DAMPAK PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN (PUAP) DI KABUPATEN INDRAGIRI HULU
DOI:
https://doi.org/10.31849/agr.v18i2.770Keywords:
Kata kunci: Program PUAP, kelembagaan tani, gapoktanAbstract
Kelembagaan pertanian di pedesaan perlu diperkuat oleh peran dari gapoktan untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan di pedesaan. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengidentifikasi karakteristik petani, 2) Mengetahui pelaksanaan program PUAP, 3) Menganalisis kinerja gapoktan, dan 4) Menganalisis dampak kegiatan program PUAP terhadap peningkatan pendapatan petani. Penelitian menggunakan metode survei pada 3 kecamatan yaitu Kecamatan Rengat, Kecamatan Batang Cenaku, dan Kecamatan Pasir Penyu di Kabupaten Indragiri Hulu. Hasil penelitian memperlihatkan petani penerima dana BLM PUAP dalam kategori tenaga kerja produktif, rata-rata berpendidikan rendah, sangat paham dengan segala aktivitas dalam usahataninya, jumlah anggota keluarga rata-rata 4 jiwa, dominan usaha perkebunan kelapa sawit dengan rata-rata luas lahan sempit, dan status kepemilikan lahan adalah milik sendiri. Struktur kepengurusan organisasi gapoktan terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara, Analisis kinerja gapoktan dengan metode IPA (Importance Performance Analysis) menyatakan pada kuadran A tingkat kepuasan responden masih sangat rendah, kuadran B tingkat kepuasan relatif lebih tinggi, kuadran C gapoktan mengadakan kerjasama keuangan, dan kuadran D tidak terdapat variabel yang dinilai memiliki tingkat kepentingan rendah dengan tingkat kinerja tinggi. Sementara hasil uji t-statistik menyatakan terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan sebelum dan sesudah dilaksanakannya program PUAP.
Kata kunci: Program PUAP, kelembagaan tani, gapoktan
References
Anggraini, Rizqi Sari, Jakoni. 2012. Pemeringkatan Gabungan Kelompok Tani Penerima Dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan di Kabupaten Indragiri Hulu. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau. Pekanbaru
Anggriani, Triane Widya. 2012. Analisis Dampak Pelaksanaan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) Studi Kasus Gapoktan Rukun Tani Desa Citapen Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor. Tesis. Magister Perencanaan dan kebijakan Publik. Universitas Indonesia. Jakarta
BPS. 2013. Penduduk Miskin Perkotaan dan Pedesaan. BPS Indonesia. Jakarta
BPS. 2014. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Indonesia dan Riau. BPS Indonesia, Jakarta
Departemen Pertanian. 2009. Kebijakan Teknis Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan. Jakarta
Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hulu. 2012. Desa Penerima Dana Program PUAP Tahun 2008. Rengat
Elizabeth, R. 2007. Fenomena Sosiologis Metamorphosis Petani Kearah Keberpihakan Pada Masayarakat Petani Perdesaan Yang Terpinggirkan Terkait Konsep Ekonomi Kerakyatan. Forum Agro Ekonomi (FAE) Vol. 25 PSE-KP. Bogor
Erna, Kadek, I Ketut Kirya, Ni Nyoman Ylianthini. 2012. Pengaruh Dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan Terhadap Pendapatan Anggota Kelompok Simantri. E-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha. Volume 2 tahun 2014 (1-8)
Fatma, Pastaliza. 2012. Evaluasi Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) di Kabupaten Solok. Artikel. Magister Perencanaan Pembangunan. Universitas Andalas. Padang
Ginting, J. 2004. Analisis Faktor Penyebab Petani Miskin di Kecamatan Deli Tua. Tesis. Universitas Sumatera Utara. Medan
Ife,Jim, Tesoriero, Frank. 2008. Community Development, Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Ismawan, Bambang. 2000. Pemberdayaan Orang Miskin. Puspaswara. Jakarta
Kartasasmita, Ginandjar. 1996. Pembangunan Untuk Rakyat: Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. Pustaka CIDESINDO. Jakarta
Kementerian Pertanian, 2009. Pedoman Umum Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP). Deptan Press. Jakarta
Kementrian Pertanian. 2010. Petunjuk Teknis Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A. Jakarta
Kuncoro, Mudrajat. 2003. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Erlangga. Jakarta
Lastinawati, Endang. 2011. Partisipasi Petani dalam Pelaksanaan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) di kabupaten Oku. Jurnal Agronobis. Volume 3 No. 5. Sumatera Selatan
Martilla, John A, James John. 1977. Importance Performance Analysis. Journal of Marketing. Volume 41 No. 1 (77-79). American Marketing Asssociation. USA
McNamara, Carter. 1997. A Basic Guide to Program Evaluation. Authenticity Consulting, LLC
Mubyarto. 1989. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3ES. Jakarta
Moeljarto. 1987. Politik Pembangunan: sebuah Analisis, Konsep, arah dan strategi. Pusat Pembiayaan Kementerian Pertanian. 2009. Laporan Hasil Akhir Dukungan PUAP 2008. Tiara Wacana. Yogyakarta
Nasution, Muslimin. 2002. Pengembangan Kelembangan Koperasi Pedesaan untuk Agroindustri. IPB Press. Bogor
Ndraha, Taqliziduhu. 1990. Pembangunan Masyarakat. Rineka Cipta. Jakarta.
Nisfiannoor. 2009. Pengantar Statistik. Salemba Humanika. Jakarta
Nuryana, Mu’man. 2009. Program Evaluation. Departemen Sosial RI. Pusdatin Kesos Kementrian Sosial. Jakarta
Pasaribu, Ali Musa. 2012. Perencanaan dan Evaluasi proyek Agribisnis (Konsep dan Aplikasi) Lily Publisher. Jakarta
Prihartono, M. Koko. 2009. Dampak Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan Terhadap Kinerja Gapoktan dan Pendapatan Anggota Gapoktan. Tesis. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor
Pusat Pembiayaan Kementerian Pertanian. 2009. Laporan Hasil Akhir Dukungan PUAP. Jakarta
Ruslan, Kadir. 2011. Pemberitaan Kompas.com “ADB: Penduduk Miskin Indonesia Bertambah”. Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Selatan. Sumatera Utara
Sekretaris PUAP BPTP Riau. 2009. Laporan Pelaksanaan PUAP di Propinsi Riau. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau. Pekanbaru
Soekartawi. 1995. Analisis Usahatani. UI Press. Jakarta
Soetomo. 2008. Masalah Sosial dan Upaya Pemecahannya. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Sumarti, Titik, dkk. 2008. Model Pemberdayaan Petani dalam Mewujudkan Desa Mandiri dan Sejahtera (Kajian Kebijakan Sosial Ekonomi tentang Ketahanan Pangan pada Komunitas Desa Rawan Pangan di Jawa). Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Institut Pertanian Bogor
Suprapto, Ato. 2008. Eksekutif Bertangan Dingin. Yayasan Agrindo Mandiri. Jakarta
Syahyuti. 2007. Kebijakan Pengembangan Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Sebagai Kelembagaan Ekonomi di Pedesaan. Analisis Kebijakan Pertanian. Volume 5 No.1 (15-35) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. Bogor
Walpole, R.E. 1995. Pengantar Statistik Edisi Ke-3. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Wedar, Mas. 2011. Konsep Ekonomi Pembangunan. Bahan Ajar Mata Kuliah Perencanaan dalam Pembangunan Ekonomi. Pasca Sarjana. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta
Wijaya, Toni. 2011. Manajemen Kualitas Jasa Desain Servqual, QFD, dan Kano Disertai Contoh Aplikasi dalam Kasus Penelitian. PT. Indeks. Jakarta














