Mentoring the Development of the Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Program Using the BTS (Baca Tulis Sampaikan) Model Based on Blitar’s Local Wisdom at Muhammadiyah Elementary School, Blitar City
Pendampingan Penyusunan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dengan Model BTS (Baca Tulis Sampaikan) Berbasis Kearifan Lokal Blitar di SD Muhammadiyah Kota Blitar
DOI:
https://doi.org/10.31849/dinamisia.v9i2.23062Keywords:
Literasi, BTS, Kearifan Lokal BlitarAbstract
Kemampuan literasi penting untuk siswa SD, namun hasil studi pendahuluan di SD Muhammadiyah Kota Blitar menyatakan bahwa pasca pandemi, kegiatan literasi di SD tersebut menjadi terhambat. Kegiatan rutin membaca di perpustakaan lalu mengisi jurnal membaca menjadi terhenti. Selain itu, kegiatan literasi 15 menit sebelum pembelajaran juga belum terlaksanal. Oleh karena itu, dilaksanakan PKM dalam bentuk pendampingan dengan tujuan untuk menyusun rencana kegiatan literasi dengan model BTS berbasis kearifan lokal Blitar. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan cara workshop, FGD, lalu pendampingan. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah guru mampu menyusun rencana kegiatan literasi yang memadukan keterampilan membaca, menulis, dan menyampaikan (berbicara). Hasil pendampingan menunjukkan bahwa guru mampu menyusun rencana kegiatan literasi dengan model BTS yang memanfaatkan sumber literasi berbasis kearifan lokal Blitar, yaitu buku Kisanak, Si Cetar, dan e-flipbook. Dengan demikian, dalam kegiatan literasi di SD, guru berperan merancang kegiatan sekaligus memilihkan sumber bacaan
References
Apriliana, A., Hartati, T., Sunendar, D., & , R. (2022). Literacy Learning in Early Grades: Teacher Thought on Teaching Literacy. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar. 6(4), 592-602.
Condie, C., & Pomerantz, F. (2020). Elementary students’ literacy opportunities in an age of accountability and standards: Implications for teacher educators. Teaching and Teacher Education. 92, https://doi.org/10.1016/J.TATE.2020.103058.
Dewi, P. Y. A. (2019). Gerakan Membaca di Awal Pelajaran Guna Membangun Budaya Literasi di Sekolah Dasar. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 77-85.
Harahap, D. G. S., dkk. (2022). Analisis Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6(2), 2089-2098.
Hilmawan, H., Musthafa, B., & Agustin, M. (2020). Literacy Environment: What Must Teachers Do?. Proceedings of the 4th International Conference on Learning Innovation and Quality Education, 52, 1-6. https://doi.org/10.1145/3452144.3452195.
Kemendikbud.(2016). Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kharizmi, M. (2015). Kesulitan Siswa Sekolah Dasar dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi. Jupendas, 2(2), 11-21.
Monigir, N., & Masinambow, S. (2018). Literacy Activity to Elementary School Teachers. Proceedings of the International Conference on Social science, Humanities and Education.
Natalia, Aleksandrovna, S., RezedaGilmutdinovna, M., VictoriaAlesksandrovna, P., & EllinaViktorovna, S. (2020). Russian And Tatar Fairy-Tales as A Means of Language Learning. Research in Applied Linguistics. 11, 276-285. https://doi.org/10.22055/RALS.2020.16321.
Putriani, I., Ervika, D. W., dan Siyono. 2019. Gaining Student’s Literacy through Local Wisdom of Blitar: Implementing of Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Jurnal Iqra’: Kajian Ilmu Pendidikan, 4(2), 265-284.
Setiawan, A. A. & Anang S. (2019). Penguatan Literasi Siswa Sekolah Dasar Melalui Kunjungan Perpustakaan. Prosiding Seminar Nasional Peran Pendidikan Dasar dalam Menyiapkan Generasi Unggul di Era Revolusi Industri 4.0, 24-30.
Vivas, E. (1996). Effects of Story Reading on Language. Language Learning, 46(2), 189-216. https://doi.org/10.1111/J.1467-1770.1996.TB01234.X.













