui Binaan Rohani. Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim.

Hartoyo, B. (2004). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jawa Tengah: BPPLSP Regional III.

Kementerian-Agama. (2010). Al-Qur'an Terjemah. Tanggerang: Panca Cemerlang.

Kutsianto. (2014). Metode Pembiasaan Sebagai Media Pembentukan Karakter Anak. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.

Mansur. (2011). Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Miles, M. B., & A, M. H. (2005). Qualitative Data Analysis. Jakarta: UI Press.

Moleong, L. (2002). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Murdiono, M. (2015). Metode Penanaman Nilai Moral untuk AUD. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Ormord, J. (2000). Educational Psycologi. New Jarsey: Merill Prentice Hall Inc.

Otib , H. S. (2008). Metode Pengembangan Moral dan Nilai-Nilai Agama. Jakarta: Universitas Terbuka.

Permendikbud. (2014). Kurikulum 2013 Anak Usia Dini. jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Rini, C. D. (2015). Peran Guru Agama dalam Meningkatkan Kerukunan Siswa Antar Agama. Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim.

S, Nasution. (2006). Metodologi Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.

Santi, S. (2014). Upaya Guru Menumbuhkan Sikap Toleransi bagi AUD. Pontianak: UNTAN.

Shihab, Q. (1996). Membumikan Al-Qur'an. Bandung: Mizan.

Sumaatmatdja, N. (1998). Manusia dalam Konteks Sosial, Budaya, dan Lingkungan Hidup. Bandung: Alfabeta.

Undang-Undang. (1965). Pencegahan penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Jakarta: DPR RI.

Undang-Undang. (2003). Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: DPR RI.

Wati, W. P. (2015). Peran Guru PAI dalam Penanaman Nilai-Nilai Toleransi antar Umat Beragama. Yogyakarta: UIN Sunan kalijaga.

Yaqin, A. (2005). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pilar Media.

Yuliasari, N., Thamrin, M., & Ali, M. (2015). Strategi Pengembangan Moral dan Agama di TK. Pontianak: UNTAN.

Zaini. (2010). Penguatan Pendidikan Toleransi Sejak Usia Dini (Menanamkan Nilai-nilai Toleransi dalam Pluralisme Beragama pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) . Toleransi Media Ilmiah Komunikasi Ummat Beragama, Volume 2 No. 1.

Zaman , B. (2008). Media dan Sumber Belajar TK. Jakarta: Universitas Terbuka.

Published
2020-09-30
How to Cite
Zain, A. (2020). Strategi Penanaman Toleransi Beragama Anak Usia Dini. PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(01), 97-111. https://doi.org/10.31849/paud-lectura.v4i01.4987
Abstract viewed = 173 times
PDF downloaded = 174 times