MAKNA DAN NILAI TRADISI MAKATN SIAM PADA MASYARAKAT DAYAK KANAYATN DUSUN SABORO KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK

Authors

  • Andi Irfani Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.31849/jib.v21i1.21239

Keywords:

Makna, Nilai Tradisi, Makatn Siam.

Abstract

Tradition is a result of customs practiced by a group of people within their customs and beliefs. Traditions are passed down from generation to generation, becoming habits that are considered and viewed as something of high value and meaning by society. This research aims to obtain information about the meaning of the Makatn Siam tradition among the Dayak Kanayatn community in Saboro Village, Sengah Temila District, Landak Regency. In this study, researchers used a descriptive qualitative method with an ethnographic approach to describe and explain a problem based on facts collected as they were at the time the research was conducted. Data collection techniques were carried out through direct observation, interviews, and documentation. The meaning and value of the Makatn Siam tradition in the Dayak Kanayatn community serve as a life guide for every community member who practices it. Meanwhile, marriage is considered sacred and very important for human life to continue their lineage. The stages of implementing the traditional marriage ceremony in the Makatn Siam tradition begin with barawas (proposal process), bakomo' (family consultation), engagement, preparation, pre-wedding (pajajank), preparation during the wedding (batutuk), traditional wedding ceremony, and these stages are still used and preserved to this day.

 

References

Ana, (2006) Pencatatan perkawinan menurut hukum adat pada suku dayak Di Desa Kumpang Kecamatan Toho Kabupaten Pontianak. https://www.researchgate.net/publication/277114238PencatatanPerkawinanMenurutHukumAdatPadaSukuDayakDiDesaKumpangKecamatanTohoKkabupatenPotianak(diakses pada juni 2022).

Andasputra, Nico. Julipin, Vincentius. Djuweng, Stepanus.1997. Mencermati Dayak Kanayatn, Pontianak: Institut Dayakologi.

Azhari., Yusuf Azis. 2018. Perubahan Tradisi Jawa (Studi Tentang Upacara Adat Pelaksanaan Perkawinan Suku Jawa di Kepenghuluan Harapan Makmur Kecamatan Bagan Sinembah Raya Kabupaten Rokan Hilir). JOM FISIP. Vol 5(1).https://media.neliti.com/media/publications/206954-perubahan-tradisi-jawa-studi-tentang-upa.pdf. Diakses pada 22 Juli 2021

Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Coormas, Mikhail. 1987. Manusia Daya Dahulu, Sekarang Masa Depan, Jakarta: Gramedia.

Dacing T, A. B (1999). Adat Istiadat Perkawinan Dayak Kanayatn. Pontianak: InstitutDayakologi.

Fitria, Wahyuni. 2007. Adat Perkawinan Masyarakat Desa kampung Tengah Kecamatan Kuantan Hilir kabupaten Kuantan Singingi. JOM FisipVol 4 (1) masyarakat -desa-kampung-tengah-kecamatan-kuantan-hilir-kabupaten- (online diakses pada juni 2022)

Gunawan, Imam. (2014). Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Teknik. Jakarta: Bumi Aksara.

Handoyo, Eko. (2015). Studi Masyarakat Indonesia.Yogyakarta: Ombak

Hartono. (2018). Mozaik Dayak (Keberagaman Subsuku dan Bahasa Dayak di Kalimantan Barat), Pontianak: InstituDayakologi.

Hilman Hadikusuma. (1990). Adat Istiadat Perkawinan Dayak Kanayatn, Pontianak: Institut Dayakologi.http://repository.iainambon.ac.id/1232/1/BAB%20I%2C%20III%2C%20V.pdf

Julia. (2020). Tradisi Pernikahan Masyaraat Melayu Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal di Desa Seranggam Kecamatan Selakau Timur Kabupaten Sambas. Pontianak: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Tanjungpura.

Karolina, Randy. (2021). KebudayaanIndonesia. Jawa Tengah: Eureka Media Aksara.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta: Rineka Cipta.

Miden, Maniamas. (1999). DayakBukitTuhan, Manusia, Budaya, Pontianak: Institut Dayakologi.

Moleong, Lexy J. (1989). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Dedy. (1998). Metodologi Penelitian Kualitatif: Rosda

Nawawi, Hadari. (2007). Metode Penelitian di Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada Press.

Pratono Suhartono. (2010). Teori & Metodologi Sejarah.Yogyakarta: Ghara Ilmu.

Purwana, Suta. (2007). Identitas Dan Aktualisasi Budaya Dayak Kanayatn Di Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Pontianak :Direktorat Jenderal nilai Budaya, Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Renan. (2021). Persepsi Masyarakat tentang tradisi Maren di Desa Tamngurhir kecamatan Tayando Tam Kota Tual. (online)

Rohmah, Nur Alifa. (2009). Perubahan Tradisi Ngaemblok pada Upacara Perkawinan Adat Jawa (Studi Kasus Masyarakat Nelayan di Kecamatan Kragan kabupaten Rembang). Semarang: Fakultas Ilmu Sosial universitas Negari Semarang.

Rufinus, Albert. dkk. Tradisi Lisan Dayak Yang Tergusur Dan Terlupakan. Pontianak: Institut Dayakologi.

Saebani (2008) Penelitian Kualitatif IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Spradeley, James. (2007). Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sugiyono. (2016). MetodePenelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Suratman, Munir, Umi, Salmah. (2015). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Malang: Intimedia (Kelompok In-TRANS Publishing).

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, 1975. Jakarta Pimpinan Pusat Pertiwi.

Downloads

Published

2024-09-11

Issue

Section

Articles