A ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PEMASARAN USAHA TAHU MURNI DESA LENGKONG LANGSA
Analisis Nilai Tambah dan Strategi Pemasaran
DOI:
https://doi.org/10.31849/agr.v26i02.16778Keywords:
Pendapatan, Nilai Tambah, Strategi, PemasaranAbstract
Tujuan penelitian untuk menganalisis nilai tambah dan strategi pemasaran usaha tahu Buk Murni di Desa Lengkong Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan metode survey. Responden dari pengusaha tahu, konsumen tahu dan tokoh kunci ditentukan dengan teknik sengaja (purposive sampling). Metode analisis data menggunakan analisis nilai tambah dan analisis SWOT. Hasil penelitian total biaya dalam sebulan untuk pembuatan tahu sebesar Rp.59.261.750. Penerimaan yang diperoleh sebesar Rp.68.400.000/bulan dengan rincian penerimaan dari tahu sebesar Rp.66.000.000/bulan dan penerimaan dari ampas tahu sebesar Rp.2.400.000/bulan. Penerimaan total selama sebulan diperoleh sebesar Rp.68.400.000/bulan dengan biaya produksi Rp.59.269.750/bulan sehingga diperoleh pendapatan bersih dari usaha pengolahan tahu sebesar Rp.9.138.250. Jumlah output (tahu) yang dihasilkan dalam sebulan sebanyak 6.600 bungkus. Input bahan baku utama kedelai sebanyak 3.000 Kg/bulan dengan harga Rp.13.000/Kg. Tenaga kerja yang dibutuhkan dalam pengolahan sebanyak 3 orang yang melakukan produksi 30 hari dalam sebulan dengan jumlah HOK sebanyak 90 HOK/bulan dengan upah Rp.8.400.000/bulan. Nilai output sebesar Rp.22.000 diperoleh dari perkalian faktor konversi dengan harga produk. Nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp.6.125/Kg bahan baku kedelai, dengan rasio nilai tambah 27,84%. Nilai tambah >0 maka usaha tahu Buk Ratna Dewi mampu memberikan nilai tambah yang positif. Hasil pencocokan pada diagram matriks SWOT bahwa keadaan usaha tahu Buk Murni berada pada Kuadran I sehinga strategi yang diterapkan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif untuk peningkatan semua aspek pemasaran dengan cara: Mempertahankan ukuran dan kebersihan tahu, memperluas daerah pemasaran dengan mempertahankan rasa dan harga tahu, memperbaiki sistem manajemen limbah dan meningkatkan daya tahan tahu.
References
[2] Anoraga & Sudantoko. 2012. Koperasi, Kewirausahaan, dan Usaha Kecil. Jakarta: Rineka Cipta.
[3] Amstrong, Gary dan Philip, Kotler, 2013, Dasar-dasar Pemasaran, Jilid I. Strategi Meningkatkan Kepuasan Konsumen, Alih Bahasa Alexander Sindoro dan Benyamin Molan, Prenhalindo, Jakarta.
[4] A. Pearce II, John dan B. Robinson, Richaerd. 2013. Strategic Management: Formulation, Implementation, dan Control. United State of Americas: Mc Graw Hill
[5] Assauri. S, 2014. Manajemen Pemasaran. Raja Grafindo Persadaa. Jakarta
[6] Berrueta, M.V., Edwards, D.R., & Masera, R.O. 2012. Energy Performance of Wood Burning Cookstoves in Michoacan, Mexico. Renewable Energy an International Journal. 2 (33): 859-870.
[7] Bilung, S. 2016. Analisis Swot Dalam Menentukan Strategi Pemasaran. Penebar Swadaya. Jakarta.
[8] David, 2016. Analisis SWOT, Teknik Pengumpulan Data dan Evaluasi, Grahamedia Pustaka, Jakarta.
[9] Fatoni, R., Septiani, T., Mikasari, R. P. 2016. Kajian Tekno-Ekonomis Pabrik Tahu. The 3rd Universty Research Coloquium. 3 (2): 22-28.
[10] Gandhi, A. 2013. Review Article Quality Of Soybean And Its Food Products. International Food Research Journal. 19 (3): 11-19.
[11] Gray, Clive. 2012. Pengantar Evaluasi Proyek. Edisi Revisi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
[12] Husnan, S dan Sawarsono, 2013. Studi kelayakan proyek, Edidi ke-12. UPP. AMPYKPN, Yoyakarta
[13] Jauch Lawrence R. & Glueck William F., 2012. Manajemen Dan Strategis Kebijakan Perusahaan. Erlangga. Jakarta
[14] Krisdiana, R. 2012. Preferensi Industri Tahu dan Tempe dalam menggunakan bahan baku Kedelai di Jawa Timur. Kinerja Penelitian Mendukung Agribisnis Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.
[15] Nazir, M. 2012. Metode Penelitian. Edisi Revisi. PT. Ghalia Indonesia, Jakarta
[16] Prawirokusumo, S. 2012. Ilmu Usaha Tani. BPIE. Yokyakarta
[17] Rangkuti. Freddy. 2014. Manajemen Strategi. Edisi sepuluh. Salemba Empat. Jakarta
[18] Rangkuti. Freddy. 2015. Analisis SWOT. Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
[19] Sarwono, B. & Yan Pieter Saragih. 2015. Membuat Aneka Tahu. Edisi Revisi. Penebar Swadaya. Jakarta
[20] Sholikhah, L. M. 2017. Peran Usaha Industri Kecil Tahu Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial UNY.
[21] Soekartawi. 2012. Analisi Usaha Tani. Edisi Revisi. UI-Press. Jakarta
[22] Swastha Basu. 2013. Manajemen Penjualan. Edisi 5. BPFE, Yogyakarta.














