Jejak Oligarki Dalam Pengelolaan Tambangan Emas: Studi Kasus PT Freeport Indonesia Di Papua
DOI:
https://doi.org/10.31849/5cs7c140Abstract
Sejak beroperasi pada tahun 1967, PT Freeport telah menjadi salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia, menghasilkan emas dan tembaga dari salah satu deposit terbesar di Grasberg. Meskipun perusahaan ini mengklaim memberikan kontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terdapat ketimpangan signifikan antara keuntungan yang diperoleh dan kondisi sosial ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara kepemilikan saham, perpanjangan izin operasi, dan dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif melalui studi literatur. Penelitian ini menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat adat dalam mempertahankan hak atas tanah dan lingkungan mereka yang terancam oleh limbah tailing. Temuan menunjukkan bahwa oligarki berperan penting dalam menentukan kebijakan pertambangan yang sering kali mengabaikan kepentingan masyarakat lokal, sehingga menciptakan ketidakadilan sosial dan lingkungan di Papua
References
[1] Abdurofiq, A., & Kusumawardhana, I. (2024). Bending The Golden Giant: Indonesia's Bargaining Power for Nationalized Control Over PT. Freeport Indonesia. Journal of Governance, 9(3), 545-566.
[2] Al Ayubi, S., & Raffiudin, R. (2023). Dominasi Oligarki Sumber Daya Alam: Studi Kasus Ketergantungan Indonesia Terhadap Industri Batu Bara Di Masa Pemerintahan Joko Widodo. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 7(3), 2533-2546.
[3] As' ad, M. U., Barsihanor, B., Sobirin, S., & Hergianasari, P. (2023). Oligarki dan Jaringan Patronase: Dinamika Kebijakan Pertambangan Batu Bara di Kabupaten Tanah Bumbu. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 14(1), 1-17.
[4] Bangun, N. B., & Rinanda, T. (2022). Pengaruh Oligarki Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety, 2(2), 338-346.
[5] Bolqiah, L. H., & Raffiuddin, R. (2021). Dominasi Oligarki dalam Pembangunan Reklamasi Pantai Utara Jakarta. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 8(1), 13-25.
[6] Mugiyanto, M. (2022). Hubungan Oligarki Kekuasaan Dengan Politik Hukum Penguasa. Jurnal Penegakan Hukum Indonesia, 3(1), 14-28.
[7] Hasanudin, H., Triyani, D., Yogaswara, R., & Suwangsih, N. (2023). Oligarki Dan Kekuasaan Oligarki Politik: Pertemuan Kepentingan Bisnis Dan Kepentingan Politik Di Kota Banjar Jawa Barat. JIPE: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 8(1), 97-103.
[8] Muthmainnah, L., Mustansyir, R., & Tjahyadi, S. (2020). Kapitalisme, Krisis Ekologi, dan Keadilan Intergenerasi: Analisis Kritis atas Problem Pengelolaan Lingkungan Hidup di Indonesia. Mozaik Humaniora, 20(1), 57-69.
[9] Polontoh, H. M., & Yanuaria, T. (2023). The Existence of PT. Freeport Indonesia: Effects for Indigenous Peoples and the Investment Climate in Papua. Journal of Law and Sustainable Development, 11(7), e1039-e1039.
[10] Rohmah, E. (2024). Perubahan Paradigma Politik di Indonesia Dari Demokrasi ke Oligarki. Dentika: Dental Journal, 16(1), 01-12.
[11] Saputra, T., Darmawan, A., & Novaria, R. (2021). Networks in the implementation of illegal gold mining countermeasure policy in Kuantan Singingi Regency. Jurnal Borneo Administrator, 17(3), 335-350.
[12] Suryani, D., Izzati, F. F., Syafi'i, I., Adaba, P. Y., & Satriani, S. (2022). Kemunduran demokrasi tata kelola SDA: Penguatan oligarki dan pelemahan partisipasi civil society. Jurnal Penelitian Politik, 18(2), 173-190.
[13] Tsaqif, A. M., Situmorang, L. R., Rajabi, Z., & Tarina, D. D. Y. (2024). Analysis of land disputes
between PT Freeport Indonesia, the Indonesian government, and the Papuan community. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP), 8(3), 1576–1582.
[14] Umam, S. (2022). Developmentalisme Gaya Baru Dan Kesejahteraan Masyarakat Yang Terpasung. POPULIKA, 10(2), 11-21.
[15] Wijaya, H. (2021). Evolusi Oligarki di Indonesia. Wijayanto, AP Budiatri, & HP Wiratraman, Demokrasi tanpa Demos: Refleksi, 100, 822-830.
[16] Yusri, Y., & Mahuli, J. I. (2023). Dampak Negara dikendalikan Partai Politik dan Oligarki. All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety, 3(2), 78-84.









