IMPLEMENTASI METODE PERSONAL EXTREME PROGRAMMING PADA SISTEM MANAJEMEN PEMBELAJARAN DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN

Authors

  • Syauqillah Hadie Ahsana Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
  • Nur Cahyo Wibowo Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
  • Seftin Fitri Ana Wati Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.31849/zketgx04

Keywords:

Black Box Testing, Sistem Manajemen Pembelajaran, Personal Extreme Programming, Lembaga Pelatihan, MosCow

Abstract

Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) memiliki peran strategis dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, namun pemanfaatan teknologi digital masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Learning Management System (LMS) berbasis web di LKP LIBMI Education Center dengan menggunakan metode Personal Extreme Programming (PXP). Metode ini dipilih karena sesuai untuk pengembang tunggal, bersifat iteratif, dan memungkinkan kolaborasi aktif dengan pihak lembaga. Penelitian dilaksanakan melalui enam iterasi yang mencakup tahapan requirement, planning, design, implementation, system testing, dan retrospective. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu menghasilkan fitur pendaftaran pelatihan yang berfungsi sesuai kebutuhan pengguna, dengan seluruh skenario uji pada iterasi pertama memperoleh status PASS. Keterlambatan enam hari pada iterasi pertama tidak memengaruhi kualitas produk karena adanya evaluasi berulang melalui retrospective. Temuan ini membuktikan bahwa metode PXP efektif dalam memastikan kualitas fungsionalitas sejak tahap awal pengembangan, fleksibel terhadap perubahan kebutuhan, serta relevan untuk diterapkan pada pengembangan LMS di lembaga pendidikan nonformal.

References

[1] Kemendikbudristek, “Pendirian satuan Pendidikan Nonformal | JDIH Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.” Diakses: 21 Oktober 2024. [Daring]. Tersedia pada: https://jdih.kemdikbud.go.id/detail_peraturan?main=2087

[2] BPS, “Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,82 persen dan Rata-rata upah buruh sebesar 3,04 juta rupiah per bulan.” Diakses: 21 Oktober 2024. [Daring]. Tersedia pada: https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2024/05/06/2372/tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-4-82-persen-dan-rata-rata-upah-buruh-sebesar-3-04-juta-rupiah-per-bulan.html

[3] Kemnaker, “Tentang SKKNI - Sejarah SKKNI.” Diakses: 20 Oktober 2024. [Daring]. Tersedia pada: https://skkni.kemnaker.go.id/tentang-skkni

[4] Pusdatin Kemendikbudristek, “Data Pendidikan Kemendikbudristek.” Diakses: 20 Oktober 2024. [Daring]. Tersedia pada: https://referensi.data.kemdikbud.go.id/pendidikan/dikmas/280334/3/jn/24/all

[5] Prakerja, “Lembaga Pelatihan | Kartu Prakerja,” Prakerja. Diakses: 20 Oktober 2024. [Daring]. Tersedia pada: https://www.prakerja.go.id/lembaga-pelatihan

[6] Prakerja, “Simak Langkah-langkah menjadi Lembaga Pelatihan Program Kartu Prakerja Ini!” Diakses: 11 Desember 2024. [Daring]. Tersedia pada: https://www.prakerja.go.id/artikel/tips/simak-langkah-langkah-bermitra-dengan-prakerja-ini

[7] M. Furqon, P. Sinaga, L. Liliasari, dan L. S. Riza, “The Impact of Learning Management System (LMS) Usage on Students,” TEM Journal, hlm. 1082–1089, 2023, doi: 10.18421/TEM122-54.

[8] A. Shrivastava, I. Jaggi, N. Katoch, D. Gupta, dan S. Gupta, “A Systematic Review on Extreme Programming,” J. Phys.: Conf. Ser., vol. 1969, no. 1, hlm. 012046, 2021, doi: 10.1088/1742-6596/1969/1/012046.

[9] R. Agarwal dan D. Umphress, “Extreme programming for a single person team,” dalam Proceedings of the 46th Annual Southeast Regional Conference on XX, Auburn Alabama: ACM, Mar 2008, hlm. 82–87. doi: 10.1145/1593105.1593127.

[10] O. Setiasih dkk., “Development Of A Design Learning Management System (LMS) To Improve Student Skills: Case Study In A Science Learning Media Development Course,” 2024.

[11] S. A. Asri, I. G. A. M. Sunaya, E. Rudiastari, dan W. Setiawan, “Web Based Information System for Job Training Activities Using Personal Extreme Programming (PXP),” J. Phys.: Conf. Ser., vol. 953, hlm. 012092, Jan 2018, doi: 10.1088/1742-6596/953/1/012092.

[12] S. I. Gunawan, Y. Irawan, dan Y. Devis, “Design Of Web Based LMS (Learning Management System) In SMAN 1 Kampar Kiri Hilir,” vol. 1, 2020.

[13] P. Sindu Prawito dan H. P. Perdana, “Aplikasi Sistem Manajemen Belajar Berbasis Web Dengan Framework Laravel di Growth2tech,” SLJIL, vol. 5, no. 3, hlm. 100, Mar 2020, doi: 10.36418/syntax-literate.v5i3.981.

[14] Y. Dzhurov, I. Krasteva, dan S. Ilieva, “Personal Extreme Programming – An Agile Process for Autonomous Developers”.

[15] A. R. Zuhairunisa, H. M. Az-Zahra, dan A. Syawli, “Penerapan Metode Moscow dalam Menetapkan Prioritas Kebutuhan Sistem di SMPN 1 Kedawung,” Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 9, no. 4, Jan 2025, Diakses: 1 September 2025. [Daring]. Tersedia pada: https://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/14666

Downloads

Published

2025-10-03

How to Cite

[1]
“IMPLEMENTASI METODE PERSONAL EXTREME PROGRAMMING PADA SISTEM MANAJEMEN PEMBELAJARAN DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN”, zn, vol. 7, no. 3, pp. 907–918, Oct. 2025, doi: 10.31849/zketgx04.

Most read articles by the same author(s)