Dampak Caatsa Terhadap Kerjasama Militer Indonesia-Rusia Dan Kemandirian Industri Pertahanan Nasional Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.31849/9t2tnw76Keywords:
CAATSA, Indonesia-Rusia, Industri Pertahanan, Kerjasama MiliterAbstract
Penelitian ini membahas dampak Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) terhadap kerja sama militer Indonesia–Rusia dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional pada periode 2019–2024. CAATSA menjadi instrumen sanksi Amerika Serikat yang memberikan tekanan terhadap negara-negara yang melakukan transaksi pertahanan dengan Rusia, termasuk Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan studi dokumentasi terhadap dokumen resmi, literatur akademik, berita kredibel, serta sumber-sumber terkait kebijakan pertahanan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAATSA berdampak signifikan terhadap dinamika kerja sama militer Indonesia–Rusia, terutama dalam pembatalan atau penundaan pengadaan pesawat tempur Sukhoi Su-35, hambatan transfer teknologi, serta keterbatasan akses terhadap pemeliharaan, suku cadang, dan dukungan teknis alutsista Rusia. Kebijakan tersebut mendorong Indonesia melakukan diversifikasi mitra pertahanan dengan negara lain serta memperkuat kapasitas industri pertahanan domestik. Meskipun kerja sama militer Indonesia–Rusia mengalami tekanan, hubungan bilateral tidak sepenuhnya terhenti, tetapi bergeser pada bentuk kerja sama yang lebih adaptif. Penelitian ini menegaskan bahwa kemandirian industri pertahanan nasional perlu diperkuat melalui diversifikasi, penguasaan teknologi, dan pengurangan ketergantungan terhadap satu negara pemasok alutsista.
Downloads
References
CNBC Indonesia. “Siapakah Mister ‘M’? Sosok Mafia Alutsista Yang Dibeberkan Connie Bakrie.” YouTube video. Diakses 30 Mei 2026. https://www.youtube.com/watch?v=XvBFwt-vwJ8&t=29s.
CNBC Indonesia. (n.d.). Analis Pertahanan Connie Bakrie Ungkap Tabir Tragedi Nanggala 402 [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=h_6kn2Pb-bo&t=603s
Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) Inconsistencies: The Case of India S-400 Weapon Procurement - SciSpace, https://scispace.com/pdf/countering-america-s-adversaries-through-sanctions-act-fmjbxzidnp.pdf An American Failure: CAATSA and Deterring Russian
Dwipratama, Gede Priana. “Potensi Kerja Sama Industri Pertahanan Indonesia dengan Jepang dalam New Domains of Warfare (Studi Pustaka pada Kebijakan Pertahanan Indonesia dan The Defense of Japan White Paper 2022).” Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, 6 Febuari, 2023. https://www.kemhan.go.id/pothan/2023/02/06/potensi-kerja-sama-industri-pertahanan-indonesia-dengan-jepang-dalam-new-domains-of-warfare-studi-pustaka-pada-kebijakan-pertahanan-indonesia-dan-the-defense-of-japan-white-paper-2022.html
Easter, David. 2015. “Active Soviet Military Support for Indonesia during the 1962 West New Guinea Crisis.” Cold War History 15 (2): 201–20. doi:10.1080/14682745.2014.995173.
Gindarsah, Iis and Adhi Priamarizki, 2021. "Explaining Indonesia’s Under-balancing: The Case of the Modernisation of the Air Force and the Navy", Journal of Asian Security and International Affairs(3), 8:391-412. https://doi.org/10.1177/23477970211039645
Ian Storey, “Indonesia’s Defence Procurement Strategy: Diversification but at What Cost?,” Fulcrum, July 22, 2021, https://fulcrum.sg/indonesias-defence-procurement-strategy-diversification-but-at-what-cost/
Irfan, M., Nidar, S. R., Azis, Y., & Widianto, S. (2023). Self-reliant in Defense Industries: Case Study Indonesia. Cogent Business & Management, 10(3), 2262715. doi:10.1080/23311975.2023.2262715.
James V. Parachini, Samuel Charap, Dylan Gehlbach, dan Eugene Rumer, The Impact of the U.S. and Allied Sanction Regimes on Russian Arms Sales (Santa Monica, CA: RAND Corporation, 2021), https://www.rand.org/pubs/research_reports/RRA1341-1.html.
Kuncoro, V. H., Amperiawan, G., & Ansori. (2024). Upaya pengembangan teknologi alutsista TNI dalam mendukung postur pertahanan negara. Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(2), 1544–1549. https://doi.org/10.57235/aurelia.v3i2.2812
Maulana, R., Djuanaidi, & Martini, S. (2024). Alutsista Angkatan Bersenjata Republik Indonesia periode 1959–1969. PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah, 6(2), 33–66. https://doi.org/10.21009/periode.062.3
Nurrisa, F., Hermina, D., & Norlaila. (2025). Pendekatan kualitatif dalam penelitian: Strategi, tahapan, dan analisis data. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran, 2(3), 793–800. https://jurnal.kopusindo.com/index.php/jtpp/article/download/581/546/1655
Santoso, T. A. (2023). Strategi Diplomasi Pertahanan Indonesia Dalam Menghadapi Undang-Undang Countering Americas Adversaries Through The Sanction Act (Caatsa). Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 10(2), 884-898.
Sayudha, K. G. (2024). Indonesia’s pragmatic military diplomacy. Kiroyan Partners. https://www.kiroyan-partners.com/insights/indonesias-pragmatic-military-diplomacy/
Tempo.co, “Soal Pembelian Alutsista dari Prancis, Menlu Singgung Transfer Teknologi,” Tempo, https://www.tempo.co/politik/soal-pembelian-alutsista-dari-prancis-menlu-singgung-transfer-teknologi-2130922
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. (2024, 4 November). Latma ORRUDA 2024, latihan perdana TNI AL–Russian Navy resmi dibuka. https://www.tnial.mil.id/berita/77307/LATMA-ORRUDA-2024,-LATIHAN-PERDANA-TNI-AL---RUSSIAN-NAVY-RESMI-DIBUKA/
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. “LATMA ORRUDA 2024, Latihan Perdana TNI AL - Russian Navy Resmi Dibuka.” TNI Angkatan Laut. November 4, 2024. https://www.tnial.mil.id/berita/77307/LATMA-ORRUDA-2024,-LATIHAN-PERDANA-TNI-AL---RUSSIAN-NAVY-RESMI-DIBUKA/
Tiola. (2021). Indonesia’s China and US Approach: Crafting Policies Out of Standard Operating Procedures. Journal of Asian Security and International Affairs, 8(3), 324–345. doi:10.1177/23477970211041662.
Triantama, F., Berliana, C. T., & I'za, M. Y. (2022). The failure of the United States coercive diplomacy in the era of President Donald Trump: Turkey’s persistence in buying S-400. Masyarakat Kebudayaan Dan Politik, 35(1), 58. https://doi.org/10.20473/mkp.v35i12022.58-68
Widyatmoko, W. G., Almubaroq, H. Z., & Saragih, H. J. R. (2022). Tantangan pengembangan industri pertahanan Indonesia. Jurnal Kewarganegaraan, 6(2), 4050–4058.
Widyatmoko, W. G., dkk. (2023). Manajemen strategis Kementerian Pertahanan menghadapi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act guna mendukung postur pertahanan negara. Jurnal Manajemen Pertahanan, 9(3).









