ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PETERNAKAN KAMBING DI KELURAHAN UMBAN SARI KECAMATAN RUMBAI: PENDEKATAN STUDI KASUS USAHA BAPAK ALWI

Authors

  • Emima Pratiwi Siburian Universitas Lancang Kuning
  • Niken Nurwati
  • Asgami Putri Universitas Lancang Kuning

DOI:

https://doi.org/10.31849/7vwma555

Keywords:

Analisis kelayakan finansial, Peternakan kambing, Sensitivitas, Net Present Value, Benefit Cost Ratio

Abstract

Peternakan kambing merupakan salah satu sub-sektor peternakan yang memiliki potensi pengembangan besar di Indonesia, khususnya di Kota Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha peternakan kambing dan menganalisis sensitivitas usaha terhadap kenaikan biaya produksi. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru dari bulan Maret hingga Mei 2025. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih satu unit usaha yang memiliki skala usaha besar dan pencatatan keuangan lengkap. Data dianalisis menggunakan kriteria investasi meliputi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), Payback Period (PP), dan Break Even Point (BEP). Tingkat diskonto yang digunakan adalah 12% berdasarkan rata-rata suku bunga Kredit Usaha Rakyat Bank BRI periode 2014-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan kambing layak secara finansial dengan nilai NPV sebesar Rp34.296.248, IRR sebesar 15% (lebih besar dari tingkat diskonto 12%), BCR sebesar 1,04, Payback Period selama 2 tahun 5 bulan 5 hari, dan Break Even Point pada 9 tahun 9 bulan 6 hari. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kenaikan biaya operasional sebesar 13% menyebabkan usaha menjadi tidak layak dengan NPV negatif sebesar -Rp53.303.898, IRR 8,5%, dan BCR 0,94. Hasil penelitian ini mengindikasikan pentingnya efisiensi pengelolaan biaya operasional untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan kambing.

References

BPS Kota Pekanbaru. (2022). Populasi Ternak Kambing Kota Pekanbaru Tahun 2022. Pekanbaru: Badan Pusat Statistik.

BPS Provinsi Riau. (2023). Populasi Ternak Provinsi Riau. Riau: Badan Pusat Statistik.

Eritrina, H. (2022). Analisis Kelayakan Usaha Ternak Kambing pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mondroguno. Magister Agribisnis, 1-15.

Kasmir, & Jakfar. (2020). Studi Kelayakan Bisnis, Edisi Revisi. Jakarta: Kencana.

Maesya, A., & Rusdiana, S. (2018). Prospek Pengembangan Usaha Ternak Kambing dan Memacu Peningkatan Ekonomi Peternak. Agriekonomika, 7(2), 179-191. https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v7i2.4459

Yusuf, M., Aspriati, D. W., & Dewi, R. K. (2019). Evaluasi Kelayakan Usaha Penggemukan Domba dan Kambing Milik H. Sholeh Berdasarkan Aspek Finansial dan Nonfinansial di Desa Banyutengah Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. International Journal of Animal Science, 2(4), 188-196. http://dx.doi.org/10.30736/ijasc.v2i04.53

Zakaria, W. A., Erwanto, E., Endaryanto, T., Indah, L. S. M., & Adisti, S. T. (2018). Analisis Kelayakan Finansial dan Manajemen Pemasaran Usaha Ternak Kambing Perah di Kabupaten Lampung Timur. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Agribisnis, 1-12.

Zainuri. (2021). Ekonomi Teknik. Padang: CV. Jasa Surya.

Downloads

Published

2026-01-02