Strengthening Village Governance through System-Based Administrative Digitization
Memperkuat Tata Kelola Desa melalui Digitalisasi Administrasi Berbasis Sistem
DOI:
https://doi.org/10.31849/dinamisia.v10i3.33093Keywords:
Digitalization, village administration, apparatus capacity, village governance, public services, digital systemsAbstract
One of the main challenges facing the desa's government is the lack of adequate administrative and information technology capabilities. This situation affects the effectiveness of public services and the quality of the pemerintahan desa's tata kelola, especially in desa that still uses a manual administrative system and is not yet established. The goal of this pengabdian activity is to increase the capacity of the desa through the use of digital tata kelola administration. The methods used include observation, pre-test, pelatihan, pendampingan, and post-test evaluation. The activity's results indicate an increase in Simalinyang residents' awareness of the area. In addition, the successful implementation of an integrated digital desa administration system and an increase in the effectiveness of public digital services. Accordingly, digitalization of desa administration is an effective strategy for improving the quality of tata kelola pemerintahan desa that is tertib, efisien, and continuous.
References
Asrori, A. (2014). Kapasitas perangkat desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa di Kabupaten Kudus. Jurnal Bina Praja, 6(2), 101–116. https://doi.org/10.21787/jbp.06.2014.101-116
Eko, S., Khasanah, T. I., Widuri, D., Handayani, S., Handayani, N., Qomariyah, P., Aksa, S., Hastowiyono, Suharyanto, & Kurniawan, B. (2014). Desa membangun Indonesia. Forum Pengembangan Pembaharuan Desa.
Firmansyah, A., Abidin, D. Z., & Nurhadi. (2024).
Analisis dan perancangan sistem informasi pemerintahan desa berbasis web pada Desa Pelawan Jaya Kabupaten Sarolangun. JAKAKOM: Jurnal Aplikasi Komputer dan Manajemen, 4(2). https://ejournal.unama.ac.id/index.php/jakakom/article/view/1902
Geohansa, A., Mulyaningsih, M., Sumarna, E., & Fauzi, F. (2025). Digital transformation of village governance in Cibunar Village, Garut, Indonesia. Proceeding International Conference on Sustainable Environment and Innovation (ICOSEI), 1(1). https://doi.org/10.53675/icosei.v1i1.1543
Heeks, R. (2006). Implementing and managing e-government: An international text. Sage Publications.
Hilderbrand, M. E., & Grindle, M. S. (1997). Building sustainable capacity in the public sector: What can be done? In M. S. Grindle (Ed.), Getting good government: Capacity building in the public sectors of developing countries (pp. 31–61). Harvard Institute for International Development. https://gsdrc.org/document-library/building-sustainable-capacity-in-the-public-sector-what-can-be-done/
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan. https://peraturan.go.id/id/permendagri-no-81-tahun-2015
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2019).
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 109 Tahun 2019 tentang formulir dan buku yang digunakan dalam administrasi kependudukan.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2016). Indeks Desa Membangun (IDM). https://sid.kemendesa.go.id/idm
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2021). Indeks Desa Membangun (IDM). https://sid.kemendesa.go.id/idm
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2021). Keputusan Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Nomor 398.4.1 Tahun 2021 tentang perubahan keempat atas Keputusan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Nomor 30 Tahun 2016 tentang status kemajuan dan kemandirian desa. https://idm.kemendesa.go.id
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2023). Indeks Desa Membangun (IDM). https://sid.kemendesa.go.id/idm
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2025). Indeks Desa Membangun (IDM). https://sid.kemendesa.go.id/idm
Kusumaningrum, M., Wismono, F. H., & Sartika, D. (2016). Peningkatan kapasitas desa. PKP2A III Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2019). Laporan kinerja Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur II Tahun 2018. Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur II.
https://makassar.lan.go.id/wp-content/uploads/2019/10/4.2.e.-Laporan-Kinerja-PKP2A-II-LAN-2018.pdf
Lembong, F., Lapian, M. T., & Kalangie, F. (2017). Penataan administrasi desa dalam menunjang efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di Desa Tewasen Kecamatan Amurang Barat. Jurnal Eksekutif,1(1). https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jurnaleksekutif/article/view/15434
Mardinata, E., Cahyono, T. D., & Rizqi, R. M. (2023).
Transformasi digital desa melalui sistem informasi desa (SID): Meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 73–81. https://doi.org/10.38043/parta.v4i1.4402
Mergel, I., Edelmann, N., & Haug, N. (2019). Defining digital transformation: Results from expert interviews. Government Information Quarterly, 36(4), 101385. https://doi.org/10.1016/j.giq.2019.06.002
Nurcholis, H. (2011). Pertumbuhan dan penyelenggaraan pemerintahan desa. Erlangga.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. https://peraturan.go.id/id/uu-no-6-tahun-2014
Sagala, S. (2010). Konsep dan makna pembelajaran. Alfabeta.
Sari, T. U. M., Nykhen, N., Setiawan, E., & Omar, A. (2026).
Optimalisasi data desa melalui program KKN: Penyusunan profil desa yang informatif dan akurat. Sumbangsih: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2).
https://digamed.net/index.php/sumbangsih/article/view/609
Sihombing, T., & Lumbantobing, R. D. H. (2024). Digital technology adoption for village public administration—Evidence from Indonesia. Journal of Infrastructure, Policy and Development, 8(4), 3444. https://doi.org/10.24294/jipd.v8i4.3444
Sudjana, N. (2005). Penilaian hasil proses belajar mengajar. PT Remaja Rosdakarya.
Sugiharti, D. K., Ramadhani, R. H., Sueb, M., Irawady, C., & Yuliafitri, I. (2023).
Peningkatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan dana desa di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 12(2), 255–261. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v12i2.39474
Sulismadi, S., Wahyudi, W., & Muslimin, M. (2017). Model penguatan kapasitas pemerintah desa dalam menjalankan fungsi pemerintahan berbasis electronic government (e-government) menuju pembangunan desa berdaya saing. Aristo, 5(2), 216–258. https://doi.org/10.24269/ars.v5i2.487
Tasik, D. I. (2016). Efektivitas penyelenggaraan tertib administrasi pemerintahan Desa Tempang Tiga Kecamatan Langowan Utara Kabupaten Minahasa. Politico: Jurnal Ilmu Politik. https://www.neliti.com/publications/1166/efektivitas-penyelenggaraan-tertib administrasi-pemerintahan-desa-tempang-tiga-k
Twizeyimana, J. D., & Andersson, A. (2019). The public value of e-government: A literature review. Government Information Quarterly, 36(2), 167–178. https://doi.org/10.1016/j.giq.2019.01.001
Twizeyimana, J. D., & Andersson, A. (2019). The public value of e-government: A literature review. Government Information Quarterly, 36(2), 167–178. https://doi.org/10.1016/j.giq.2019.01.001
Wahyuningsih, T., & Sakti, S. W. K. (2010).
Kajian kompetensi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten–kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Organisasi dan Manajemen, 6(1), 58–73. https://doi.org/10.33830/jom.v6i1.283.2010
Wardhani, M., Mawansyah, J., & Munandar, M. I. (2024).
Implementasi sistem informasi desa berbasis smart village dalam mendukung transformasi digital di Desa Sukadamai. Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (JINTEKS), 6(4), 1206–1214. https://doi.org/10.51401/jinteks.v6i4.5284













