Comparison of Intrinsic Elements of Indonesian and German Children's Literature to Enrich Character Education for Indonesian Children

Authors

  • Andina Meutia Hawa Universitas Andalas
  • Dyani Prades Pratiwi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, UNIVERSITAS ANDALAS
  • Roma Kyo Kae Saniro Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, UNIVERSITAS ANDALAS
  • Armini Arbain Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, UNIVERSITAS ANDALAS

DOI:

https://doi.org/10.31849/elt-lectura.v11i2.20175

Keywords:

children literature, education character, intrinsic element

Abstract

Children's literature has many benefits, including being a medium of entertainment and a medium for character education for children. Children's literature contains various noble values that readers can internalize daily. This research uses two objects of children's literature: the Indonesian children's literature book Dru dan Negeri Lima Kerajaan by Clara Ng and Renata Owen and the German novel Apfelkuchen und Baklava by Kathrin Rohmann. This research aims to compare two intrinsic elements from the two novels as material for character education for students in Indonesia. The intrinsic elements in both novels are characters, setting, theme, and message. The research results show that the intrinsic elements of both novels have symbolic meanings that contain noble values such as patience, courage, kindness, sincerity, acceptance, and openness. Therefore, it can be concluded that the two novels can be used as material for enriching student and Indonesian character education and cultivating global character.

References

Drasalová, K. (2018). Flucht und Migration als Thema der Kinder- und Jugendliteratur im 21. Jahrhundert (Syrische Kinder Und Jugendliche Als Protagonisten).

Fahham, A. M., & Kartaatmaja, A. M. (2014). Konflik Suriah: Akar Masalah dan Dampaknya. JURNAL POLITICA DINAMIKA MASALAH POLITIK DAL AM NEGERI & HUBUNGAN INTERNASIONAL. 5(1), 37–60.

Hermawan, D. & S. (2019). Pemanfaatan Hasil Analisis Novel Seruni Karya Almas Sufeeya Sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA. METAMORFOSIS Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia Dan Pengajarannya, 12(1), 11–20.

Kasriyati, D., Rulliza, A., Jaufani, A., & Lestari, W. (2024). An Analysis of Educational Value in Fall Movie. English Language and Education Spectrum, 4(1), 47–55.

Krissandi, A. D. S., Febriyanto, B., S, K. A. C., & Radityo, D. (2018). Sastra Anak: Media Pembelajaran Bahasa Anak (1st ed). Bakul Buku Indonesia.

Kurniawan, H. (2009). Sastra Anak dalam Kajian Strukturalisme, Sosiologi, Semiotika, hingaa Penulisan Kreatif. Graham Ilmu.

Lestari, M. F. I. A. (2018). Analisis Faktor Penyebab Konflik Berkepanjangan (Protracted Conflict) di Suriah Tahun 2011-2017.

Masagus sulaiman, Rohmana, S. H., & Syahri, I. (2019). Teaching Reading Narrative Texts through Inking Your Thinking Strategy. ELT-Lectura, 6(2), 102–113. https://doi.org/10.31849/elt-lectura.v6i2.2960

Mursini. (2011). Apresiasi dan Pembelajaran Sastra Anak-anak. Ciptapustaka Media Prints.

N, N. L. (2015). Perbandingan Perwatakan dan Nilai-Nilai Moral Dalam Dongeng Frau Holle dan Bawang Merah Bawang Putih: Kajian Sastra Bandingan. Jurnal Pendidikan Bahasa Jerman.

Ng, C., & Owen, R. (2016). Dru dan Kisah Lima Kerajaan. Gramedia Pustaka Utama.

Ninda, Rijal, S., & H. (2022). Analisis Nilai Pendidikan Karakter dalam Fabel Jerman Pada Kumpulan Dongeng Brüder Grimm. Academic: Journal of Social and Educational Studies, 1(1), 56–63.

Nurgiyantoro, B. (1995). Sastra sebagai Pemahaman Budaya. Jurnal Cakrawala Pendidikan. 3(14).

Nurgiyantoro, B. (2004). Penilaian Pembelajaran Sastra Berbasis Kompetensi. Jurnal Diksi, 11(1), 94–116.

Nurgiyantoro, B. (2005). Sastra Anak Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Gadjah Mada University Press.

Nurgiyantoro, B. (2010). Sastra Anak dan Pembentukan Karakter. Cakrawala Pendidikan.

Panglipur, P. J., & Listiyaningsih, E. (2017). Sastra Anak Sebagai Sarana Pembelajaran Bahasa dan Sastra untuk Menumbuhkan Berbagaikarakter di Era Global.

Purnomowulan, N. R. (2016). Penulisan Sastra Anak: Sederhana Yang Tidak Mudah. Seminar Nasional Sastra Anak” Sastra Anak Dan Kreativitasnya”, Yogyakarta.

Putri, F. N., & Kartikasari, R. D. (2022). Analisi Kajian Struktural Sastra Bandingan Cerita Rakyat Batu Bagga dan Malin Kundang. Jurnal Wistara, 5(1).

Rahmasari, B. S., & Chasanatun, T. W. (2024). Literature Circles and Jam Board: Interactive Ways to Comprehend Young Adult Literature. ELT-Lectura, 11(1), 51-60.

Rohmann, K. (2016). Apfelkuchen und Baklava. Boje Verlag.

Rondiyah, A. A., Wardani, N. E., & Saddhono, K. (2017). Pembelajaran Sastra melalui Bahasa dan Budaya untuk Meningkatkan Pendidikan Karakter Kebangsaan di Era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). The 1st Education and Language International Conference Proceedings Center for International Language Development of Unissula.

Ryan, M. (2011). Teori Sastra: Sebuah Pengantar Praktis. Jalasutra.

Sarumpaet, R. K. T. (2010). Pedoman Penelitian Sastra Anak. Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan National.

Taufik, A., & Apendi, T. (2021). Analisis Dampak Negatif Pergaulan Anak Remaja di Era Globalisasi Dengan Kemajuan Teknologi. Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan, 5(1), 26–33.

Teeuw, A. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Dunia Pustaka Jaya.

Udasmoro, W., Kusumayanti, D. D., & Heminninsih, N. (2012). Sastra Anak dan Pendidikan Karakter. Program Studi Sastra Prances Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Downloads

Published

2024-08-26

How to Cite

Comparison of Intrinsic Elements of Indonesian and German Children’s Literature to Enrich Character Education for Indonesian Children. (2024). ELT-Lectura, 11(2), 143-156. https://doi.org/10.31849/elt-lectura.v11i2.20175