SISTEM KEKERABATAN MATRILINEAL DALAM MITOS “MALIN KUNDANG”

  • Yulita Fitriana Balai Bahasa Riau
Keywords: matrilineal, kinship, myth, custom, Minangkabau

Abstract

This study aims to know the problem solving of economy, socio-culture, and religion in respect to matrilineal concept of Minangkabau society. The problems raised in this study are about the problem of economy, socio-culture, and religion related to matrilineal concept. The result of study proves that the “surface structure” that belongs to this story contained “deep structure” that reflects the cultural identity of the matrilineal society of Minangkabau. This study uses a qualitative approach. Data obtained through library research with the presentation of descriptive data analysis. After investigation, It can be concluded that the matrilineal kinship system in Minangkabau society affects the way the society in addressing the problems that arise, as seen in the myth of “Malin Kundang”. The myth illustrates matters as follows. 1. The economic issues that arise is solved by wandering famous tradition in Minang community. 2. After marriage, a man will stay in the family of woman (matrilocal). If the opposite happens, it becomes a disgrace to the family. 3. Punishment of Malin Kun-dang figures closely associated with the position of Minangkabau women who are considered high in society, in the tradition and values of Islam exposed by Minangkabau community.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahimsa-Putra, Heddy Ahimsa. (2006). Strukturalisme Levi-Strauss, Mitos dan Karya Sastra. Yogyakarta: Kepel.

Amir, M.S. (2006). Adat Minangk-abau: Pola dan Tujuan Hidup Orang Minang. Jakarta: PT Mutiara Sumber Media.

Andani, Lia. (2016). “Analisis Komparatif Nilai Pendidi-kan dalam Legenda Ma-lin Kundang dan Pulau Paku” dalam http://jurnal.umrah. ac.id/?p=6110.

Danim, Sudarwan. (2002). Men-jadi Peneliti Kualitatif Ran-cangan Metodologi, Pre-sentasi, dan Publikasi Hasil Penelitian untuk Mahasiswa dan Penelitian Pemula Bidang Ilmu Sosial, Pendidikan, dan Humaniora. Ban-dung: Rema-ja Rosdakarya.Cet. I, hlm. 51.

Desyandri, Ahmad Dardiri, dan Kun Setyaning Astuti. (2015). “Nilai_Nilai Edukatif Lagu-Lagu Minang untuk Memban-gun Karakter Peserta Didik: (Analisis Hermeneutik). Jur-nal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, Vol. 3. No. 3. Desember 2015. Hal. 127.

Faza. (2016). Cerita Asli Nusan-tara. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Hidayat, Herry Nur. (2010). “Ma-lin Kundang” karya Wisran Hadi: Sebuah Perbandingan” dalam wacanaetnik.fib.unand. ac.id/index.php/wacanaetnik/ article/download/2/4

Hidayanti, Nita. (2015). “Nilai-Nilai Moral yang Terkandung dalam Cerita Rakyat Malin Kundang” dalam https://do-kumen.tips/documents/malin-skripsipdf.html.

Junus, Umar. (2001). “Malin Kun-dang dan Dunia Kini” dalam http://journalarticle.ukm. my/1213/1/Malin_Kundang_ dan_Dunia_Kini.pdf

Lestari, Ys. Ayu. (2015). “6 Ala-san Mengapa Pernikahan Sesuku Dilarang di Minangk-abau” dalam http://sumbar.co/ budaya/alasan-mengapa-per-nikahan-sesuku-dilarang-di-minangkabau/.

Maqassary, Ardi Al. (2013).”Unsur-Unsur Ke-budayaan.” dalam http://www.e-jurnal. com/2013/10/unsur-unsur ke-budayaan.html?m=1.

Moleong, J. Lexy. (2000). Met-odologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda-karya. hlm. 3.

Munir, Misnal. (2015). “Sistem Kekerabatan dalam Kebuday-aan Minangkabau: Perspektif Aliran Filsafat Struktural-isme Jean Claude Levi-Strauss” dalam Jurnal Filsafat, Vol. 25, No. 1 Febru-ari 2015.

Musfeptial (2007). “Transformasi Kaba ke Naskah Drama: Studi Komparatif Ka-ba Minangk-abau dan Naskah Drama Malin Kundang Karya Wisran Hadi” dalam http://eprints.undip. ac.id/18311/1/Musfeptial.pdf.

Nurhalimah. (2015). “Upaya Di-nas Ke-budayaan Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga dalam Menyelenggarakan Kegiatan Bidang Bidang Kebudayaan di Kabupaten Nunukan” dalam http://eJournal.ip.fisip- unmul. ac.id/. Volume 3, (1) 2015. hlm. 242. Nurti, Y., Ermayanti, dan Zamza-

mi, L. (2007). “Peranan Kelu-arga Matrilineal Minangkabau terhadap Keberadaan Perem-puan Lanjut Usia: Studi Kasus di Kelurahan Payonibung, Ke-camatan Payakumbuh Utara” dalam reposito-ry.unand. ac.id/3779/1/.

Primanita, Astrini. (2012). “Gam-baran Tipe Marital Power pada Perkawinan Anta-ra Suku Minangkabau dengan Suku Lain” dalam http:// repository. usu . ac . id/han - dle123456789/33723/. Chap-ter I. hlm.2.

Ronidin, R. (2011). “Malin Kundang, Ibunya Durhaka: Suatu Pendekatan Gene-tik,” dalam http://download. portalgaruda . org/article . php?article=24208&val=1476

Sa’id, Ummu. (2013). “Ibumu… Kemudian Ibumu…Kemu-dian Ibumu…” dalam https:// muslimah.or.id/1861-ibumu-kemudian-ibumu-kemudian-ibumu.html. 23 April 2013.

Septian, Haris. (2015). “Motif Marantau dalam Kaba yang Berjudul Nama-Nama Perem-puan: Tinjauan Sosiologi Sas-tra”. Skripsi Universitas Anda-las.

Suwondo, Tirto. (2003). “Pema-haman Pola Pikir Jawa melalui Mitos Dewi Sri” dalam Studi Sastra Beberapa Alter-natif. Yogyakarta: PT Hanindita Gra-ha Widya. hlm. 90.

Taum, Yoseph Yapi. (2011). “Teo-ri-Teori Ana-lisis Sastra Lisan: Strukturalisme Levi-Strauss” dalam http://www.academia. edu/3478000/TEORI_TEO-

RI_ANALISIS_SASTRA_ LISAN _ STRUKTURAL - ISME_LEVIS-Staruss/. Bab VI dalam buku Studi Sastra Lisan: Sejarah, Teori, Metode, dan Pendekatan, Disertai den-gan Contoh Penerapannya. Yog-yakarta: Lamalera. hlm. 159—193).

Thaher, Asri. (2006). “Sistem Pewarisan Kekerabatan Matri-lineal dan Perkem-bangannya di Kecamatan Banuhampu Pemerintahan Kota Agam Propinsi Sumatera Barat” da-lamhttp://eprints.undip. ac.id/15137/1/.

Ummu Sa’id. (2011). Ibumu… Kemudian Ibumu… Kemudi-an Ibu-mu… https://muslimah. or.id/1861-ibumu-kemudi-an-ibumu-kemudian-ibumu. html.23 April 2011.

Wirajaya, Asep Yudha. (2010). “Pelapisan So-sial dan Per-nikahan Ideal dalam Mitos “Sangkuriang”: Telaah Struk-tural An-tropologis Levi Stauss” Atavisme, Vol. 13. No. 1, Juni 2010.

Zulfadhli. (2012). “Dekonstruksi dalam Cerpen Malin Kundang, Ibunya Durhaka Karya A.A. Navis.” dalam http://ejournal. unp.ac.id/index.php/komposisi/article/view/62

Zulhamdani. (2015). “Ibu dalam Al-Qur’an: Kajian Tematik”. Skripsi pada Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Is-lam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Published
2018-11-04
Section
Articles