Strategi Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Dalam Peningkatan PAD Sektor Pariwisata Di Pesisir Rupat Utara Kabupaten Bengkalis

Authors

  • Khairul Amri Universitas Riau
  • Tutut Ismi Wahidar Universitas Riau
  • Ahmad Fuadi Universitas Riau
  • Trio Saputra Universitas Lancang Kuning
  • Mutiara Nastasya Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.31849/niara.v16i2.16185

Keywords:

Strategi Pengembangan, Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Rupat Utara

Abstract

Pariwisata sebagai salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional. Untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan tersebut melalui suatu kegiatan yang harus melibatkan antara lain pelaku, proses penyelenggaraan, kebijakan, politik, dan sosial budaya yang saling berinteraksi, dan akan lebih realistis bila dilihat sebagai sistem dengan berbagai subsistem yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi.  Khususnya Kabupaten Bengkalis yang memiliki potensi alam masih sangat bagus. Dengan demikian maka pemerintah harus memperhatikan pengembangan Pariwisata dalam rangka dalam peningkatan PAD sector pariwisata. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Strategi Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Dalam Peningkatan PAD Sektor Pariwisata di Pesisir Rupat Utara Kabupaten Bengkalis, dan untuk mengetahui serta menganalisis faktor Penghambat Strategi Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Dalam Peningkatan PAD Sektor Pariwisata di Pesisir Rupat Utara Kabupaten Bengkalis. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis. Penentuan sampel menggunakan teknik purpossive sampling. Analisis data menggunakan teknik interaktif yang dikemukakan oleh Creswell. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis SWOT yang menunjukkan tentang peluang dan strategi pengembangan objek wisata di Rupat Utara yaitu dengan pemanfaatan segala potensi yang dimiliki oleh wisata

References

[1]. A'inun, F., Krisnani, H., & Darwis, R. S. (2015). Pengembangan Desa Wisata Melalui Konsep Community Based Tourism. Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (pp. 341-346). Jatinangor: FISIP, Universitas Padjadjaran.
[2]. Allo, M. D., Kabanga, T., Situru, R. S., & Dewi, R. (2018). Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) di kabupaten Tana Toraja. Kepariwisataan Berbasis Riset dan Teknologi, (pp. 148-154).

[3]. Astuti, M. T., & Noor, A. A. 2016. Daya Tarik Morotai Sebagai Destinasi Wisata Sejarah dan Bahari. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 25-46.

[4]. Buchari, A; Santoso, M. B; Marlina, N (2017). Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Desa Tangguh Bencana Di Kabupaten Garut (Studi Kasus Di Desa Pesawahan Kecamatan Tarogong Kaler). Jurnal Analisis Kebijakan Dan Pelayanan Publik (JAKPP). Vol 3 (1).

[5]. Bungin, Burhan. 2011. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Predana Media Group.

[6]. David, F R. 2004. Manajemen Strategis Konsep-Konsep. PT. Indeks Kelompok Gramedia. Jakarta.

[7]. Ernsteins, R. (2011). Governance and Communication for Sustainable Coastal Development: The contents of this publication represent the views of the publishers. The authorities are not responsible for the contents of this project.
[8]. Fatimah, A. S. 2019. Kapasitas Kelembagaan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tasikmalaya. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik (JKAP). Vol. IV (3).
[9]. Freddy, Rangkuti. 2014. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia.
[10]. Inskeep, Edward.1991. Tourism Planning And Suistainable Development Approach. Van Nostrand Reinblod, New York.
[11]. Kasni. Kapasitas Kelembagaan Dalam Optimalisasi Pelayanan Publik Pada Kantor Camat Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur.
[12]. Khan, Alexander MA, et al. "Wisata Kelautan Berkelanjutan di Labuanbajo, Nusa Tenggara Timur: Sebuah Study Tentang Persepsi Masyarakat Kawasan Pesisir." Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) (2020): 52-76.
[13]. Milen, A. (2006). Capacity Building: Meningkatkan Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: Pembaruan.
[14]. Prafitri, G. R; Damayanti, M (2016). Kapasitas Kelembagaan dalam Pengembangan Desa Wisata (Studi Kasus: Desa Wisata Ketenger, Banyumas). Jurnal Pengembangan Kota. Vol 4 (1): 76-86. DOI: 10.14710/jpk.4.1.76-86
[15]. Rizkianto, N., & Topowijono. 2018. Penerapan Konsep Community Based Tourism dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Berkelanjutan (Studi pada Desa Wisata Bangun, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek). Jurnal Administrasi Bisnis, 20-26.
[16]. Sukmadewi, N. R., Putra, I. D., & Suardana, I. 2019. Potensi dan Pengembangan Desa Wisata Suranadi di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 424-442.
[17]. Sunarjaya, I. G., Antara, M., & Prasiasa, D. O. 2018. Kendala Pengembangan Desa Wisata Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 215-227.
[18]. Sukoco, J. B (2019). Kapasitas Kelembagaan Dalam Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Di Kota Surakarta. Jurnal Administrasi Bisnis. Vol. 8 (1): 15-22.
[19]. Triambodo, S., & Damanik, J. (2015). Analisis Strategi Penguatan Kelembagaan Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif (Studi di Desa Wisata Kerajinan Tenun Dusun Gamplong, Desa Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, DIY).Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
[20]. Wirnardi, J. 2005. Manajemen Perubahan (Management of Change). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
[21]. Wiwin, I. W. (2018). Community Based Tourism dalam Pengembangan Pariwisata
Bali. Pariwisata Budaya, 69-75.

Downloads

Published

2023-09-18

Issue

Section

Articles

How to Cite

Strategi Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Dalam Peningkatan PAD Sektor Pariwisata Di Pesisir Rupat Utara Kabupaten Bengkalis. (2023). Jurnal Niara, 16(2), 307-313. https://doi.org/10.31849/niara.v16i2.16185