KOMBINASI WAKTU DEFOLIASI ENTRES DAN MODEL SAMBUNG PUCUK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT CACAO (Theobroma cacao, L)

  • ROSMAITI ROSMAITI Universitas Samudra Langsa
  • IWAN SAPUTRA Universitas Samudra Langsa
Keywords: Keywords: Cacao, Defoliasi, Entres, Connect gap, connect diagonally.

Abstract

Abstract

 

The aim of the study was to get the interaction between the time of entries defoliation and shoot grafting model that gave the best Cacao seedling growth. The treatment design consists of two factors, namely the defoliation time of the entries and the top graft model. The time of entries defoliation consists of 4 defoliation times, entres defoliation at the connection (W1), entres defoliation 3 days before connection (W2), entres defoliation 6 days before connection (W3), and entres defoliation 9 days before connection (W4). The connection factor model is tested by two connection models, namely, connecting gap (S1), and diagonal connection (S2). The environmental design used is a randomized block design in factorial patterns. Parameters of cacao seedling growth observed were the percentage of live seedlings (%), time of shoot buds (days), shoot length (cm), shoot diameter (cm), and a number of leaf buds (strands). The results of this research are that there is no interaction between the treatment combination of all observed parameters. The best time for defoliation is 9 days before connection. The defoliation model used shows different results that are not real.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ana, P., dan Errea, P., 2005. A review of new advances in mechanism of graft compatibility–incompatibility in Scientia Horticulturae 106(1):1-11.
Ariani, S. B., Sembiring, D. S. P. S., & Sihaloho, N. K. (2017). Keberhasilan Pertautan Sambung Pucuk Pada Kakao (Theobroma cacao L) Dengan Waktu Penyambungan Dan Panjang Entres Berbeda. Jurnal Agroteknosains, 1(2), 87–99.
Aryanto, dan Polakitan, D., 2009. Uji produksi rumput dwarf (Penisetumpurpureum CV Dwarf). Jurnal Ilmiah, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara, Jl. Kampus Pertanian Kalasey.
BPS, 2004. Aceh Dalam Angka. Badan Pusat Statistik. Banda Aceh.
Hartmann, H.T., D.E. Kester, F.T. Davies, Jr, R.L. Geneve. 1997. Plant Propagation: Principles and Practices. 7th edition. Prentice Hall Inc. 770p.
Khodijah, N.S., Kusmiadi, R., dan Sartika, S., 2014. Optimalisasi Produksi Kacang Tanah Dan Jagung Pada Pola Tanam Tumpangsari Dengan Perlakuan Defoliasi Jagung. Enviagro, Jurnal Pertanian dan Lingkungan, Vol. 7(2): 1-48
Lakitan, B. 2001. Fisiologi Tumbuhan dan Perkembangan Tanaman.Raja. Jakarta.
Limbongan, J. 2011. Kesiapan penerapan teknologi sambung samping (side-cleft-grafting) untuk mendukung program rehabilitasi tanaman kakao. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 30(4): 156163.
Limbongan, J., B.A. Lologau, B. Nappu, G. Thahir, dan N. Lade. 2012. Peningkatan mutu bibit kakao asal grafting dan somatik embriogenesis di Sulawesi Selatan. Laporan Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa Kementerian Riset dan Teknologi bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan, Makassar.
Limbongan dan Dhufri, F., 2013. Pengembangan Teknologi Sambung Pucuk Sebagai Alternatif Pilihan Perbanyakan Bibit Kakao. J. Litbang Pert. Vol. 32 (4): 166-172).
Lukman, W. (2004). Teknik Sambung Pucuk Menggunakan Stadium Entres Yang Didefoliasi Pada Jambu Mete Wawan Lukman 1. Buletin Teknik Pertanian, 9(3), 13–15.
Muljanto, D. (1997). Perubahan Ultrastruktur Dan Kemampuan Merestorasi Bintil Akar Tanaman Clover Putih (Trifolium repens L) Akibat Defoliasi Berat. J. Ilmu Pertanian, 6(1), 1–7.
Muthohar, F. B. (2008). Respon Beberapa Varietas Entres Mangga ( Mangifera Indica L ) Pada Perbedaan Waktu Defoliasi Terhadap Pertumbuhan Bibit Secara Grafting. JIPTUMMPP, (April 2006), 3–4.
Riodevriza (2010). Pengaruh Umur Pohon Induk terhadap Keberhasilan Stek dan Sambungan Shorea selanica BI. Departemen Silvikultur. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Saefudin, dan Ferri, Y., 2009. Pengaruh Panjang Entres Terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Dan Pertumbuhan Benih Jambu Mete. Buletin RISTRI Vol 2 (2):121-124.
Sari, I.A. and A.W. Susilo. 2012. Keberhasilan sambungan pada beberapa jenis batang atas dan famili batang bawah kakao (Theobroma cocoa L.). Pelita Perkebunan (a Coffee and Cocoa Research Journal), 28(2). pp.72– 81.
Satriyo, T. A., Widaryanto, E., & Guritno, B. (2014). Hasil Dan Mutu Benih Jagung ( Zea mays L .) Var . Bisma The Impact Of Position And Time Leaf Defoliation On The Growth , Yield And Seed Viability Of Corn ( Zea mays L .) Var . Bisma. Jurnal Produksi Tanaman, 4(4), 256–263.
Syafrison dkk. 2011. Pengaruh saat defoliasi entres tehadap pertumbuhan sambung pucuk kakao (Theobroma cacao L) dengan batang bawah yang mempunyai jumlah daun yang berbeda . Padang
Sholikah, A., & Ashari, S. (2017). Pengaruh Saat Defoliasi Batang Atas Terhadap Pertumbuhan Dan Keberhasilan Grafting Durian ( Durio zibethinus Murr .). Jurnal Produksi Tanaman, 5(3), 441–450.
Subandi A (2008) Metabolisme. http://metabolisme.blogs. pot.com/2007/09. Diakses pada 29 April 2018
Sudjijo, 2008. Pengaruh Ukuran Batang Bawah dan Batang Atas terhadap Pertumbuhan Durian Monthong, Hepe, dan DCK-01. J. Hort. Vol. 19 (1): 89-94.
Suminarti, N. E., & Novrianti, R. (2017). Pengaruh Defoliasi Dan Posisi Penanaman Stek Batang Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Lam. Var. Sari. Jurnal Biodjati, 2(1), 21–29.
Surtinah, S. (2005). Hubungan Pemangkasan Organ Bagian Atas Tanaman Jagung (Zea mays, L) Dan Dosis Urea Terhadap Pengisian Biji. Jurnal Ilmiah Pertanian, 1(2), 27-36.
Tambing, Y., dan Hadid, A. 2003. Keberhasilan pertautan sambung pucuk pada mangga dengan waktu penyambungan dan panjang entris berbeda. Agroland, 15(4).
Published
2019-02-01
Abstract viewed = 98 times
Full Text downloaded = 164 times