Pengaruh Kredit Usaha Tani Dalam Pembangunan Pedesaan Studi Kasus Pada Kredit Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP)
DOI:
https://doi.org/10.31849/niara.v17i3.25488Keywords:
Gapoktan, PUAP, LKMA, kinerja LKMA, kredit usahatani, pendapatan, usahatani padiAbstract
Salah satu program pemerintah dalam pembangunan masyarakat petani di pedesaan adalah Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). Program ini dilaksanakan oleh pemerintah terutama terkait dengan masih rendahnya sumbangan pendapatan yang dapat diberikan oleh usaha pertanian untuk kesejahteraan petani. Salah satu kendalanya adalah permodalan usahatani di pedesaan itu sendiri. Dalam program PUAP tersebut, pemerintah telah menyalurkan modal usahatani dengan melibatkan satu lembaga di pedesaan yaitu Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA). Sejumlah hasil penelitian masih meragukan keberhasilan program PUAP tersebut, dalam upaya meningkatkan usaha pertanian di pedesaan. Untuk itu, Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana proses pemberian kredit PUAP yang dilaksanakan oleh Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) dan menganalisa pengaruh pemberian kredit dari program PUAP tersebut terhadap pendapatan usahatani padi pada satu kasus di Gapoktan Karya Sejahtera yang digulirkan pada tahun 2010. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.
Populasi dari penelitian ini adalah seluruh anggota kelompoktani yang bergabung di Gapoktan Karya Sejahtera yang memiliki usahatani padi sawah di nagari Koto Baru kecamatan Luhak Nan Duo, sedangkan yang menjadi sampel penelitian adalah anggota Gapoktan yang dipilih secara acak sederhana dari populasi penelitian yaitu sebanyak 21 petani peminjam dan 28 petani tidak meminjam kredit. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengajukan kuesioner, wawancara mendalam dengan informan kunci dan observasi langsung dilapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program PUAP oleh LKMA Karya Sejahtera sudah sangat baik diukur menurut indikator penilaian kinerja. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pendapatan pada petani yang memanfaatkan dana pinjaman Program PUAP dibanding dengan petani yang tidak memanfaatkan dana pinjaman dari PUAP. LKMA telah bekerja cukup baik dalam menyukseskan Program PUAP terutama dalam mendorong peningkatan usahatani padi didaerah studi
References
[2] Anggriani, TW. 2012. Analisis Dampak Pelaksanaan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) Studi Kasus Gapoktan Rukun Tani, Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Tesis. Universitas Indonesia. Jakarta.
[3] Arif, Muttaqien. 2006. Paradigma baru pemberantasan kemiskinan, rekonstruksi arah pembangunan menuju masyarakat yang berkeadilan, terbebaskan dan demokratis dalam Arif Mutaqien dkk, Menuju Indonesia sejahtera. Jakarta: Khanata, Pustaka LP3ES Indonesia.
[4] Badan Pusat Statistik. 2020. Sumber data utama data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel Modul Konsumsi dan Kor. Badan Pusat Statistik dan Departemen Sosial. 2002.
[5] Burhanudin, A. 2013. Metodologi Penelitian. Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (akses 16 Februari 2016).
[6] Saragih, FH, dkk. 2020. “Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Tani Padi Ciherang di Desa Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai”. Jurnal Agribisnis Sumut. Dipublish April 2020.
[7] Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.
[8] Sulistyo, Joko. 2012. 6 Hari Jago SPSS 17. Jakarta. Penerbit Cakrawala. Supriyatna, Tjahya. 1997. Birokrasi Pemberdayaan dan Pengentasan Kemiskinan. Bandung. Penerbit Humaniora Utama Press.
[9] Suwartono. 2014. Dasar- dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta. ANDI: Ed I. S,
[10] Mulyadi. 2014. Ekonomi Sumberdaya Manusia dalam Persfektif Pembangunan. jakarta. Penerbit Rajawali Press









