Pendekatan Trauma Healing dalam Pemulihan Trauma Anak Pascabencana di Aceh Tengah
DOI:
https://doi.org/10.31849/remjwb89Keywords:
Trauma Healing, Art Therapy, Play Therapy, Psychological First Aid, Storytelling terapeutikAbstract
Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatra pada akhir November 2025 menimbulkan dampak serius terhadap kondisi psikososial anak-anak di daerah terdampak, termasuk di Paya Reje, Kabupaten Aceh Tengah. Kondisi keterisolasian wilayah, kerusakan infrastruktur, serta kehidupan di pengungsian meningkatkan kerentanan anak terhadap pengalaman traumatis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan layanan trauma healing sebagai bentuk respons awal pemulihan psikososial anak pascabencana. Kegiatan dilaksanakan di posko pengungsian Paya Reje dengan melibatkan 19 anak usia 6-12 tahun. Pendekatan yang digunakan bersifat ramah anak dan kontekstual, meliputi psychological first aid, play therapy, art therapy, storytelling terapeutik, serta penguatan spiritual melalui pemberian buku Iqro dan aktivitas membaca secara terbimbing. Mengingat pertimbangan etis dan kondisi darurat pascabencana, kegiatan pengukuran hanya melalui proses pengamatan. Dampak kegiatan diamati secara deskriptif melalui keterlibatan anak, respons emosional, dan interaksi sosial selama kegiatan berlangsung. Hasil observasi menunjukkan bahwa anak-anak tampak lebih tenang, kooperatif, dan mampu mengekspresikan emosi secara positif. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pendekatan trauma healing dan humanis sebagai bagian dari respons awal pengabdian masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
