Advokasi Teknologi: Integrasi Artificial Intelligence (AI) untuk Pembelajaran pada Lembaga PAUD Inklusi Kota Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.31849/p3pwy544Keywords:
Advokasi Teknologi, Artificial Intelligence (AI), PAUD InklusiAbstract
Pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus dalam Pendidikan Anak Usia Dini masih menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam aksesibilitas pembelajaran, efektivitas metode pengajaran, serta keterbatasan sumber daya tenaga pendidik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong motivasi para guru agar lebih terbuka dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam mendukung pembelajaran yang lebih inklusif dan efektif melalui pendekatan edukasi partisipatif. Program dilaksanakan di Kota Pekanbaru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan model Participatory Action Research (PAR). Kegiatan meliputi pelatihan dengan tiga komponen kesadaran, edukasi dan prkatik yang melibatkan Guru PAUD Kota Pekanbaru. Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema “Advokasi Teknologi: Integrasi Artificial Intelligence (AI) untuk Pembelajaran pada Lembaga PAUD Inklusi Kota Pekanbaru” menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan guru PAUD dalam memahami serta menerapkan teknologi berbasis AI. Berdasarkan hasil angket pre-test dan post-test, terjadi peningkatan rata-rata dari 32,08% (kategori Kurang Baik) menjadi 79,16% (kategori Baik). Peningkatan terbesar tampak pada aspek pemahaman konsep dasar AI dan potensi penerapannya dalam pembelajaran anak usia dini, khususnya di lingkungan inklusi. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan efektif dalam meningkatkan literasi digital, kemampuan adaptasi teknologi, serta motivasi guru untuk mengintegrasikan AI secara inklusif dan ramah anak dalam proses pembelajaran di PAUD. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini terbukti bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru PAUD dalam memanfaatkan teknologi AI untuk pembelajaran inklusif. Harapannya, kegiatan serupa dapat dilanjutkan secara berkesinambungan agar semakin banyak guru yang mampu mengintegrasikan teknologi secara efektif dan ramah anak di lingkungan PAUD.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
