APLIKASI PEWARNAAN BAHAN ALAM MANGROVE PADA KAIN BATIK SEBAGAI DIVERSIFIKASI USAHA MASYARAKAT

  • Heni Irawati Universitas Borneo Tarakan
Keywords: Pewarna alami, Ceriops tagal, Rhizophora apiculata, Nypa fruticans

Abstract

Kota Tarakan merupakan kota yang berada di daerah pesisir dengan potensi hutan mangrove yang dapat tumbuh subur di daerah tersebut. Mangrove dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alam dalam proses pembuatan batik yang ramah lingkungan. Bahan pewarna alami dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan potensi lokal. Namun masyarakat Kota Tarakan khususnya Kelurahan Gunung Lingkas belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah mangrove menjadi bahan pewarna kain batik dan belum memiliki peralatan dan bahan yang memadai. Oleh karena itu, sangat penting dilakukan kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi masyarakat dalam mengolah mangrove menjadi bahan pewarna alam dalam proses pembuatan batik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dengan melibatkan mitra secara langsung dalam proses pembuatan zat warna dan pengaplikasiannya pada kain. Target luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terbentuknya suatu kelompok masyarakat yang dapat menghasilkan produk kain batik ramah lingkungan. Keberhasilan dari kegiatan ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat di Kelurahan Gunung Lingkas Kota Tarakan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alamsyah. (2018). Kerajinan Batik dan Pewarnaan Alami. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 1(2), 136-148.
Annisa, U. (2018). Batik Tulis dengan Pewarna Remazol Di Home Industry Candi Desa Candimulyo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Jurnal e-Craft, 7(6), 561-572.
Imra., Kustiariyah, T., dan Desniar. (2016). Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Ekstrak Nipah (Nypa fruticans) Terhadap Vibrio sp. Isolat Kepiting Bakau (Scylla sp.). Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 19(3), 241-250.
Irawati, H., Aprilita, N. H., dan Sugiharto, E. (2018). Adsorpsi Zat Warna Kristal Violet Menggunakan Limbah Kulit Singkong (Manihot esculenta). Jurnal Berkala MIPA, 25(1), 17-31.
Martuti, N. K. T., Soesilowati, E., dan Na’am, M. F. (2017). Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Penciptaan Batik Mangrove. ABDIMAS, 21(1), 65-74.
Paryanto, Kwartiningsih, E., Agung, W., Pranolo, S.H., Haningtyas, V., Hidayat, R., dan Roy, I. (2015). Pengambilan Zat Warna Alami dari Buah Mangrove Spesies Rhizophora mucronata untuk Pewarna Batik Ramah Lingkungan. Jurnal Purifikasi, 15(1), 33-40.
Pringgenies, D., Supriyantini, E., Azizah, R., Hartati, R., Irwani dan Radjasa, O.K. (2013). Aplikasi Pewarnaan Bahan Alam Mangrove untuk Bahan Batik sebagai Diversifikasi Usaha Di Desa Binaan Kabupaten Semarang. Majalah Info, XV(1), 1-10.

Ramses., Erwin, A., dan Ramdani. (2018). Inovasi Minuman dan Panganan Berbahan Baku Bidara Laut (Ximenia Americana) dan Mangrove dari Pesisir Kota Batam. Dinamisia, 2(2), 197-204.
Rosyada, A., Sofwan, A., Muflihati. (2018). Pemanfaatan Tumbuhan Mangrove oleh Masyarakat Desa Bakau Besar Laut Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah. Jurnal Hutan Lestari, 6(1), 62-70.
Sari, R. (2016). Penggunaan Mangrove untuk Meningkatkan Pendapaan Ekonomi Rumah Tangga. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 22(4), 10-15.
Published
2020-06-12
How to Cite
Heni Irawati. (2020). APLIKASI PEWARNAAN BAHAN ALAM MANGROVE PADA KAIN BATIK SEBAGAI DIVERSIFIKASI USAHA MASYARAKAT . Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2). https://doi.org/10.31849/dinamisia.v4i2, Juni.3982
Abstract viewed = 23 times