Komunikasi Politik Pasangan Calon Kasmarni Dan Bagus Santoso Dalam Memenangkan Pilkada Kabupaten Bengkalis Di Era Pandemi Covid 19

Authors

  • Rahmad Zaki Universitas Riau
  • Tito Handoko universitas riau
  • Irawati Universitas Lancang Kuning
  • Aguswan Universitas Lancang Kuning
  • Abdul Mirad Universitas Lancang Kuning
  • Widia Astuti Universitas Lancang Kuning

DOI:

https://doi.org/10.31849/niara.v17i3.25269

Keywords:

Komunikasi Politik, Perempuan, Pilkada

Abstract

Keikut sertaan perempuan Indonesia dalam pertarungan politik saat ini sudah mulai mendominasi di Indonesia. Pada tahun 2020 ini, Pilkada Serentak akan dilaksanakan oleh beberapa daerah yang menarik adalah Kabupaten Bengkalis dimana dalam pencalonan pasangan ada 2 orang perempuan yang turut serta. Yaitu Kasmarini dan Iyeth Bustami. Bengkalis menjadi satu satunya kabupaten yang paling banyak mengusung perempuan dalam kontestasi. Keberadaan perempuan dalam kontestasi di era pandemic covid 19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Peran Kasmarni dan Bagus Santoso sebagai calon kepala daerah sangat besar seperti produk kampanye, media kampanye, hingga pada upaya-upaya konsultasi dengan berbagai pihak. Terlebih lagi hampir seluruh pasangan calon yang ada baru pertama kali mengahadapi dinamika pilkada secara virtual. Strategi komunikasi politik yang dilakukan dengan menjalin komunikasi politik dengan partai-partai politik untuk bersama-sama bergerak menjalankan mesin politiknya. Hampir semua platform media sosial digunakan oleh tim pemenangan. Platform-platform media sosial yang memiliki keunggulan dan kosentrasi pada penyampaian informasi banyak digunakan.

References

[1]. Agustina, Heriyani. 2009. “Gender and Politics: Keterwakilan Perempuan Di Parlemen Dalam Perspektif Keadilan Dan Kesetaraan Gender.” Yogyakarta. Tiara Wacana.
[2]. Andriadi, Fayakhun. 2017. Partisipasi Politik Virtual: Demokrasi Netizen Di Indonesia. RMBooks.
[3]. Ardha, Berliani. 2014. “Social Media Sebagai Media Kampanye Partai Politik 2014 Di Indonesia.” Jurnal Visi Komunikasi 13(1):105–20.
[4]. Arrianie, Lely. 2021. Komunikasi Politik (Dramatisme Dan Pencitraan Politisi Di Panggung Politik). Jakarta: Rajawali Pers.
[5]. Arrianie, Lely, and M. Si. 2023. Komunikasi Politik. PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.
[6]. Asih, Irsanti Widuri. 2011. “Media Sosial Dan Politik: Sarana E-Democracy Atau Sekadar Pepesan Kosong?” Dalam Proceeding Semnas FISIP-UT, Hal 452–65.
[7]. Cangara, Hafied. 2009. Komunikasi Politik : Konsep, Teori Dan Strategi. Jakarta: Rajawali Pers.
[8]. Firmanzah, Ph D. 2007. Marketing Politik: Antara Pemahaman Dan Realitas. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
[9]. Haroen, Dewi. 2014. Personal Branding. Gramedia Pustaka Utama.
[10]. IDEA. 2002. Perempuan Di Parlemen: Bukan Sekedar Jumlah. Jakarta: AMEEPRO.
[11]. Miriam, Budiardjo. 1998. “Partisipasi Dan Partai Politik.” Jakarta: Gramedia.
[12]. Nursal, Adman. 2004. “Political Marketing: Strategi Memenangkan Pemilu: Sebuah Pendekatan Baru Kampanye Pemilihan DPR, DPD, Presiden.” (No Title).
[13]. Slamet, Adiyana. 2020. “5. Komunikator Politik.”
[14]. Stieglitz, Stefan, and Linh Dang-Xuan. 2013. “Social Media and Political Communication: A Social Media Analytics Framework.” Social Network Analysis and Mining 3:1277–91.
[15]. Suryani, Indah. 2010. “Partisipasi Perempuan Dalam Komunikasi Politik.”
[16]. Todorov, Antony, and Anna Krasteva. 2011. “Ethnic Minorities and Political Representation: The Case of Bulgaria.” Southeastern Europe 35(1):8–38.
[17]. Zamroni, Mohammad. 2013. “PEREMPUAN DALAM KAJIAN KOMUNIKASI POLITIK DAN GENDER.” Jurnal Dakwah XIV.

Downloads

Published

2025-01-03

Issue

Section

Articles

How to Cite

Komunikasi Politik Pasangan Calon Kasmarni Dan Bagus Santoso Dalam Memenangkan Pilkada Kabupaten Bengkalis Di Era Pandemi Covid 19. (2025). Jurnal Niara, 17(3), 77-84. https://doi.org/10.31849/niara.v17i3.25269