PEMANFAATAN SERBUK KARET BAN BEKAS SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA CAMPURAN AC – WC UNTUK MENINGKATKAN KARAKTERISTIK MARSHALL
DOI:
https://doi.org/10.31849/vk3wan50Keywords:
AC-WC, ANOVA, Karakteristik Marshall, Serbuk Karet Ban BekasAbstract
Pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia memerlukan aspal dalam jumlah besar, namun ketergantungan terhadap impor masih tinggi. Di sisi lain, limbah ban bekas yang sulit terurai menimbulkan permasalahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan serbuk karet ban bekas dengan variasi kadar 0,8%, 0,9%, 1%, dan 1,1% dari berat aspal terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC, serta memberikan klarifikasi terhadap penelitian Indriani dkk. (2022). Metode penelitian meliputi pengujian propertis agregat, aspal, dan serbuk karet ban bekas, penentuan kadar aspal optimum (KAO), pembuatan benda uji dengan variasi kadar serbuk karet, pengujian Marshall, dan analisis statistik menggunakan ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan KAO sebesar 5,39% dengan kadar optimal serbuk karet 0,9% yang menghasilkan karakteristik Marshall berupa density 2,37 gr/cm³, VMA 16,59%, VFWA 77,21%, VITM 3,88%, stabilitas 3951,46 kg (meningkat 20,5% dibanding kontrol), flow 3,80 mm, dan MQ 1072,47 kg/mm. Uji ANOVA menunjukkan variasi kadar serbuk karet tidak berpengaruh signifikan secara statistik (Fhitung < Ftabel = 3,26). Kadar 1% dan 1,1% tidak memenuhi persyaratan VITM. Penelitian ini melengkapi kajian yang telah dilakukan oleh penelitian sebelumnya, dan menjadi referensi tambahan yang memperkaya pemahaman sekaligus mendorong penerapan analisis statistik yang lebih komprehensif.



















