Penguatan Peran Orang Tua dalam Pengembangan Bina Diri Anak dengan Disabilitas Intelektual
DOI:
https://doi.org/10.31849/t59s0g44Keywords:
Disabilitas Intelektual, Bina Diri, Pelatihan Orang Tua, Pengasuhan, Task AnalysisAbstract
Pengembangan bina diri pada anak dengan disabilitas intelektual sering kali terhambat oleh kompleksitas hambatan kognitif, motorik, dan adaptif yang mereka alami. Banyak orang tua merasa tidak percaya diri dan tidak memiliki keterampilan yang memadai untuk melatih anak mereka secara sistematis. Kebutuhan mendesak akan kapasitas orang tua sebagai pendamping utama yang terampil dan percaya diri dalam melatih keterampilan kemandirian dasar (bina diri) anak di lingkungan rumah. Program pelatihan yang diterapkan dirancang secara terstruktur dalam dua sesi inti: (1) Psikoedukasi mengenai karakteristik disabilitas intelektual dan prinsip perkembangan bina diri, serta (2) Pelatihan teknik aplikatif (task analysis, systematic prompting dan fading, positive reinforcement) dan observasi kemajuan anak.
Penelitian dilakukan di SLB Bundo Kandung dengan melibatkan orang tua sebagai peserta. Efektivitas program diukur berdasarkan peningkatan pemahaman dan keterampilan orang tua Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini terbukti signifikan dalam meningkatkan kapasitas orang tua. Terjadi peningkatan yang cukup besar, dari tingkat pemahaman dan keterampilan awal sebesar 41,8% menjadi 76% setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa orang tua telah mengalami transformasi peran dari sekadar pengasuh (caregiver) menjadi pelatih (coach) yang lebih terampil dan sistematis.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
