Praktik Oligarki Pada Pertambangan Nikel Dan Dampaknya Terhadap Masyarakat Studi Kasus : Suku Sawai Halmahera

Authors

  • Aprilia Atika Putri Universitas Riau
  • Nurpeni Universitas Lancang Kuning
  • Yusmar Yusuf Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.31849/6e0fy974

Abstract

Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, menjadikannya salah satu penghasil utama komoditas ini. Namun, di balik potensi ekonomi yang besar, praktik oligarki dalam industri pertambangan nikel telah menimbulkan dampak serius, terutama terhadap lingkungan dan masyarakat lokal. Penelitian ini mengkaji bagaimana praktik oligarki dalam industri nikel terjadi serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat, dengan fokus pada masyarakat suku Sawai di Halmahera Selatan. Ekspansi pesat industri nikel di Halmahera telah menyebabkan kerusakan ekosistem seperti pencemaran air, penurunan jumlah ikan, dan terganggunya keseimbangan lingkungan yang menjadi penopang kehidupan masyarakat lokal. Kebijakan pemerintah yang sering kali berpihak pada perusahaan tambang memperparah situasi ini, dengan memberikan kemudahan akses izin melalui regulasi seperti UU Cipta Kerja, meskipun berpotensi mengabaikan kelestarian lingkungan dan hak-hak masyarakat. Dominasi pemerintah pusat dalam pengelolaan izin tambang, tanpa memperhatikan masukan pemerintah daerah dan masyarakat lokal, mencerminkan ketimpangan dalam proses pengambilan keputusan. Selain itu, minimnya kewajiban perusahaan tambang untuk melakukan rehabilitasi lingkungan setelah operasi memperburuk dampak jangka panjang terhadap ekosistem. Situasi ini menggambarkan kebijakan yang lebih menguntungkan elit kekuasaan dibandingkan kepentingan publik, sehingga masyarakat lokal, termasuk suku Sawai, harus menghadapi degradasi lingkungan yang merugikan kesejahteraan mereka dan mengancam sumber daya alam sebagai tumpuan kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak praktik oligarki dalam pertambangan nikel dan ketimpangan yang dirasakan masyarakat terdampak.

 

References

[1] Michels, R. (1915). Political Parties: A Sociological Study of the Oligarchical Tendencies of Modern Democracy. New York: Free Press.

[2] Winters, J. A. (2011). Oligarchy. Cambridge: Cambridge University Press.

[3] Transparency International Indonesia. (2024). Corruption Perceptions Index 2023. Diakses dari https://ti.or.id/corruption-perceptions-index-2023.

[4] Jaringan Advokasi Tambang (JATAM). (2021). Laporan Akhir Tahun: Dampak Sosial Ekologis dari Tambang di Indonesia. Jakarta: JATAM.

[5] Pradipta, P. (2021). Pertambangan Nikel Berkontribusi Tingkatkan Kerusakan Ekologis. Kompas.id.Diakses dari https://www.kompas.id/ baca/ilmu-pengetahuan -teknologi/2021/06/23/ pertambangan-nikel-berkontribusi-tingkatkan-kerusakan-ekologis.

[6] Transparency International Indonesia. (2023). Penilaian Risiko Korupsi Perizinan dan Pengawasan Usaha Pertambangan di Indonesia. Diakses dari https://ti.or.id/books/penilaian-risiko-korupsi-perizinan-dan-pengawasan-usaha-pertambangan-di-indonesia.

[7] Fajar, J. (2024). Laut Halmahera Timur Tercemar Parah Limbah Nikel. Mongabay.co.id. Diakses dari https://www.mongabay.co.id/2024/01/02/laut-halmahera-timur-tercemar-parah-limbah-nikel.

[8] Aspinall, E., & Berenschot, W. (2019). Clientelism and Patronage in Southeast Asia: Comparing Indonesia and Malaysia. Singapore: NUS Press.

[9] Saputra, T., Zuhdi, S., Kusumawardhani, F., & Novaria, R. (2023). The effect of economic development on illegal gold Mining in Kuantan Singingi, Indonesia. Journal of Governance, 8(1), 31-42.

Downloads

Published

2025-05-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Praktik Oligarki Pada Pertambangan Nikel Dan Dampaknya Terhadap Masyarakat Studi Kasus : Suku Sawai Halmahera. (2025). Jurnal Niara, 18(1), 258-264. https://doi.org/10.31849/6e0fy974