Analisis Pengaruh Pembebanan Terhadap Kinerja Generator Alsthom Di PLTG Teluk Lembu

Authors

  • Ivan Erick Ricardo Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning
  • Usaha Situmeang Program Studi Teknik Elektro, Universitas Lancang Kuning Pekanbaru
  • Monice Program Studi Teknik Elektro, Universitas Lancang Kuning Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.31849/bb6hb069

Keywords:

Pembebanan, Kinerja Generator Sinkron

Abstract

Kinerja generator sinkron merupakan Generator yang digerakan oleh penggerakan relative medan magnet homogeny dengan kumparan jangkar terhadap generator sehingga dapat menghasilkan tegangan listrik. Untuk mengubah energy mekanik menjadi energy listrik maka dapat menggunakanGenerator sinkron dengan perantara induksi medan magnet. Frekuensi generator merupakan kecepatan perputaran generator sinkron akan terdiri atas rangkaian electro magnet dengan suplai arus DC untuk membentuk medan magnet pada rotor. Rugi daya, juga dikenal sebagai susut daya listrik, adalah energy yang hilang selama pemindahan listrik dari sumber utama ke beban tertentu. Selama proses transmisi dan distribusi, rugi daya sering muncul di saluran maupun di transformator. Generator frekuensi adalah ukuran kecepatan keluaran generator, dan akan ditempatkan di dekat elektromagnet dengan medan DC yang kuat untuk membengkokkan magnet pada rotor. Rugi daya atau susut daya listrik adalah daya yang hilang dalam transmisi daya listrik utama ke beban, hal ini proses transmisi dan distribusi tenaga listrik yang dialami rugi-rugi pada saluran dan juga rugi-rugi pada transformator. Berdasarkan hasil perhitungan manual dapat hasil nilai efisiensi tertinggi sebesar 97,85 % dan nilai terendah sebesar 95,71 %. Nilai rugi-rugi daya tertinggi sebesar 4,285 % dan nilai terendah sebesar 2,142 %. Nilai frekuensi tertinggi sebesar 85,86 Hz, dan nilai terendah 85,16 Hz. Nilai drop tegangan tertinggi sebesar 171,61 Volt dan terendah sebesar 168,14 Volt. Nilai eksitasi tertinggi sebesar 15,56 Mw dan terendah sebesar 13,11 Mw.

 

KataKunci: Pembebanan, Kinerja Generator Sinkron.

References

[1] Aji Fitriyan Hidayat, 2017, Prinsip Kerja Generator Sinkron, Edukasikini.com,
[2] Berahim, Hamzah, 1994, Pengantar Teknik Listrik, Yogyakarta : Andi Offset.
[3] Binus, 2014, BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Tenaga Listrik 2.1.1 Pengertian Sistem Tenaga Listrik.
[4] Cahyanto dan Djoko, 1997, Mesin-Mesin Listrik(Edisi keempat), Jakarta : Erlangga.
[5] C. Lister Eugene, 1993, Mesin dan Rangkaian Listrik, Edisi Keenam, PenerbitErlangga, Jakarta.
[6] Elias K.Bawan, 2012,Dampak Pemasangan Distributed Generation terhadaprugi-rugidaya, Jakarta : Erlangga.
[7] Kadir dan Abdul, 2010, Pembangkit Tenaga Listrik (Edisi Revisi), Jakarta : UI Press.
[8] Muhammad Syukrillah, dkk, 2019, Analisis Perhitungan EfisiensiI Energi SistemPembangkit Listrik Tenaga Bio Massa (PLTBM) PT. HARJOHN TIMBERKUBURAYA, Pontianak, Fakultas Teknik UniversitasTanjungpura.
[9] Muhdar Isla J & Yunus. 2013. Evaluasi DropTegangan Pada Jaringan Tegangan Menengah 20 Kv Feeder Bojo Pt Pln (Persero) Rayon Mattirotasi.Makasar:Politeknik Negeri Ujung Pandang.
[10] Muslis dan Supari, 2008, Teknik Pembangkit Tenaga Listrik, Jakarta : DepartemenPendidikan Nasional.
[11] Rinjono dan Yon, 1997, Dasar Teknik Listrik, Yogyakarta : Andi Offset.
[12] Shahl Suad Ibrahim, 2015, e-book Synchronuous Generator.
[13] Sumanto, 1996, Mesin Sinkron (Generator Sinkron Dan Motor Sinkron). Andi Yogyakarta, Yogyakarta.
[13] Wijaya dan Mochtar, 2001, Dasar-dasar Mesin Listrik, Jakarta : Djambatan.Zuriman Anthony, 2018,Mesin Listrik Dasar, Jl. Gajah Mada Kandis Nanggalo Padang 25143Sumatera Barat, Indonesia, ISBN: 978-602-70570-8-1.

Downloads

Published

2025-06-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Analisis Pengaruh Pembebanan Terhadap Kinerja Generator Alsthom Di PLTG Teluk Lembu”, SainETIn, vol. 9, no. 2, pp. 69–75, Jun. 2025, doi: 10.31849/bb6hb069.