PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI KOTORAN SAPI DI KELURAHAN TEBING TINGGI OKURA KOTA PEKANBARU

  • Niken Nurwati Universitas Lancang Kuning
  • Latifa Siswati Universitas Lancang Kuning
  • Mufti Mufti Universitas Lancang Kuning
Keywords: Limbah padat, pupuk organic

Abstract

Kelurahan Tebing Tinggi Okura Kota Pekanbaru, penduduknya masih banyak melakukan kegiatan usahatani tanaman perkebunan, palawija,  hortikultura dan ternak.  Jumlah peternak adalah 40 KK. Jumlah ternak sapi di Kelurahan Tebing Tinggi Okura sebanyak 369 ekor (Programa UPTB, 2016). Ternak sapi yang dipelihara petani ada yang swadaya ada juga yang  bantuan dari pemerintah yaitu melalui program SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting). Kegiatan usahatani dan peternakan sapi banyak menghasilkan limbah. Limbah dapat menjadi sumber penyakit, menimbulkan bau tidak sedap dan menganggu lingkungan.  

Tujuan dari Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra agar  mampu menghasilkan pupuk organik sehingga mengurangi

pencemaran dari bau yang tidak sedap.Kegiatan Pengabdian masyarakat  diikuti oleh peserta 22 orang, jumlah ini sudah melampaui target yang diperkirakan hanya berjumlah 20 orang saja.

Hasil pengukuran menunjukan bahwa sebelum kegiatan dilakukan pada umumnya peserta belum mengetahui tentang pupuk organik dari kotoran sapi serta proses pembuatannya. Namun 60 % peserta  sudah mengetahui manfaat pupuk organik.

Evaluasi terhadap  hasil pelatihan  merupakan kesadaran peserta kegiatan untuk mengelola kotoran sapi menjadi pupuk organik masih sangat rendah (4,5%).

Evaluasi hasil pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi, sesuai dengan kriteria ciri-ciri kompos yang baik.

Kegiatan pengabdian dapat disimpulkan bahwa :

  1. Peningkatan pengetahuan dalam pelatihan pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi sebesar 70% (Agak baik)
  2. Hasil dari praktek pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi sesuai dengan ciri-ciri pupuk organik yang baik.
  3. Hasil evaluasi terakhir peran aktif peserta dalam membuat pupuk organik dari kotoran sapi hanya 4,5%.
  4. Ditinjau dari segi manfaat kegiatan pelatihan ini, peserta menyatakan kegiatan yang dilakukan bermanfaat.

            Perlu dilakukan kegiatan lanjutan guna lebih memotivasi masyarakat pada umumnya dan mitra khususnya dalam hal pembuatan pupuk organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Ariyanto, Perbaikan Kualitas pupuk Kandang Sapi dan aplikasinya Pada Tanaman Jagung Manis (zea may saccarata sturt). Staf Pengajar Fakultas Pertanaian UMK. Jurnal Sains dan Teknologi
[2] Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru, 2016. Rumbai Pesisir Dalam Angka.
[3] Budiyanto, Krisno. 2011. Tipologi Pendayagunaan Kotoran Sapi dalam Upaya Mendukung Pertanian Organik di Desa Sumbersari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Jurnal GAMMA 7 (1) 42-49 Martinez dan Jose, Patrick Dabert, Suzelle
[4] Dahono.2012 Pembauatn Kompos dan Pupuk Cair Organik dari Kotoran dan urine Sapi. LPTP Kepulauan Riau
[5] Djaya W.2006. Langkah Jitu Membuat Kompos dari Kotoran Ternak dan Sampah.
[6] Murbandono. L. 2002. Membuat Kompos. Penebar Swadaya. Jakarta
[7] Indriani, Y.H.. 2003. Membuat kompos secara Kilat. Penebar Swadaya, jakarta.
[8] Unit Pelaksana Teknis Badan Penyuluhan Pertanian (UPTB PP), 2016. Programa Penyuluhan Pertanian UPTB PP Rumbai
[9] Huda S. dan Wikanta W.,2016. Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik Sebagai Upaya Mendukung Usaha Peternakan Sapi Potong Di Kelompok Tani Ternak Mandiri Jaya Desa Moropelang Kec. Babat Kab.Lamongana. xiologiya, Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2016, Vol.1.No.1
Published
2017-12-30

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>