Identifikasi Potensi Pengembangan Tanah Dasar (Subgrade) dengan Metode Korelasi Sifat-Sifat Indeks dan Mineralogi

Authors

  • Rina Yuliet Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur, Sekolah Pascasarjana, Universitas Andalas, Padang, Indonesia
  • Rizki Satria Putra Program Studi Teknik Sipil, Universitas Andalas, Padang, Indonesia
  • Oknovia Susanti Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur, Sekolah Pascasarjana, Universitas Andalas, Padang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31849/rxh59031

Keywords:

Aktivitas, Kuat geser, Perkerasan, Retak, Tanah ekspansif

Abstract

Potensi pengembangan adalah cara untuk menggambarkan sifat tanah ekspansif. Fenomena tanah ekspansif memiliki dampak terhadap kerusakan pada struktur dan infrastruktur. Retak yang terjadi pada perkerasan kaku adalah salah satu kerusakan pada infrastuktur jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan pada tanah dasar (subgrade) untuk jalan dengan metode korelasi sifat-sifat indeks dan mineralogi. Berdasarkan sistem klasifikasi unifikasi, tanah di kawasan Universitas Andalas dapat diklasifikasikan sebagai tanah lempung plastisitas rendah dengan pasir (CL) dan nilai kuat geser tanah rata-rata yang cukup tinggi 0,685 kg/cm2. Hasil identifikasi potensi pengembangan menggunakan korelasi batas-batas atterberg menunjukkan bahwa subgrade jalan bersifat tidak ekspansif. Berdasarkan korelasi pengembangan dengan aktivitas (A) dengan nilai antara 0,02 hingga 0,25. Identifikasi meneralogi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) dan X-Ray Difraction (XRD) didapatkan kandungan mineral gibbsite yang memiliki potensi mengembang yang rendah dan illite yang memiliki potensi mengembang ketika terpapar air. Hasil potensi pengembangan (S) didapatkan nilai yang bervariasi antara 6,35×10-8 % hingga 0,29 %, nilai ini memiliki derajat pengembangan yang rendah. Dari hasil identifikasi menggunakan korelasi sifat-sifat indeks dan korelasi mineralogi dapat diketahui bahwa subgrade jalan di kawasan Universitas Andalas memiliki potensi pengembangan yang rendah, sehingga retak yang terjadi pada perkerasan kaku di ruas jalan tersebut bukanlah disebabkan oleh sifat subgrade yang ekspansif. Retak yang terjadi kemungkinan disebabkan oleh penyusutan beton, kelebihan beban, kualitas beton yang tidak sesuai dan sebagainya. Untuk perbaikan keretakan pada perkerasan kaku dapat menggunakan bahan yang sesuai, seperti epoxy atau grouting khusus untuk beton, agar keretakan tidak berkembang lebih lanjut.

References

Abden, A., Al-Shamrani, M., Dafalla, M., & Siddiqui, N. (2024). Assessment of the Performance of Spread Footings and Mat Foundations on Expansive Soils. Results in Engineering, 23, 1-11. https://doi.org/10.1016/j.rineng.2024.102782

Amakye, S. Y., & Abbey, S. J. (2021). Understanding the Performance of Expansive Subgrade Materials Treated with Non-Traditional Stabilisers: A Review. Cleaner Engineering and Technology, 4, 1-15. https://doi.org/10.1016/j.clet.2021.100159

American Society for Testing and Materials. (2021). ASTM D1883-21 Standard Test Method for California Bearing Ratio (CBR) of Laboratory-Compacted Soils. https://store.astm.org/standards/d1883

Aptarila, G., Lubis, F., & Saleh, S. (2020). Analisis Kerusakan Jalan Metode SDI Taluk Kuantan - Batas Provinsi Sumatera Barat. Siklus:Jurnal Teknik Sipil, 6(2), 195–203. https://doi.org/10.31849/siklus.v6i2.4647

Badan Standarisasi Nasional. (2008). SNI 1966:2008 Cara Uji Penentuan Batas Cair Tanah. https://binamarga.pu.go.id/uploads/files/593/sni-1967-2008

Badan Standarisasi Nasional. (2008). SNI 1966:2008 Cara Uji Penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah. https://binamarga.pu.go.id/uploads/files/592/sni-1966-2008

Badan Standarisasi Nasional. (2008). SNI 3423:2008 Cara Uji Analisis Ukuran Butir Tanah. https://binamarga.pu.go.id/uploads/files/591/sni-3423-2008

Badan Standarisasi Nasional. (2012). SNI 3638:2012 Metode Uji Kuat Tekan-Bebas Tanah Kohesif. https://binamarga.pu.go.id/uploads/files/582/preview_582-1-5

Badan Standarisasi Nasional. (2015). SNI 6371:2015 Tata Cara Pengklasifikasian Tanah untuk Keperluan Teknik dengan Sistem Klasifikasi Unifikasi Tanah. https://binamarga.pu.go.id/uploads/files/554/sni-6371-2015

Badan Standarisasi Nasional. (2017). SNI 8460:2017 Persyaratan Perancangan Geoteknik. https://binamarga.pu.go.id/uploads/files/546/sni-84602017

Chasanah, F. (2015). Analisis Peningkatan Jalan Akibat Kerusakan Struktur Perkerasan di Atas Tanah Ekspansif. Jurnal Teknisia, XX(1), 12-21. https://journal.uii.ac.id/index.php/teknisia/article/view/3619

Departemen Pekerjaan Umum. (2005). Pedoman Konstrusksi dan Bangunan: Penanganan Tanah Ekspansif untuk Konstruksi Jalan. https://perpustakaan.ciptakarya.pu.go.id

Hardiyatmo, H. C. (2024). Tanah Ekspansif, Permasalahan dan Penanganan (Cetakan Ketiga). Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. ISBN: 978-979-420-935-6

Inkoom, S., Sobanjo, J., Barbu, A., & Niu, X. (2019). Prediction of the Crack Condition of Highway Pavements Using Machine Learning Models. Structure Infrastructure Engineering, 15, 940–953. https://doi.org/10.1080/15732479.2019.1581230

Melese, D. T., Jida, G., Beyene, R., Woldesenbet, T. T., Meshesha, A. E., & Geleta, W. S. (2024). Expansive Clay Subgrade Soil Improvement Using Municipal Solid Waste Fly Ash: Experimental and Numerical Approach. Environmental Challenges, 16, 1-14. https://doi.org/10.1016/j.envc.2024.100998

Punthutaecha, K., Puppala, A. J., Vanapalli, S. K., & Inyang, H. (2006). Volume Change Behaviors of Expansive Soils Stabilized with Recycled Ashes and Fibers. Journal Mater. Civil Engineering, 18, 295–306. http://dx.doi.org/10.1061/(ASCE)0899-1561(2006)18:2(295)

Rosenbalm, D., & Zapata, C. E. (2016). Effect of Wetting and Drying Cycles on the Behavior of Compacted Expansive Soils. Journal Mater Civil Engineering, 29. https://doi.org/10.1061/(ASCE)MT.1943-5533.0001689

Surjandari, N. S., Djarwanti, N., Purwana, Y. M., Setiawan, B., Dananjaya, H., Prakosa, B. B., & Fitri, S. N. (2021). Potensi Kembang Susut Tanah Ekspansif di Wilayah Solo Raya (Studi Kasus di Trucuk, Pedan, dan Nogosari). Jurnal Matriks Teknik Sipil, 9(4), 283–287. https://doi.org/10.20961/mateksi.v9i4.55171

Tiwari, N., & Satyam, N. (2020). An Experimental Study on the Behavior of Lime and Silica Fume Treated Coir Geotextile Reinforced Expansive Soil Subgrade. Engineering Science and Technology, an International Journal, 23(5), 1214–1222. https://doi.org/10.1016/j.jestch.2019.12.006

Yunus, M., Muhlisah, N., Wicaksono, C., & Aditya, F. (2024). Kajian Nilai CBR Tanah Dasar Landasan Pacu Pesawat dengan Pengujian CBR Lapangan. Siklus : Jurnal Teknik Sipil, 10(1), 91–102. http://dx.doi.org/10.31849/siklus.v10i1.15248

Downloads

Published

2025-04-30

How to Cite

Identifikasi Potensi Pengembangan Tanah Dasar (Subgrade) dengan Metode Korelasi Sifat-Sifat Indeks dan Mineralogi. (2025). Siklus : Jurnal Teknik Sipil, 11(1), 48-60. https://doi.org/10.31849/rxh59031

Similar Articles

1-10 of 85

You may also start an advanced similarity search for this article.