KELEMBAGAAN KOMUNITAS DALAM PEMBERDAYAAN RUMAH TANGGA PETANI MISKIN DI DESA KAPITA KECAMATAN BANGKALA KABUPATEN JENEPONTO

  • Andriana universitas muhamadiyah makassar
  • Abdul Mahsyar universitas muhamadiyah makassar
Keywords: Institutional, Community, Community Empowerment, Poor Farmer Households

Abstract

abstract

Community institutionalization in empowering the household community of poor farmers in Kapita Village, Bangkala District, Jeneponto Regency, in the implementation, there are still many obstacles that have not run optimally.The purpose of this research is to know the institutional community in community empowerment (household) poor farmers in the village of capita. This research uses descriptive qualitative approach, which uses a method of interviewing, observation, documentation, and libraries to explore studies on existing groups are able to become a strong community and institutional work related to community empowerment that has been running in the village of Capita into a more directional and cutting edge. Empowerment will affect direct interaction, relationships, goals and setup rules in the group created good, a group that is in the capita as farmers group, goat and cattle still need in language use and given a motivation in the development of the group in order to be effective, efisen bias, just and prosperous.

 

Keywords: Institutional, Community, Community Empowerment, Poor Farmer Households

Abstrak

Kelembagaan komunitas dalam pemberdayaan masyarakat rumah tangga petani miskin di Desa Kapita Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto dalam pelaksanaannya masih dijumpai banyak kendala sehingga belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kelembagaan komunitas dalam pemberdayaan masyarakat (rumah tangga) petani miskin di Desa Kapita. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi  kepustakaan untuk mengeksplorasi tentang kelompok-kelompok yang ada apakah mampu menjadi kelembagaan komunitas yang kuat dan melembaga terkait dengan pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan di Desa Kapita ke jalan yang lebih terarah dan terdepan. Pemberdayaan yang baik akan mempengaruhi langsung interaksi, tata hubungan, tujuan dan penataan aturan dalam kelompok terjalin baik, kelompok yang ada di kapita seperti kelompok tani, dan ternak kambing masih perlu di dampingi dan diberi motivasi dalam pengembangan kelompoknya agar bias efektif, efisen, adil dan sejahtera.

Kata Kunci : Kelembagaan, Komunitas, Pemberdayaan Masyarakat, Petani Miskin

Downloads

Download data is not yet available.

References

. A., Djumino, Wahyudin, M, 2002, Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan, Tesis, Tidak dipublikasikan

. Badan Pusat Statistik, 2011. Perhitungan dan Analisis Kemiskinan Makro Indonesia Tahun 2011, (BPS : CV Nario Sari) hal 19-20

. Charles AT. 2001. Sustainable fishery system. Canada : Blakwell Science Ltd.370p

. Craig, G. and Mayo M. (eds) (1995) Community Empowerment. A Reader in Participation and Development. London : Zed Books. Pp.1-11.

. Creswell, 1998. Empowerment and development, diterjemahkan Rahayu, Jakarta : Grasindo utama

. Daraba, Dahyar, 2015. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Program Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Sosiohumaniora, 17 (2), 168-169

. Dault, A .2008. Pemuda dan Kelautan. Jakarta : Pustaka Cidesindo

. Dumasari dan Oetami, D.H. 2012. Perilaku petani miskin dalam pengelolaan diversifikasi panan on beras di pedesaan. Laporan Hasil Penelitian Hibah Program Studi . LPPM Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

. Sudibyo dan Sudayanta.2002. Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan Materi Pelatihan Pengelolaan Hutan Mangrove Information Centerproject, Kerja Sama JICA dan Departemen Kehutanan di Bali, September 2002. Pusat Diklat Kehutanan, Bogor.

. Suharto, Suharto.2009. Kemiskinan dan Perlindungan Sosial di Indonesia : Menggagas Model Jaminan Sosial Universal Bidang Kesehatan. Bandung : CV Alfaberta.

. Sumaryadi, I Nyoman. 2005. Perencanaan Pembangunan Daerah Otonom dan Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta : Citra Utama.

. Sumodiningrat, Gunawan dkk. 1999. Kemiskinan, Teori, Fakta dan Kebijakan. Jakarta : OMPAC

. Syafiuddin S. 2008. Optimalisasi Penanggulangan Kemiskinan Dengan Menggunakan Pendekatan Parcitipatory Assessment and Monitoring di Kota Makassar. Penelitian Agroekonomi vol 26 No 2 , tanggal 2 Desember 2008, p.82-91 (PPAM) Lembaga Penelitian Universitas Muhammadiyah Makassar .

. Syafiuddin, S., Mahsyar, A. (2016). Condition and Characteristics of Poor Farmer Households in the Perspective of Participatory Local Social Development in Jeneponto Regency, South Sulawesi, Indonesia. European Journal of Social Sciences, 51(1), 133-140.

. Uphoff, Norman.1986. Lokal Institutional Development : An Analytical Sourcebook with cases. West Hartford, Conn Kumarian Press.

. Widayanti. 2003. Kajian Kelembangan Materi Semikola. Studi/Kajian Perda Sektor Kelautan dan Perikanan Propinsi Sulawesi Selatan. LP3MPK Makassar

. Wilson,Terry. 1996. The Empowerment Manual. Grower Publishing Company. London

. Zulkifli. 2007. Kehidupan Sosial Masyarakat. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta

Published
2019-05-10
How to Cite
Andriana, A., & Mahsyar, A. (2019). KELEMBAGAAN KOMUNITAS DALAM PEMBERDAYAAN RUMAH TANGGA PETANI MISKIN DI DESA KAPITA KECAMATAN BANGKALA KABUPATEN JENEPONTO. Jurnal Niara, 12(1), 53- 61. https://doi.org/10.31849/nia.v12i1.2291
Section
Articles
Abstract viewed = 43 times
PDF downloaded = 28 times