ANALISIS PROSEDUR PENGOPERASIAN ALAT NAVIGASI RADAR DI KMP TRISNA DWITYA BERDASARKAN SOLAS CHAPTER V DI SELAT BALI DENGANMETODE FISHBONE
DOI:
https://doi.org/10.31849/4phkj106Keywords:
Radar, Navigasi, Fishbone, Alur Pelayaran SempitAbstract
Peranan sistem navigasi dalam menentukan arah dan posisi kapal sangat penting bagi pelaut untuk memastikan ketepatan manuver dan keselamatan pelayaran. Radar, sebagai perangkat navigasi utama berbasis prinsip Radio Detection and Ranging, berfungsi mendeteksi, mengukur jarak, serta mengidentifikasi objek di sekitar kapal. Keberadaan radar menjadi semakin penting ketika kapal beroperasi di alur pelayaran sempit yang memiliki ruang terbatas, lalu lintas padat, serta risiko tabrakan yang tinggi. Namun, efektivitas radar sering dipengaruhi oleh kesalahan manusia, seperti pengaturan yang tidak tepat, kurangnya pemantauan tampilan radar, dan kekeliruan dalam pengambilan tindakan yang dapat menimbulkan bahaya navigasi.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab human error dalam pengoperasian radar serta menganalisis langkah optimalisasi penggunaan radar sesuai prosedur yang berlaku di kapal. Pendekatan kualitatif digunakan melalui observasi dan wawancara selama 12 bulan praktik layar, didukung data sekunder berupa dokumentasi, regulasi, dan literatur navigasi. Metode Fishbone Diagram diterapkan untuk mengklasifikasikan penyebab kesalahan dalam aspek manusia, metode, peralatan, lingkungan, dan manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh alat navigasi pada kedua kapal berfungsi normal, sehingga insiden tabrakan disebabkan oleh faktor human error, terutama kelalaian dinas jaga dan kegagalan komunikasi radio dari pihak KMP Munic.Dengan demikian penelitian ini diharapkan menjadi landasan evaluatif bagi perwira jaga dalam meningkatkan keamanan dan ketelitian pengoperasian radar sehingga risiko kecelakaan di alur pelayaran sempit dapat diminimalkan.



















