PERAN DIGITALISASI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN EKONOMI: PERSPEKTIF PEREMPUAN PELAKU USAHA MIKRO

Authors

  • Iren Nainggolan Universitas Advent Indonesia
  • Henry Pandia Universitas Advent Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31849/8jhdbh49

Keywords:

Digitalisasi pemasaran, Kemandirian ekonomi, usaha mikro perempuan, fenomenologi interpretatif

Abstract

 Pemasaran digital menawarkan peluang baru bagi usaha mikro. Namun, hanya sekitar 30% pengusaha mikro perempuan di Indonesia yang memanfaatkan platform digital secara optimal. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran pemasaran digital dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pengusaha mikro perempuan di Kota Bandung. Pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman delapan partisipan yang dipilih secara purposif dari sektor kuliner, fesyen, dan kerajinan tangan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke. Temuan menunjukkan bahwa platform digital sederhana seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok memfasilitasi perluasan pasar dan pertumbuhan pendapatan. Meskipun menghadapi tantangan seperti beban rumah tangga dan keterbatasan literasi digital, fleksibilitas teknologi memungkinkan perempuan mengelola usaha mereka secara mandiri. Disimpulkan bahwa pemasaran digital berperan sebagai katalisator dalam mewujudkan kemandirian ekonomi yang bersifat interdependen (saling terhubung, bukan individualistis). Rekomendasi strategis yang diajukan meliputi penyediaan pelatihan digital berbasis platform populer yang disesuaikan dengan keterbatasan waktu perempuan dan fasilitasi integrasi logistik antarpulau.

References

[1] M. Meranti, L. Arrianie, and I. Silviana, "Bridging the Digital Gap: Empowering Women Entrepreneurs through Inclusive Development Communication," J. Komun. Ikat. Sarj. Komun. Indones., vol. 10, no. 2, pp. 387–398, Dec. 2025, doi: 10.25008/jkiski.v10i2.1373.

[2] D. Charisma, B. Hermanto, M. Purnomo, and T. Herawati, "Building Business Resilience Through Strategic Entrepreneurship: Evidence from Culinary Micro-Enterprises in Bandung During the COVID-19 Pandemic," Sustainability, vol. 17, no. 6, p. 2578, Mar. 2025, doi: 10.3390/su17062578.

[3] J. A. Smith, P. Flowers, and M. Larkin, Interpretative Phenomenological Analysis: Theory, Method and Research. London, UK: SAGE Publications, 2009.

[4] S. Ramadani, D. A. Ramadhani, M. Ikrom, and L. M. Harahap, "Peran Strategis UMKM dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia," J. Ekon. Bisnis Dan Manaj., vol. 4, no. 1, pp. 158–166, Mar. 2025, doi: 10.58192/ebismen.v4i1.3183.

[5] R. D. Sofia, L. Meria, R. Rojuaniah, M. K. D. Djunaedi, and W. Rahmawati, "Perempuan dan Transformasi Digital: Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemasaran dan Pengelolaan Keuangan di UMK Kelurahan Duri Kepa," J. Abdi Masy., vol. 11, no. 5, pp. 445–456, Jun. 2025, doi: 10.47007/abd.v11i5.9469.

[6] N. K. Rahmawati, A. Muktiyanto, and H. C. Rahayu, "Pengaruh Transformasi Digital Dalam Peningkatan Pendapatan UMKM Perempuan di Jabodetabek," J. Account. Finance Manag., vol. 6, no. 1, pp. 70–87, Mar. 2025, doi: 10.38035/jafm.v6i1.1584.

[7] Republik Indonesia, "Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah," Jakarta, Indonesia, 2008.

[8] R. A. Rahmatika, L. Purnomo, R. C. Wibawa, and C. P. Pratiwi, "Online Social Capital as a Catalyst for Female Entrepreneurship," J. Glob. Bus. Manag. Rev., vol. 6, no. 1, pp. 150–159, Jul. 2024, doi: 10.37253/jgbmr.v6i1.9282.

[9] M. R. D. Maharani and M. A. Almuchty, "Peran Kewirausahaan Perempuan dalam UMKM Agribisnis terhadap Pembangunan Ekonomi Lokal: Tinjauan Literatur Sistematik," J. Ekon. Pertan. Agribisnis, vol. 10, no. 2, pp. 112–125, 2025.

[10] N. F. Yahya, A. Tawe, M. Rakib, and A. A. Sulolipu, "Digital Transformation of Women Entrepreneurs in Makassar City: Analysis of Opportunities and Challenges from a Gender Perspective," Int. J. Bus. Econ. Law, vol. 2, no. 5, pp. 78–89, 2025.

[11] A. Pratiwi, N. A. Putri, A. F. P. Nusantara, and A. B. Najich, "Membangun Kemandirian Ekonomi Perempuan: Implementasi Program Bestee pada Pelaku UMKM di Kabupaten Jember," J. Pendidik. dan Pengabdi. Masy., vol. 9, no. 1, pp. 292–304, Feb. 2026, doi: 10.29303/jppm.v9i1.10902.

[12] S. M. Hakim, T. Anggraeni, R. I. Yaseer, N. F. Nafanto, N. Taftazani, L. Juniarti, et al., "Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan Desa Kalibeji di Platform Digital Melalui Workshop Inovasi UMKM," Kampelmas, vol. 4, no. 1, pp. 167–175, Apr. 2025.

[13] B. Urban and P. Moetse, "Social capital in a digital age: a focus on bridging and bonding social capital of women entrepreneurs in South Africa," Int. J. Entrep. Small Bus., vol. 52, no. 1, pp. 67–85, 2024, doi: 10.1504/IJESB.2024.137757.

[14] D. Streimikiene and A. Mikalauskiene, "Exploring gender-based disparities in the digital transformation and sustainable development of SMEs in V4 countries," J. Innov. Knowl., vol. 10, no. 2, p. 100681, 2025, doi: 10.1016/j.jik.2025.100681.

[15] N. Kabeer, "Resources, Agency, Achievements: Reflections on the Measurement of Women's Empowerment," Dev. Change, vol. 30, no. 3, pp. 435–464, 1999, doi: 10.1111/1467-7660.00125.

[16] J. W. Creswell and J. D. Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, 5th ed. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications, 2018.

[17] V. Braun and V. Clarke, "Using thematic analysis in psychology," Qual. Res. Psychol., vol. 3, no. 2, pp. 77–101, 2006, doi: 10.1191/1478088706qp063oa.

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

[1]
“PERAN DIGITALISASI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN EKONOMI: PERSPEKTIF PEREMPUAN PELAKU USAHA MIKRO”, zn, vol. 8, no. 2, pp. 434–444, Mar. 2026, doi: 10.31849/8jhdbh49.