DEVELOPMENT OF AN INTEGRATED SCIENCE AND SOCIAL STUDIES (IPAS) TEACHING MODULE WITH ETHNOSTEM CONTENT BASED ON GUIDED INQUIRY TO ENHANCE THE SCIENTIFIC AND CULTURAL LITERACY OF FIFTH-GRADE STUDENTS AT SD NEGERI 004 BAGAN TIMUR
Keywords:
EtnoSTEM, Guided Inquiry, Scientific Literacy, Cultural Literacy, IPAS ModuleAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi sains dan budaya siswa sekolah dasar yang disebabkan oleh keterbatasan bahan ajar kontekstual serta minimnya integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial). Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan mengembangkan modul ajar IPAS bermuatan EtnoSTEM berbasis inkuiri terbimbing guna meningkatkan literasi sains dan budaya siswa kelas V SD Negeri 004 Bagan Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Subjek penelitian terdiri atas 23 siswa kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan 23 siswa kelas VB sebagai kelompok kontrol. Data penelitian diperoleh melalui lembar validasi ahli, angket kepraktisan guru dan siswa, serta tes literasi sains dan budaya. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi (92%), kepraktisan sangat baik (guru 93%, siswa 89%), dan efektivitas tinggi, dengan peningkatan literasi sains (N-Gain = 0,74) serta literasi budaya (N-Gain = 0,72). Uji t menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol (Sig. < 0,05). Hasil tersebut mengindikasikan bahwa integrasi pendekatan EtnoSTEM dan model inkuiri terbimbing mampu menciptakan pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan relevan dengan budaya Melayu Riau. Dengan demikian, modul ajar IPAS bermuatan EtnoSTEM berbasis inkuiri terbimbing dinyatakan layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan literasi sains dan budaya siswa sekolah dasar, sekaligus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.
