Pengembangan Pariwisata Kampuang Sarugo (Saribu Gonjong) dalam Perspektif Community Based Tourism (CBT) di Provinsi Sumatera Barat
DOI:
https://doi.org/10.31849/qhs3ev48Keywords:
pengembangan pariwisata, community based tourismAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya pariwisata di Indonesia yang menempatkan masyarakat sebagai penggerak utama melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengembangan pariwisata Kampuang Sarugo dalam perspektif CBT dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif eksplanatif, dengan data yang diperoleh melalui observasi langsung di lapangan, wawancara dengan ketua Pokdarwis, pemerintah nagari, tokoh adat, pelaku usaha wisata seperti homestay dan kuliner, serta masyarakat umum. Dokumentasi berupa foto kegiatan, arsip struktural Pokdarwis, data kunjungan wisatawan, dan catatan sejarah desa wisata turut menjadi bagian penting dalam penguatan data penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata Kampuang Sarugo telah mencerminkan prinsip utama CBT. Masyarakat terlibat dalam perencanaan, pengelolaan, dan berbagai kegiatan wisata, mulai dari pengoperasian homestay Rumah Gadang, penyediaan kuliner tradisional, hingga pelaksanaan atraksi budaya seperti randai, talempong, dan edukasi adat. Aktivitas wisata memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama perempuan dan pemuda, sekaligus mendorong pelestarian budaya Minangkabau. Meskipun demikian, penelitian menemukan masih adanya beberapa kendala seperti keterbatasan akses jalan, kapasitas SDM Pokdarwis yang belum merata, tantangan dalam pengelolaan promosi digital, serta kekhawatiran masyarakat terhadap dampak sosial budaya dari kedatangan wisatawan. Kondisi ini menunjukkan bahwa Kampuang Sarugo memiliki potensi besar untuk berkembang lebih maju, namun membutuhkan penguatan manajemen dan pendampingan berkelanjutan
References
based tourism (CBT) di desa wisata candirejo borobudur mewujudkan kemandirian desa. Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 3(2).
[2]. Amerta, I. M. S. (2017). Community Based Tourism Development. International Journal of Social Sciences and Humanities (IJSSH), 1(3), 97.
[3]. Anam, Muhammad Shofikhul. 2019. Penerapan Konsep Community Based Tourism Pada Suistanable Tourism Dalam Menunjang Pendapata Asli Desa (Studi Kasus Pada Wisata Sumber Biru Wonosalam).
[4]. Anwar, R. K., Hadia, M. S. D., Hendarmawan, & Khadijah, U. L. S. (2021). Community Participation In Environmental Management At Jatiluhur Reservoir Tourism Site, Indonesia. Procedia Environmental Science, Engineering and Management, 8(2), 363–370.
[5]. Aprilia, T. U., & Idialis, A. R. (2023). Penerapan Community Based Tourism Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Pantai Lon Malang Kabupaten Sampang. Jurnal Destinasi Pariwisata, 10(2), 190.
[6]. Asyari, H. 2010. Buku Pegangan Desa Wisata. Yogyakarta: Tourista.
[7]. Febriandhika, Ikke, and Teguh Kurniawan. 2019. Membingkai Konsep Pariwisata Yang Berkelanjutan Melalui Community Based Tourism : Sebuah Review Literatur.” JPSI (Journal of Public Sector Innovations) 3(2): 50.
[8]. Geogra, F., & Gadjah, À. U. (2013). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal Di Desa Wisata Jatiluwih Tabanan, Bali. Jurnal Kawistara, 3(2), 129–139.
[9]. Hanafi, A., & As’ari, H. (2023). Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Danau Meduyan di Kabupaten Indragiri Hulu. MOTEKAR: Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur.
[10]. Herdiana, D. (2019). Peran Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 6, 63.
[11]. I Wayan Pantiyasa. (2011). Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) dalam Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal. Kota Denpasar.
[12]. Juardi, J., Handani, D., & Sari, S. N. (2020). Strategi Pengembangan Potensi Wisata Desa Bukit Telago Dalam Perspektif Community Based Tourism. Destinesia : Jurnal Hospitaliti Dan Pariwisata, 1(2), 81–88.
[13]. Kreatif, K. P. D. E. (2020). Buku Panduan Penyusun Diterbitkan oleh Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Retrieved.
[14]. Lee, Tsung Hung, and Fen Hauh Jan. 2019. Can Community-Based Tourism Contribute to Sustainable Development? Evidence from Residents’ Perceptions of the Sustainability. Tourism Management 70 (September 2018) : 368-80.
[15]. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
[16]. Pitana I Gede, dkk. 2009. Pengantar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta: Rafsanjani.Ahsani, R. D. P., Suyaningsih, O., Ma’rifah, N., & Aerani, E. (2018). Penerapan konsep community based tourism (CBT) di desa wisata candirejo borobudur mewujudkan kemandirian desa. Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 3(2). https://doi.org/10.26905/pjiap.v3i2.2270
[17]. Purmada, D. K., Wilopo, W., & ... (2016). Pengelolaan desa wisata dalam perspektif community based tourism (studi kasus pada Desa Wisata Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten J. Adm. Bisnis, 32(2), 15–22.
[18]. Rafi, F., & Herdiansyah, H. (2020). The impact of koja cliff development on social cultural and economic: Case of community-based tourism, Banten, Indonesia. Geojournal of Tourism and Geosites, 28(1), 164–174.
[19]. Rusudi, Siregar. 2001. Bentuk - Bentuk Partisipasi Pengembangan. Balai Pustaka Jakarta.
[20]. Sari, N. P. R. (2015). Penerapan Community Based Tourism Dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Sebagai Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat Di Desa Taro Kecamatan Tegallalang ,Gianyar Bali. Kepariwsataan.
[21]. Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.
[22]. Susfenti, N. E. M. (2016). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) Di Desa Sukajadi. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
[23]. Wiwin, I. W. (2018). Community Based Tourism Dalam Pengembangan Pariwisata Bali. Pariwisata Budaya, 3(1), 69–75
[24]. Yuliani, R., & Abdi, M. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kampung Saribu Rumah Gonjong. Jurnal Menara Ilmu Vol. XV, Sumatera Barat : Universitas Muhammadiyah.









