Analisis Perbandingan Jumlah Penyuluh Pertanian PNS, Swasta, dan Swadaya terhadap Pertumbuhan Kelompok Tani di Sumatera Barat dalam 10 tahun terakhir (2015-2024)
DOI:
https://doi.org/10.31849/tkq0nz15Keywords:
Pemberdayaan petani, kompetensi, rumah tangga petaniAbstract
Penyuluhan pertanian merupakan proses pembelajaran nonformal yang memiliki komunikasi dua arah untuk meningkatkan kemampuan petani (Mardikanto, 2010; Pakpahan, H.T, 2017; Van de ban dan Hawkins, 1996). Terdapat kategori jenis penyuluh pertanian yaitu penyuluh PNS, penyuluh swasta dan penyuluh swadaya (UU No.16 Tahun 2006). Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan dan perbandingan jumlah penyuluh PNS, Swasta dan Swadaya terhadap pertumbuhan kelompok tani di Provinsi Sumatera Barat dari tahun 2015-2024. Metode peneltian yang digunakan deskriptif kuantitatif berbasis data sekunder dari BPPSDMP Kementan 2015-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah signifikan dari kelompok tani dengan rata-rata pertahun mengalami peningkatan jumlah sebanyak 526 kelompok tani pertahun. Sedangkan jumlah penyuluh pertanian PNS dan swasta mengalami penurunan yang signifikan dan stagnan. Penyuluh pertanian swadaya menunjukkan peningkatan. Ketimpangan ini dapat berdampak pada intensitas, kualitas, dan keberhasilan penyuluhan pertanian di tingkat lapangan. Penelitian ini sejalan dengan SDG’s 2 (ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan), serta SDG’s 4 (Pendidikan Berkualitas)
References
[1] Adi Firmansyah, Sumardjo, Anna Fatchiya, Dwi Sadono. 2024. Peran Penyuluh Swasta dalam Transformasi Perilaku Masyarakat melalui Pemberdayaan berbasis Inovasi Biocyclo Farming. Jurnal Penyuluhan Vol. 20 (01) 2024 | 14-28
[2] Amin, N., Setiawan, I., & Rochdiani, D. (2020). Faktor Pendukung Kinerja Penyuluh Pertanian Swadaya dalam Mendorong Regenerasi Petani di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan Pertanian.
[3] Chambers, R. (1993). Rural Development: Putting the Last First. Longman.
[4] Fatchiya, A., Sarma, M., & Koesmarjaya. (2020). Pengaruh Kompetensi PPS terhadap Pemenuhan Kebutuhan Petani Padi di Kabupaten Sumbawa, NTB. IPB Scientific Repository.
[5] Haryanto, Y., & Anwarudin, O. (2021). Analisis Pemenuhan Informasi Teknologi Penyuluh Swadaya di Jawa Barat. Jurnal TRITON.
[6] Helvetas Nepal. (2020). Local Resource Persons: Building Sustainable Agriculture Knowledge Systems.
[7] Helena Tatcher Pakpahan. 2017. Penyuluhan Pertanian. Yogyakarta: Plantaxia. ISBN 978-602-6912-54-1.
[8] Indraningsih, K. S., Sugihen, B. G., Tjitrpranoto, P., Asngari, P., & Wijayanto, H. (2016). Kinerja Penyuluh dari Perspektif Petani dan Eksistensi Penyuluh Swadaya Sebagai Pendamping Penyuluh Pertanian. Analisis Kebijakan Pertanian.
[9] Indraningsih,K.S., Ashari A, Syahyuti S, Iwan Setiajie Anugrah, Sri Suharyono. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi peran dan kinerja penyuluh pertanian mandiri dalam mendukung penyuluhan pertanian. Pertanian Terbuka 2023; 8: 20220164.
[10] Kementerian Pertanian RI. 2015. Data Statistik dalam Angka 2015-2019. Jakarta: BPPSDMP.
[11] Kementerian Pertanian RI. 2019. Pedoman Penguatan Penyuluh Pertanian Swadaya. Jakarta: BPPSDMP.
[12] Kementerian Pertanian RI. 2020. Data Statistik dalam Angka 2020. Jakarta: BPPSDMP.
[13] Kementerian Pertanian RI. 2022. Data Statistik dalam Angka 2022. Jakarta: BPPSDMP.
[14] Kementerian Pertanian RI. 2024. Data Statistik dalam Angka 2022. Jakarta: BPPSDMP.
[15] Kuswarini Sulandjari dan Yusuf Muhyiddin. 2020. Peranan Penyuluh pertanian Perusahaan Swasta. Jurnal Agrimanex Vol.1 No.1, September 2020; halaman 30-38
[16] Mardikanto, T. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Surakarta: Sebelas Maret University Press.
[17] Mardikanto, T. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Surakarta : LPP UNS Press.
[18] Mardikanto, T. 2010. Sistem Penyuluhan Pertanian. Surakarta: UNS Press
[19] Nurida, Evahelda, Rostiar Sitorus. 2024. Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pendampingan Petani Milenial. Jurnal Penyuluhan Vol. 20 (01) 2024 | 84-95.
[20] Pepi Rospina Pertiwi. 2023. Urgensi Penyuluh Swadaya dalam Pemberdayaan Masyarakat Agribisnis. Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Terbuka.
[21] Peraturan Menteri Pertanian Nomor 27 Tahun 2023 tentang pelaksanaan peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2022 tentang Penguatan Fungsi Penyuluhan Pertanian.
[22] Sitti Rosmalah, Rayuddin, Hartati, Basri Sufa. 2023. Hubungan Karakteristik Penyuluh dengan Kinerja Penyuluh di Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe. Jurnal Penyuluhan Vol. 19 (01) 2023 | 130-140.
[23] Soekartawi 1988 Prinsip Dasar Komunikasi Pertanian. Jakarta: UI Press
[24] Sukmawati Abdullah, dkk. 2023. Pengantar Penyuluhan Pertanian. Purbalingga: Eureka Media Aksara.
[25] Sulaiman, R. V., & Hall, A. 2003. Innovations in Agricultural Extension in India.
[26] Syahyuti. 2014. Peran Strategis Penyuluh Swadaya dalam Paradigma Baru Penyuluhan Pertanian Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, Volume 32 No. 1, Juli 2014: 43 – 58.
[27] Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sitem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.
[28] Rogers, E. M. 2003. Diffusion of Innovations (5th ed.). New York: Free Press.
[29] Van den Ban, A.W., & Hawkins, H.S. (1996). Agricultural Extension (2nd ed.). Oxford: Blackwell Science.
[30] Zimmerman, M.A. (2000). Empowerment Theory: Psychological, Organizational and Community Levels of Analysis. Handbook of Community Psychology









